Perlunya Pemberdayaan Bagi UMKM Versi Mbak Icha

Dra Hj Aisyiah Lilia Agustina Msi saat reses di kota Madiun. (rofik)

SURABAYA|BIDIK– Para pelaku UMKM selalu mengeluhkan persoalan terkait pemasaran dan pengembangan untuk berkembang .  Dra Hj Aisyah Lilia Agustina Msi melihat pihak pemerintah tak  serius membantu dan memberikan pelatihan bagi wira usaha yang ada di Dapil 8.

“Hampir di setiap tempat ketika menjaring aspirasi masyarakat banyak yang mengeluhkan terkait pemasaran produk dan pelatihan bagi UKM yang ada di daerah pelosok selain itu juga persoalan nasib guru Madin,” jelas Perempuan yang akrab di sapa Mbak Icha ini saat di temui usai menyerap aspirasi masyarakat di jln Jonggrang kota Madiun, Jum,at (6/10).

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) Jawa Timur ini juga mencontohkan ketika ada UKM yang menemukan jenis usaha seperti porang. Menurut mereka jika porang ini di kembangkan maka bisa menghasilkan pendapatan yang luar biasa.

“Bayangkan saja, Porang itu jika tidak diolah atau di diamkan saja tanpa di kembangkan bisa di jual walaupun mudah menjualnya karena porang adalah bahan utama sebagai campuran kosmetik yang di jual ke Negara Jepang,” terang Mbak Icha serius.

Namun karena kendala SDM yang kurang menguasai bagaimana cara mengolah porang tersebut hingga menjadi barang siap pakai membutuhkan pengetahuan dan pengelolaanya.

“Saya menginginkan bahan baku tersebut menjadi bahan jadi atau minimal bahan setengah jadi.tentunya ini membutuhkan Diklat dari Instansi terkait untuk mengajari bagaimana bahan baku porang menjadi bahan jadi,” ucapnya.

Menurut Mbak Icha, Kami dari Komisi B pernah melakukan hearing dengan pihak perhutani supaya bisa membina para UKM yang mau membudidayakan bahan baku porang menjadi bahan jadi siap produk.

“Jika bahan baku porang yang di ekspor ke jepang sebagai bahan campuran kosmetik ini sudah di olah oleh UKM kita menjadi bahan siap produk, maka bisa dipastikan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya UKM yang ada di Dapil 8,” pungkas Mbak Icha. (fik)

Be the first to comment

Leave a Reply