Saksi Perdana JPU Dinilai Tidak Memberatkan Terdakwa Budi Pego

Saksi JPU, Bambang Wijanarko saat memberikan keterangan didepan majelis hakim

BANYUWANGI|BIDIK, Sidang lanjutan perkara spanduk logo palu arit dengan terdakwa Hari Budiawan alias Budi Pego kembali digelar di Pengadilan Negeri Baanyuwangi, Selasa (10/10).

Agenda sidang kali ini yaitu mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum (JPU).

Manager External Affair PT. BSI, Bambang Wijanarko, manjadi saksi pertama yang dihadirkan JPU dipersidangan. Dihadapan majelis hakim, dia mengaku mengetahui adanya spanduk logo palu arit saat aksi demo yang digelar terdakwa Budi Pego dan kawan-kawan, pada tanggal 4 April 2017 lalu.

“Yang saya lihat waktu itu, terdakwa dan kawan-kawannya melakukan aksi demo didepan kantor BSI, kemudian mereka bergeser dan membentangkan spanduk bergambar palu arit, saat orasi didepan kantor Kecamatan Pesanggaran,” cetus Bambang.

Namun, kepada majelis hakim Bambang juga mengaku kalau logo palu arit yang ada di spanduk demo itu, gambar palu dan arit posisinya sejajar, bukan menyilang seperti logo partai terlarang yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan saat aksi demo berlangsung dirinya tidak mengetahui kalau terdakwa waktu sebagai koordinator aksi. Bambang juga tidak mendengar maupun melihat terdakwa berorasi yang menyinggung faham komunisme.

“Saya melaporkan terdakwa ke Polres Banyuwangi, dengan barang bukti klipingan berita di salah satu media Nasional,” tandasnya.

Sementara, salah seorang tim penasehat hukum terdakwa, Ahmad Rifa’i menuturkan berdasarkan keterangan saksi yang di hadirkan JPU, saksi mengaku hanya melihat satu spanduk yang bergambar palu dan arit saat terdakwa dan kawan-kawan berdemo di depan kantor Kecamatan Pesanggaran.

“Itu esensi yang kami tangkap dari keterangan saksi,” kata Rifa’i.

Ditambahkan Rifa’i, pihaknya berpendapat tidak ada aktivitas dari terdakwa yang menyebarkan faham komunisme, marxisme, leninisme.

Saksi juga tidak melihat dan mendengar terdakwa melakukan orasi yang berkaitan dengan faham komunisme. Saksi mengaku terdakwa tidak turut serta membentangkan spanduk bergambar palu arit tersebut, karena posisi terdakwa beberapa meter dari spanduk tersebut. “Keterangan saksi ini tidak kuat untuk menjadikan terdakwa bersalah,” tegas Rifa’i.(nng)

Be the first to comment

Leave a Reply