Penimbunan Sirip Ikan Hiu di Grebek Polisi

Kasatreskrim Polrestabes AKBP Shinto Silitonga bersama Wakasat Binmas Polda Jatim AKBP Elijas Menunjukan Barang Bukti Sirip Ikan Hiu Yang Ditimbun dan Siap di Edarkan

SURABAYA|BIDIK –  Penimbunan sirip ikan hiu digrebek Binmas Polda Jatim bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya. Ikan Hiu jenis Martil berbagai ukuran siap untuk di jual belikan di Surabaya dan antar Pulau.

“Barang – barang kami temukan masih tersimpan dan siap untuk di jual belikan atau diedarkan,” Ujar Waka Binmas Polda Jatim AKBP Elijas, Sabtu(17/6). di jalan Sidodadi Surabaya.

Elijas menuturkan, penangkapan penimbunan sirip hiu ini adalah hasil kerja keras tim yang dalam beberapa waktu lalu melakukan investigasi di wilayah Sidodadi Surabaya,” Kata Perwira berpangkat melati dua dipundaknya itu.

Sementara itu, warga sekitar area  yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, penimbunan sirip ikan hiu ini sudah beroperasi cukup lama dan kami sebagai warga sekitar merasa ternggangu dengan aroma bau yang tak sedap.

“”Sudah lama usaha sirip hiu itu ada disini, baunya itu setiap hari mengganggu warga. Sangat menyengat, seperti bau bangkai,” Ungkap Warga Sidodadi yang tak mau disebutkan namanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya  AKBP Shinto Silitonga menambahkan, Satreskrim Polrestabes Surabaya mendapatkan informasi bahwa adanya penimbunan sirip ikan hiu di wilayah Sidodadi Surabaya.

“Bergegas Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung menggeledah dan Tempat penimbunan ikan sirip hiu itu dan kemudian berhasil mengamankan pemilik usaha sirip ikan hiu,” Terang Shinto

Lanjut Shinto, Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama Aliong (63)

Serta barang bukti berupa sqirip ikan Hiu sebanyak 12 karung,” papar perwira polisi asal Medan.

Sesuai dengan Undang-Undang bahwa, hal ini sudah melanggar UU Kelautan Pasal 100 UU Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana setiap orang yang melanggar ketentuan yang ditetapkan dan diatur dalam Pasal 7 ayat 2, bisa dipidana denda sebesar Rp 250 juta. Sebab, ikan hiu adalah ikan yang dilindungi oleh negara dan tidak boleh ditangkap, terlebih berusaha membunuh untuk diambil siripnya,” Tutup Shinto.(Riz)

Be the first to comment

Leave a Reply