Praktisi hukum : Hermawan Benhard Manurung Kritisi Kinerja Polres Gresik

Hermawan Benhard Manurung

SURABAYA | BIDIK –  Pelimpahan penanganan kasus tiga tersangka bandit spesialis pencuri motor ditangkap Polrestabes Surabaya (13/09/2017) dan dilimpahkan ke Polres Gresik beberapa waktu lalu, menuai kritikan pedas oleh praktisi hukum LBH Tridaya Cakti.

Praktisi Hukum Hermawan Benhard Manurung angkat bicara,” Kinerja Polres Gresik itu sudah melanggar peraturan ‘Perkap Kapolri’, karena salah satu tersangka bernama Ahmad Eko Fauzi (21) jalan Gembong harusnya ditahan bukan malah dilepas.

“Hukum pidana itu tidak melihat dari kerugiannya tetapi melihat dari perbuatannya,” Terang Benhard LBH Tridaya Cakti

Ia memberikan contoh kasus Seorang nenek yang mencuri dua batang kayu perhutani itu saja untuk dibuat makan cucunya namun yang terjadi nenek itu akhirnya dihukum.

Artinya melihat dari kasus Ahmad Eko Fauzi yang dilepas oleh Polres Gresik harusnya tidak serta merta melepas begitu saja.,” Jelas dia bersalah karena motor yang dijual itu motor dari hasil tindak kejahatan dan apalagi Eko mengetahui itu,” Ujarnya. Senin (09/10/2017)

Benhard menambahkan, dihadapan petugas Polisi Eko mengatakan bahwa dia juga mendapatkan hasil 200rbu untuk sekali menjual motor hasil tindak kejahatan.

“Eko itu harusnya dikenakan Pasal 55/56 KUHP yang sebagai mana dimaksud dalam mengetahui dan turut membantu atau memberikan fasilitas dalam aksi tindak kejahatan,” Imbuhnya.

Polisi seharusnya tidak boleh memberikan statment tidak adanya pelaporan yang dimaksud kasus yang menjerat Ahmad Eko Fauzi.

Apalagi itu sudah di rilis di Mapolrestabes Surabaya (14/09/2017) dan jelas tentang adanya pengakuan tersangka dan barang bukti yang disertakan.

Kami menyayangkan kinerja Polres Gresik yang telah melepas bandit jalanan yang selama ini telah meresahkan masyarakat.

Sebelumnya melalui Kanit Pidum Iptu Dawud Polres Gresik memberikan pernyataan kepada media bahwa dari tiga tersangka yakni bernama Anam (24) tinggal di jalan Kapasari Pedukuhan, Debi Irawan (24) Tinggal di jalan Pakis Gunung dan Ahmad Eko Fauzi (22) tinggal di Jalan Gembong.

“Dari tiga tersangka itu, satu diantaranya kami lepas yakni bernama Ahmad Eko Fauzi untuk di dijadikan saksi saja, tidak berani menahannya. Karena Eko belum mendapatkan hasil penjualan motor,” Tegas Kanit Pidum Polres Gresik.

Ketika itu ditanya soal motor hasil kejahatan yang hendak dijual apakah Eko mengetahui, hal itu dibenarkan IPDA Dawud. Namun berdalih Eko belum mendapatkan hasil motor yang hendak di jual ke Madura namun keburu ditangkap Polrestabes Surabaya.Riz

Be the first to comment

Leave a Reply