Sependapat Dengan Dakwaan Jaksa, Bandar Sabu Divonis 8 Tahun oleh Hakim

ol-saiful-anam-narkoba-perak-2SURABAYA|BIDIK.CO.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Yulisar, akhirnya sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasanudin Tandilolo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, terkait perkara bandar narkoba yang melibatkan Saiful Anam, warga Tenggumung Surabaya sebagai terdakwa.

Terdakwa Saiful dinyatakan terbukti secara sah bersalah, tanpa hak menjual dan mengedarkan narkoba jenis sabu. Oleh karena itu, majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara.

Vonis ini dibacakan majelis hakim pada persidangan yang digelar di ruang Kartika PN Surabaya, Selasa (18/10). “Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar hakim membacakan amar putusannya.

Tak hanya itu, selain hukuman penjara, oleh majelis hakim, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 milyar subsider 3 bulan kurungan.

“Apabila tidak membayar denda, dapat diganti dengan kurungan selama tiga bulan,” tambah hakim.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan penyalagunaan dan peredaran narkoba. Sedangkan sikap sopan terdakwa selama persidangan, menjadi pertimbangan yang meringankan dalam pertimbangan hakim menjatuhkan putusan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada agenda sidang sebelumnya. Oleh jaksa, terdakwa dituntut 11 tahun. Atas putusan ini, kedua belah pihak, baik masih menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui, perkara ini berawal dari penangkapan petugas Polsek Pabean Cantikan terhadap terdakwa pada April 2016 silam. Terdakwa ditangkap petugas, saat sedang menunggu pelanggan di jalan Tenggumung Wetan gang Delima Surabaya.

Dari tangan terdakwa, petugas berhasil mengamankan 3 paket sabu masing-masing seberat 0,3 gram, 350 bungkus plastik kosong untuk membungkus sabu, uang sebesar Rp 400.000 serta handphone warna putih untuk sarana komunikasi terdakwa dengan para pelanggannya.

Kepada petugas, terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut miliknya yang diperoleh dari Adit (DPO) dengan cara membeli. Sabu dibeli terdakwa dengan cara ranjau.

Setelah sabu ditangan, oleh terdakwa akhirnya sabu tersebut dibagi-bagi lagi dalam bentuk paket kecil dan dijualnya seharga Rp 200.00 per paketnya.

Atas perbuatannya, oleh jaksa, terdakwa dijerat pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (eno)

Foto: Terdakwa Saiful Anam saat jalani sidang di PN Surabaya. (eno)

Be the first to comment

Leave a Reply