Sejarah Baru, Pulau Gili Iyang Kini Tidak Lagi Gelap

2019, PLN Jatim Wujudkan Sumenep 100% Terang

Untuk mendaratkan mesin trafo dari kapal, PLN bersama masyarakat setempat berjibaku membuat daratan dari karung-karung berisi pasir. (Foto : Ist)

SUMENEP | BIDIK – Hari itu, Jumat (10/11/2017) yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, warga Pulau Gili Iyang, Kab Sumenep terlihat sumringah. Ada senyum dan binar wajah yang berbeda dari biasanya. Betapa tidak, hari itu adalah hari bersejarah bagi warga setempat. Era baru dimana listrik masuk Gili Iyang telah tiba.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Unit Disjatim berhasil mengoperasikan pembangkit listrik bermesin diesel di Pulau Gili Iyang, Kec Dungkek, Kab Sumenep, Jatim.

Gili Iyang yang sejak 2015 dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan, merupakan pulau dengan kadar oksigen tertinggi di dunia, yakni 21,5 persen, lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata yang sebesar 20%, kini penduduknya sudah dapat menikmati listrik PLN.

Mesin pembangkit listrik kapasitas 3 x 500 kilo Watt yang dioperasikan mampu melistriki sebanyak 3.000 pelanggan yang berada di 2 desa, yakni Bancamara dan Banraas.

GM PLN Disjatim, Dwi Kusnanto menjelaskan, upaya PLN melistriki Gili Iyang memiliki tantangan tersendiri. Perjalanan yang memakan waktu 4 jam dari Surabaya ke Pamekasan, lalu menuju Sumenep 1,5 jam.

Selanjutnya, menyeberang ke Gili Iyang menggunakan kapal penumpang selama 45 menit -1 jam. Akses menuju lokasi pendirian tiang pun tak mulus.

“Untuk mendaratkan mesin trafo,  PLN mesti memutar otak. Hal ini disebabkan kondisi alam dan laut di sekitar pulau yang tak tak memungkinkan kapal merapat dengan stabil,” terang Dwi.

Masyarakat setempat bersama PLN berjibaku membuat daratan dari karung-karung berisi pasir. Setelah dirasa cukup tinggi, barulah mesin dapat didaratkan dengan bantuan forklift dari kapal ke daratan.

Segala kesulitan dan tantangan ini sirna saat tiang beton dan trafo berdiri hingga terpasangnya jaringan hingga kwh meter ke rumah-rumah masyarakat.
Segala kesulitan dan tantangan ini sirna saat tiang beton dan trafo berdiri hingga terpasangnya jaringan hingga kwh meter ke rumah-rumah masyarakat.

“Segala kesulitan dan tantangan ini sirna saat tiang beton dan trafo berdiri hingga terpasangnya jaringan hingga kwh meter ke rumah-rumah masyarakat,” aku Dwi bangga.

Sementara Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengaku senang dan bangga, bahkan  menjadi bersejarah bagi Gili Iyang.

“Semoga listrik ini membawa keberkahan bagi kita semua, dan warga Gili Iyang khususnya, agar dapat semakin mengembangkan potensi pariwisata. Insya Allah, kehidupan warga dan ekonomi di tempat ini akan meningkat menjadi lebih baik,” ujarnya gembira.

Pembangunan kelistrikan di Kecamatan Dungkek berlokasi di beberapa titik, antara lain Desa Bancamara (Dusun Malengngen, Bancamara Barat, Bancamara Timur, Lembana, Baneteng Laok) dan Desa Banraas (Dusun Asem, Ra’as Barat, Ra’as Timur, Bungkok).

“Saat ini Rasio elektrifikasi Kab Sumenep masih 87,65%. 2018 kita akan melistriki 14 desa tersebar di Pulau Sepanjang, Raas dan Kangean. Dan 2019, diperkirakan Pulau Tonduk, Pulau Gua Gua, Paleyat, Masakambing, Saubi, Sakala, Pagerungan Kecil dan Sabunten akan terlistriki dan mewujudkan Sumenep 100% terang,” ujar Dwi lagi.

“Dalam upayanya melistriki Gili Iyang, PLN menginvestasikan dana sebesar Rp 12,95 miliar untuk membangun jaringan listrik, 6 buah Gardu Distribusi dengan kapasitas masing-masing 600 kilo Volt Ampere (kVA) dan PLTD berkapasitas 3×500 kW,” timpal Wisnu Yulianto, Manajer Bidang Komunikasi, Hukum & Administrasi PLN Disjatim.

Sedangkan Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT. PLN Disjatim, Pinto Raharjo menambahkan, PLN juga memberikan bantuan program bina lingkungan melalui PLN Peduli sebesar Rp 110 juta kepada masyarakat setempat, untuk peningkatan kapasitas air bersih melalui pembangunan tandon air serta pembangunan masjid di dua desa.

“Hingga Oktober 2017, PLN telah memberikan bantuan CSR sebesar Rp 1.063.770.351 untuk pembangunan sarana prasarana, program Ruimah Kreatif BUMN, Tandon air dan rumah ibadah untuk Kabupaten Sumenep,” pungkas Pinto. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply