Pernah Tersandung Perkara Hukum, Nyalon Pilkades Urek-Urek

Nur Ali, Calon Kades Urek-Urek, Kabupaten Malang

MALANG|BIDIK – Mantan Kepala Desa (Kades) Urek-Urek, Nur Ali menjadi pergunjingan warga Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, yang tak lain warganya sendiri. Pergunjingan di tengah-tengah warga lantaran Nur Ali diduga tersandung perkara hukum, penyalahgunaan dana alokasi dana desa (ADD) senilai Rp. 34 juta di tahun anggaran 2014.

Meskipun begitu dirinya ditetapkan secara resmi sebagai calon kepala desa kembali. Sedangkan proses hukumnya yang ditangani Polres Malang berhenti dengan alasan dirinya telah mengembalikan ke kas desa melalui bendahara desa.  Penyalahgunaan ADD tersebut terkuak dari laporan beberapa warga setempat.

Saat dikonfirmasi Sabtu siang (29/4), Nur Alih mengatakan, dana ADD tersebut dipinjam diperuntukkan pada acara bina desa pada tahun 2014 lalu. Peminjaman tersebut juga telah melalui proses rapat bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat pemerintahan desa lainnya.

“Dana Rp. 34 juta sudah saya kembalikan ke bendahara yang lama dengan disaksikan dari pihak kecamatan serta Polsek Gondanglegi saat itu. Dengan begitu laporan yang sudah diproses dinyatakan berhenti,” ujar Nur Ali menjelaskan melalui sambungan telepon.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya merasa kecewa atas penghentian perkara tersebut. Meskipun telah mengembalikan dana tersebut, namun warga merasa keberatan.  “Mengacu dalam aturan siapapun yang menyelewengkan dana pemerintah walaupun sudah dikembalikan proses hukum harus tetap berlanjut. Namun anehnya buat mantan Kades Urek-urek ini seolah-olah mendapat perlakuan hukum yang istimewa,” terang seorang warga yang enggan  disebutkan namanya.

Sementara itu Camat Gondanglegi, Kamti Astuti menyatakan perkara hukum yang pernah membelit Nur Ali dinyatakan selesai dengan alasan dana ADD yang digunakan tidak sesuai peruntukannya itu telah dikembalikan. “Memang dulu sempat ditangani Polres. Karena sudah dikembalikan ahirnya proses hukum tidak berlanjut,” kata Kamti. (Mulyono)

Be the first to comment

Leave a Reply