Pesona ‘DAM Tugu’ Sebagai Pelepas Penat

Dam Tugu Banyuwangi di cat Warnawarni jadi daya tarik wisata tersendiri

BANYUWANGI|BIDIK-Keberadaan DAM Tugu saat ini sebagai ikon baru bagi Kelurahan Kalipuro dan Kabupaten Banyuwangi. Dengan pesona berani tampil beda , DAM Tugu bukan hanya menyajikan destinasi wisata baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus mengajak masyarakat guna turut serta menjaga dan merawatnya.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, melalui Koordinator Sumberdaya Air (Korsda) wilayah Pengairan Banyuwangi, Eko Susanto mengatakan, dipilihnya DAM Tugu untuk dijadikan destinasi wisata infrastruktur karena letaknya yang sangat strategis yaitu dipinggir jalan raya, apalagi jalan tersebut menuju pasar, sehingga jadi lintasan masyarakat setiap harinya.

Menurutnya, DAM Tugu oleh masyarakat sekitar dikenal dengan nama ‘Kali Pelangi’, karena nuansa catnya yang serba warna warni. Kegiatan pengecatan dilakukan oleh Korsda pengairan Banyuwangi bersama dengan masyarakat sekitar dan karang taruna. “Sejak kami launching, DAM Tugu atau Kali Pelangi ini selalu dikunjungi wisatawan, baik dari warga sekitar  hingga luar kota,” ucap Eko.

Adanya destinasi wisata DAM Tugu ini, banyak kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya lomba mancing, jalan sehat dan lain sebagainya. Diungkapkan Eko, kedepan DAM Tugu akan dilengkapi taman bermain, kolam pancing, warung-warung dan beberapa kerajinan yang berasal dari Desa setempat.

“Saya harap DAM Tugu bisa menambah penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Eko. Berdasarkan data yang ada, DAM Tugu dibangun pada zaman Pemerintahan Belanda pada tahun 1926. Selama ini, DAM Tugu mencukupi sektor pertanian di wilayah Kecamatan Kalipuro.

Aliran air DAM Tugu dibagi menjadi dua, yakni Tugu kanan dam Tugu kiri. Tugu kanan mengairi sawah di dua Kelurahan diantaranya Kelurahan Kalipuro seluas 111 hektar dan  Kelurahan Klatak seluas 44 hektar. Sedangkan Tugu kiri diperuntukkan mengairi lahan Kelurahan Kalipuro seluas 44 hektar dan lahan Kelurahan Klatak seluas 36 hektar. Sehingga total luas wilayah yang dialiri air dari DAM peninggalan Belanda tersebut yaitu 255 hektar.(nng)

Be the first to comment

Leave a Reply