simpan sabu

Simpan Sabu Didalam Bungkus Kopi, Akhirnya Tertangkap

SURABAYA|BIDIK  – Cara unik yang dilakukan pengedar narkoba jenis sabu – sabu untuk menyiasati petugas. Akhirnya tertangkap juga. Seperti yang dilakukan heru warga Dukuh Pakis Surabaya, dalam menjalankan bisnis haramnya dia menyimpan sabu dalam bungkus kopi.

Hal ini diungkapkan waksatknarkoba  Polrestabes Surabaya Anton Prasetyo,” berawal dari laporan masyarakat tentang adanya transaksi narkoba yang disimpan dalam bungkus kopi,” Ujarnya di Mapolrestabes Surabaya,Selasa (19/12/2017).

Tersangka Heru ditangkap di sebuah apartemen wilayah Dukuh Pakis Surabaya, ketika ditangkap heru mengelak dan menantang polisi untuk mencari barang haram tersebut.

“Kami sempat kesulitan karena memang tidak ditemukan sabu-sabu. Tapi kami malah menemukan satu sachet bungkus kopi instan,” beber Anton.

Di situlah insting polisi bermain. Mereka curiga dengan bungkus kopi tersebut. Sebab saat dikocok, tidak terdengar seperti suara bubuk kopi. “Kami buka bungkus kopi itu. Ternyata di dalamnya ada dua plastik kecil yang isinya sabu-sabu,” terang mantan Kapolsek Asemrowo itu.

Tersangka hanya bisa pasrah dan mengakui perbuatannya. Dia lantas dikeler ke dalam kamarnya. Polisi mencari barang bukti laitn untuk memperkuat penyidikan.

Di dalam kamar, polisi mendapati enam pipet sisa nyabu, lima plastik kecil untuk mengemas sabu-sabu, serta tiga buah timbangan. Polisi juga engamankan ATM korban untuk penyelidikan transaksi jual-beli sabu-sabu yang dilakoni tersangka. “Selain mengedarkan, tersangka juga aktif mengonsumsi sabu-sabu,” ungkap Anton.

Selanjutnya, Heru digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. Di sana, sabu-sabu yang disimpan di dalam bungkus kopi ditimbang. Berat barang bukti narkotika itu adalah 3,25 gram.
barang bukti
Berdasar hasil penyidikan, Heru mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seorang berinisial SP yang berdomisili di Madura. “Kami sudah kantongi identitas pemasoknya. Sampai sekarang sedang kami kejar,” tegas mantan Kapolsek Asemrowo tersebut.

Kepada penyidik, Heru mengaku mendapatkan suplai sabu-sabu dan kemudian mengemasnya lagi. Dia bagi sabu-sabu ke dalam paket hemat untuk diedarkan. “Baru empat kali beli barang dari Madura. Biasanya jual lagi pakai sistem ranjau,” tutur Heru saat dipamerkan kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya.

Karena bisnis haramnya itu, Heru kini harus meringkuk di dalam sel tahanan. Polisi menjeratnya dengan pasal 114 ayat 1 Juncto Pasal 132 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang hukumannya minimal empat tahun kurungan penjara.Riz

Post Author: bidik

Leave a Reply