Pengamanan Optimal, Pelanggaran Minimal

batu-didKOTA BATU|BIDIK.CO.ID –Sejumlah puluhan petugas Brimob Polda Jatim berseragam lengkap dengan menenteng tameng dan tongkat rotan berbaris membujur membentuk pagar betis menghalau puluhan massa yang mengamuk di depan gedung kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batu pada Jum’at pagi (14/10).

Dengan formasi barisan dan alat persenjataan yang sama, berbaris aparat Kepolisian dari Polres Batu tepat di belakang barisan puluhan personil Brimob Polda Jatim.

Tak lama berselang, mobil water canon polisi merangsek masuk ke dalam formasi barisan aparat keamanan. Semprotan air bertekanan kuat menyembur diarahkan tepat pada kerumunan massa yang mengamuk.

Namun puluhan massa semakin beringas sehingga berkali-kali tembakan peringatan dilepaskan ke udara oleh delapan personil Brimob Polda Jatim yang menunggai motor.

Narasi diatas merupakan gambaran dari serangkaian kegiatan simulasi sistem pengamanan (Sispam) kota yang dilakukan oleh Polres Batu untuk menjaga ketertiban dan keamanan menjelang Pilwali Kota Batu 2017.

Dalam rangkaian acara gladi dan simulasi sispam kota Batu menjelang Pilkada 2017, para stakeholder sama-sama berharap agar selama berjalannya Pilkada berjalan secara aman dan meminimalisir konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat.

Saat kegiatan simulasi pengamanan turut hadir Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata, Ketua DPRD Batu, Cahyo Edi Purnomo, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf. Muridan, Ketua Panwaslih Batu, Salma Safitri dan Ketua KPU Batu, Rochani.

Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan sispamkota merupakan tahapan standart operasional prosedur (SOP) yang harus dilaksanakan menjelang pelaksanaan Pilkada yaitu gladi dan sistem pengamanan (sispam) kota.

Ia kembali menyampaikan, saat pelaksanan Pilkada 2017 akan melibatkan sekitar 2.000 personil yang terdiri 1.400 personil Polri, 470 personil TNI dan Pelindung Masyarakat (Linmas) kurang lebih 200 personil.

“Geladi yang telah digelar tadi (Jum’at,14/10), meruapakan skenario awal yang akan ditempuh saat benar-benar terjadi chaos (kerusuhan),” terang Leonardus

Dari informasi yang disampaikan oleh dia, hingga kini masih dalam kondisi kondusif. Belum terlihat potensi ancaman keamanan.

“Saya harap bisa kondusif di setiap tahapan Pilkada hingga penentuan akhir. Para stake holder diharapkan bersama-sama mampu menjaga keamanan,” harap pucuk pimpinan Polres Batu itu.

Sementara peran dari TNI hanya membantu pengamanan selama proses di beberapa tahapan Pilkada. Jumlah anggota TNI yang telah disiapkan sebanyak 470 personil. Pasukan yang akan diterjunkan ke lapangan disesuaikan dengan kebutuhan di beberapa tahapan Pilkada.

“Kami memback-up pengamanan dari Polri di beberapa tahapan,” ujar Letkol Inf. Muridan

Muridan menekankan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Batu selama berjalannya tahapan Pilkada. Ia menilai rangkaian simulasi sispam kota yang telah diperagakan merupakan bentuk kesiapan Polres Batu.

“Apa yang telah disimulasikan adalah bentuk kesiapan dari Polres Batu dibantu keamanan yang lain. Semoga saja tidak terjadi chaos,” pungkas Muridan.

Apresiasi yang sama disampaikan pula oleh Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo. Ia yang turut menyaksikan jalannya simulasi sispam kota menilai persiapan yang dilakukan oleh Polres Batu sudah cukup matang

“Penilaian saya kesiapan dari Polres Batu luar biasa. Berharap tetap aman tanpa diwarnai huru-hara,” ujar Cahyo.

Cahyo berpesan pula agar warga Kota Batu dapat menggunakan hak pilihnya. “Gunakan hak pilih untuk memilih pemimpin yang amanah,” ujar Ketua DPRD Batu tersebut.

Sementara itu Ketua KPU Batu, Rochani mengatakan dukungan pengamanan membantu KPU dalam menjalankan kinerjanya.

“Sehingga kami dari penyelenggara dapat bekerja dengan tenang,” ungkap Rochani.

Lebih lanjut dia menekankan konflik dapat ditekan jika KPU bekerja sesuai kaidah konstitusi dan mematuhi kode etik.

Ketua Panwaslih Kota Batu, Salma Safitri menyampaikan menjelang tahapan penetapan pasangan calon pada 24 Oktober nanti,  pihaknya masih belum menemukan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon. Syarat administrasi juga telah diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Dalam pengawasan kami tidak ada pelanggaran atau tindakan yang keluar dari jalur perundang-undangan,” tutur Salma.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Omah Munir itu justru berharap agar langkah represif dari pihak pengamanan seperti yang diperagakan pada simulasi sispam kota tidak benar-benar terjadi kerusuhan. Menurut dia pengamanan yang telah dilakukan oleh aparat kemanan sudah maksimal.

“Pengamanan maksimal namun pelanggran minimal. Itu bagi kami adalah pemilu yang berhasil. Pemilu berlangsung kondusif justru itulah keberhasilan penyelenggaraan pemilu,” cetus Salma. (did)

Foto: Dandim 0818 Malang-Batu, Ketua DPRD Batu Cahyo Edi Purnomo, Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, Ketua Panwaslih Batu Salma Safitri, Ketua KPU Batu Rochani berkomitmen bersama menciptakan Pilwali Batu yang kondusif. (Didid)

Be the first to comment

Leave a Reply