tawur

Siswa SMAN 17 Jadi Korban Pengeroyokan

SURABAYA | BIDIK – Aryamada Wiratama salah satu siswa SMAN 17 Surabaya menjadi korban pengeroyokan puluhan pelajar tak dikenal. Korban yang masih kelas 1 (10) jurusan IPA tersebut mengalami luka memar dan lebam di wajah, luka robek di mulut, serta merasakan mual di bagian perut setelah dipukuli dan ditendang oleh sekelompok pelajar tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Suryo Hadi, orang tua korban, warga Wonorejo Asri langsung melakukan visum luka yang di derita anaknya sekaligus melaporkan kejadian ke Polsek Rungkut dengan laporan polisi bernomor : LP/B/349/XII/2017/JTM/Restabes SBY/SEK RKT.

Kronologisnya, saat itu, Selasa (12/12/2017), korban pamit pulang setelah bermain latihan basket di sekolahnya. Sekitar jam 3 sore dengan diantar teman sekelas yang bernama Daffa Fazrul Huda (DFH) mengajak pergi ke sebuah tempat yang tak jauh dari sekolahnya di SMAN 17, Jl. Raya Rungkut Asri Utama Surabaya.

Ternyata di tempat tersebut sudah ada puluhan anak yang diduga pelajar sekolah lain yang sudah menunggu. Secara tiba-tiba korban langsung disekap dan dipaksa naik ke salah satu sepeda milik salah satu rekannya dan langsung dibawa ke sebuah tempat dekat lapangan dekat sekolahnya SMAN 17.

Ditempat inilah korban dikeroyok dan dipukuli rame -rame dengan tangan kosong, sehingga mengakibatkan luka di bagian wajah dan perut sehingga merasakan pusing dan mual. Korban tak sempat melawan karena dia sendirian, sedangkan teman yang mengeroyok berjumlah lebih dari 20 anak.

Saat kejadian, untungnya ada orang yang lewat, sehingga bisa dilerai, namun korban di bawa ke tempat lainnya di dekat SMPN 35 Surabaya. Di tempat ini, korban dihajar dan dipukuli lagi hingga tak berdaya.

Suryo Hadi, orang tua korban merasa curiga dengan DFH sekaligus teman sekelas korban yang diduga menjadi provokator. Karena saat membawa ke sebuah tempat, sudah ada puluhan anak yang sudah menunggu. Saat itulah korban langsung di sekap dan di bawa ke tempat lain dengan membonceng korban.

“Modus awalnya diduga hanya karena gojlok-gojlokan, DFH adalah alumni SMP Islam Al Falah Waru, sedangkan Aryamada Wiratama alumni SMPN 35 Surabaya, karena ada ketersinggungan itulah, akhirnya menjadi perselisihan dan pengeroyokan, sedangkan anak saya (Aryamada Wiratama, red) yang tidak tahu apa-apa menjadi korban pengeroyokan,” ujar Suryo saat mengadu kepada BIDIK, Selasa (19/12/2017).

Suryo berharap pihak kepolisian Sektor Rungkut wajib memproses siapa dalang dibalik pengeroyokan tersebut, termasuk semua pelajar yang diduga siswa SMA AlFalah Ketintang Surabaya yang terlibat harus diproses secara hukum, tidak pandang bulu. Baik itu anak orang kaya maupun orang miskin, karena penegakan hukum tidak memandang status. “Jadi semua yang terlibat dan terbukti bersalah harus diproses hukum,” pungkas Suryo.

Sedangkan Wakil Kepala SMAN 17, Teguh saat dikonfirmasi BIDIK, Selasa (19/12/2017) tidak bisa berkomentar banyak dan meminta BIDIK konfirmasi ke Polsek Rungkut. “Maaf mas, permasalahannya sudah ditangani Polsek, konfirmasi saja dengan Polsek,” jawab Teguh melalui WA yang dikirimkan BIDIK.  Sementara Kapolsek Rungkut belum berhasil di konfirmasi. (zainul)

Post Author: bidik

Leave a Reply