RSUD Blambangan Banyuwangi Naik Kelas B

rsud blambangan banyuwangi

BANYUWANGI|BIDIK.CO.ID – Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Kabupaten Banyuwangi kini menjadi salah satu RSUD yang patut dibanggakan oleh masyarakat Banyuwangi.

Selain peningkatan pelayanan, sarana dan prasarana di RSUD Blambangan kini telah dilengkapi alat-alat kesehatan (alkes) yang modern dan canggih, serta tenaga medis yang berkualitas.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas penanaman Modal satu pintu telah menerbitkan ijin operasional Rumah Sakit Pemkab Banyuwangi itu yang sebelumnya kelas atau type C, kini naik menjadi kelas B.

“Saya bersyukur upaya kita untuk meningkatkan type rumah sakit dari kelas C ke kelas B akhirnya terwujud terhitung mulai tanggal 8 Februari 2017,” tutur dr. H. Taufik Hidayat, direktur RSUD Blambangan Banyuwangi.

Ia mengungkapkan, tim penilai dari Provinsi Jatim sebanyak sepuluh orang yang melakukan visitasi menganggap RSUD Blambangan layak menjadi kelas B.

Dengan menjadi kelas B maka RSUD Blambangan ini akan menjadi rujukan semua kasus yang ada di Banyuwangi, misalkan operasi-operasi yang di Rumah Sakit kecil yang tidak mampu dikerjakan, kini bisa dirujuk di RSUD Blambangan. Jadi tidak perlu lagi keluar kota.

“Dengan status kelas B ini, kita harus memperbaiki kualitas layanan, agar ekspektasi harapan masyarakat bisa terwujud disini,” jelasnya.

Karena, lanjut dr. Taufik, harapan masyarakat juga tinggi. Mereka ingin semua kasus yang sulit juga cukup dilayani di RSUD Blambangan. Untuk itu, pihaknya saat ini telah mengirimkan beberapa orang untuk menempuh pendidikan dokter sub spesialis. Salah satunya yaitu dokter spesialis jantung yang dianjurkan menempuh keahlian tambahan untuk melakukan operasi pemasangan ring pada penyakit jantung.

Dr. Taufik menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang mengupayakan pengadaan CathLab (Kateterisasi Jantung dan Angiografi) yaitu alat yang dibutuhkan untuk melakukan pemasangan ring pada penyakit jantung.

“Mudah-mudahan di APBD 2017 bisa disetujui, agar di tahun 2018 nanti semua kasus penyakit jantung yang butuh pemasangan ring, bisa cukup dilakukan di RSUD Blambangan,” tandasnya.

Disamping itu, pihaknya saat ini juga telah mengirimkan beberapa dokter spesialis gigi yang menempuh pendidikan sub spesialis, yaitu Periodontist (Spesialis Periodonsi/ Ahli Jaringan Penyangga Gigi), Orthodontist (Ahli Meratakan Gigi),  dan Oral Surgeon (Spesialis Bedah Mulut).

Secara kesuluruhan, kata dr. Taufik, jumlah dokter spesialis yang ada di RSUD Blambangan saat ini 31 orang, dan apoteker 12 orang.

“Untuk SDM semua akan perbaiki, pola pikir dari pada semua petugas, dan jiwa melayani saat ini akan kita tingkatkan kembali, agar mereka lebih punya perhatian kepada pasien,” pungkasnya.(Nanang)

Foto : RSUD Blambangan Banyuwangi. (nanang)

 

Be the first to comment

Leave a Reply