Sementara, Akses Jalan Desa Pendarungan Free Zona Angkutan Tambang

banyuwangi-desa-pendarunganBANYUWANGI | BIDIK.CO.ID – Komisi IV DPRD Banyuwangi akhirnya sepakat untuk menutup sementara akses jalan di Desa Pendarungan Kecamatan Kabat dari kegiatan lalu lintas angkutan tambang galian C.

Keputusan itu diambil dalam rapat hearing yang digelar Komisi IV DPRD Banyuwangi, Selasa (25/10) di ruang rapat Komisi IV.

Dalam hearing tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV beserta anggota, Kepala Desa Pendarungan, Dinas PU Binamarga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika, Satpol PP, Polres, dan perwakilan masyarakat pendarungan.

Selama beberapa tahun terakhir rusaknya jalan di Desa Pendarungan tersebut akibat sering dilalui angkutan material batu yang melebihi tonase dari beberapa tambang setempat.

Kepala Desa Pendarungan, Hamid Abdillah mengungkapkan rusaknya jalan tersebut sudah dikeluhkan warganya sejak beberapa tahun lalu, hingga akhirnya kemarahan warga sudah sampai pada puncaknya dan akhirnya mereka menanam pohon pisang ditengah jalan.

Sebenarnya, lanjut Hamid, beberapa waktu lalu pihaknya bersama muspika Kecamatan Kabat sudah mengadakan musyawarah dengan pengusaha tambang dan telah terjadi mufakat, yaitu jalan lam ditutup sementara hingga kondisinya sudah diperbaiki.

“Kami disini hanya ingin mendapat keadilan, untuk itu kami berharap komisi IV bisa memfasilitasi agar keinginan itu bisa terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu Dinas PU Binamarga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kepala Bidang Binamarga, Abdul Kholik menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini sudah melaksanakan pembangunan maupun pemeliharaan jalan sesuai dengan klasifikasinya.

“Selama ini kami melaksanakan pembangunaan dan pemeliharaan jalan di Banyuwangi khususnya di Desa menggunakan jalan kelas III, dan kelas III seharusnya bukan untuk jalam yang dilalui oleh kendaraan yang melebihi muatan seperti amgkutan galian C,” kata Kholik.

Ia menambahkan, kalau memang jalan tersebut sudah dipastikan akan dilalui kendaraan bermuatan berat atau melebihi tonase, maka perlu dilakukan kajian agar jalan didaerah tersebut ditingkatkan klasifikasinya.

Wakil Ketua Komisi IV yang juga sebagai pimpinan rapat hearing, Sofyandi Susyadi mengatakan permasalahan rusaknya jalan di Desa Pendarungan ini diduga akibat angkutan tambang yang melebihi tonase, dengan lalu lintas yang padat dan kelas jalan yang tidak sesuai peruntukannya.

“Berdasarkan informasi yang kita gali dari hearing ini, kita akan rapat kembali bersama instansi terkait untuk memadukan membahas akses jalan yang dilewati angkutan tambang. Untuk memastikannya, minggu depan kita akan tinjau lapang,” tutur Sofyandi.

Solusi sementara, berdasarkan keputusan rapat hearing, akses jalan di Desa Pendarungan Free zona angkutan tambang. (nang)

Foto : Akses jalan Desa pendarungan yang dipasang portal oleh warga. (Nanang)

Be the first to comment

Leave a Reply