Potensi Wisata di ‘Kampung Lebak Morob’

WARNA WARNI: Para warga melakukan pengecatan dengan tema gandrung Banyuwangi.(Foto: Nanang)

BANYUWANGI|BIDIK – Kalau di Kelurahan Temenggungan ada Kampung Kelir, di Kelurahan Tukang Kayu juga ada ‘Kampung Lebak Morob’. Ini potensi wisata baru di Kota Banyuwangi. Perpaduan cat tembok dengan nuansa warna-warni dipadu dengan gambar arsitektur gandrung menjadi ciri khas yang menghiasi sudut jalan masuk yang terkenal dengan nama Tukang Kayu lebak ini.

Meskipun baru sebagian dilakukan pengecatan, di tukang kayu lebak saat ini, Jum’at (07/04) terlihat lebih hidup dan menarik. Ketua RT. 04 Lingkungan Krajan, Tukang Kayu Lebak, Hadi Joko mengatakan pencanangan ‘Kampung Lebak Morob’ merupakan murni inisiatif warga yang ingin merubah tukang kayu lebak yang terkenal kotor, kumuh, dan sering banjir ini menjadi kampung yang bersih, unik dan menarik wisatawan. “Kegiatan ini meliputi warga RT. 01, 02, 03 dan 04, mereka semua kompak mencanangkan kampung lebak morob ini,” kata Hadi.

Hadi menjelaskan, Tukang Kayu lebak ini terletak diujung utara Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi. Dinamakan Lebak, karena letaknya berada di dataran paling rendah. Sedangkan kata Morob berarti menyala.

Ditambahkan Hadi, Sumber dana kegiatan ini berasal dari swadaya masyarakat. Pengecatan ini dilakukan oleh seluruh warga, dengan dibantu pelukis yang juga berasal dari tukang kayu lebak. “Semua perlengkapan mengecat hingga konsumsi dapat bantuan dari warga,” paparnya.

Selain gandrung, lanjut Hadi, nantinya juga dihiasi gambar laut, pemandangan alam dan lain sebagainya, yang pastinya menarik dan berpotensi wisata.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke ‘Kampung Lebak Morob’ ini, karena nanti didalamnya ada warung-warung, jadi kalau ngobrol tidak perlu dipinggir jalan,” pungkas Hadi.(nng)

 

Be the first to comment

Leave a Reply