Sinergi Percepatan Penyambungan Listrik Perumahan

MoU PLN Jatim dengan DPD REI Jatim

Penandatanganan MOU GM PLN Disjatim, Dwi Kusnanto (kiri) dengan Ketua DPD REI Jatim, Danny Wahid. (Foto : Ist)

SURABAYA | BIDIK – PT PLN (Persero) Disjatim melakukan kerjasama dengan Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jatim tentang sinergi pelayanan dan percepatan penyambungan listrik real estate di wilayah Jatim.

Penandatanganan MOU dilakukan GM PLN Disjatim, Dwi Kusnanto dengan Ketua DPD REI Jatim, Danny Wahid di Kantor PLN Disjatim, Rabu (8/11/2017).

Danny Wahid menjelaskan, dengan kerjasama ini, PLN Disjatim akan berkomitmen menyediakan jaringan listrik untuk proyek perumahan anggota REI di wilayah Jatim dengan kualitas pasokan listrik yang andal dan harga sesuai peraturan.

“Saat ini jumlah anggota kami di Indonesia mencapai 527 perusahaan, dimana tiap perusahaan memiliki 2-3 proyek perumahan. Artinya, ada lebih seribu proyek perumahan yang semuanya pasti membutuhkan jaringan listrik,” kata Danny usai MoU.

Saat ini, lanjut Denny, PLN sangat mendukung proyek-proyek anggotannya. Beberapa program seperti Biaya Pemasangan yang bisa dicicil hingga syarat minimal penggelaran jaringan PLN yang diturunkan dari 50 persen menjadi hanya 10 persen.

“Dulu, jaringan baru PLN bisa terpasang jika pembangunan perumahan mencapai 50 persen, kini sudah diturunkan menjadi 10 persen. Ini sangat membantu kami para pengembang untuk mengatur cash flow,” ungkap Danny.

Sementara Dwi Kusnanto menambahkan, PLN sangat mendukung pengadaan jaringan listrik untuk proyek perumahan di Jatim, terutama yang dikembangkan Anggota REI. Saat ini menurutnya, Jatim masih mengalami surplus produksi listrik hingga 1.401 megawatt (MW).

“Dari rasio kebutuhan beban puncak dan daya, kami masih ada cadangan 1.401 MW yang siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Jatim, termasuk kepada perusahaan pengembang perumahan. Tidak benar jika kami tidak bisa memenuhi pemasangan baru,” tegas Dwi.

Saat ini, kemampuan sistem pembangkit PLN di Jatim mencapai 8.822 MW dengan beban puncak 5.285 MW. Sistem pembangkit di Jatim juga menyuplai kebutuhan Jateng 1.816 MW dan Bali 320 MW. PLN Disjatim juga melayani 10,9 juta pelanggan dengan daya terpasang mencapai 18.183 MW. Diperkirakan, pelanggan PLN akan bertambah menjadi 11 juta pelanggan pada akhir tahun ini.

Sedangkan Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjatim, Pinto Raharjo juga menjelaskan, kerjasama ini dalam rangka menyediakan kebutuhan listrik proyek perumahan. Juga menandai komitmen untuk saling bersinergi dan kerjasama dalam pemenuhan kebutuhan daya listrik saat ini dan di masa mendatang dalam rangka mendukung tumbuhnya ekonomi sektor perumahan dan real estate di seluruh Jatim.

“Melalui kerjasama ini, kami berkomitmen memberi pelayanan prima dengan menyediakan account executive di setiap PLN Area sehingga mampu mernberi pelayanan cepat dan transparan kepada semua pelanggan,” pungkas Pinto. (hari)
[00:10, 11/10/2017] Hari Bidik:

Be the first to comment

Leave a Reply