Taiwan Excellence’ Pamerkan 145 Produk Perawatan dan Kesehatan

Jamhadi, Jeffrey SC Hsiao, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Jatim, Kurniawan Putra bersama pengunjung saat melihat skuter listrik kecil dari produk Heartway Taiwan. (Foto : hari)

SURABAYA | BIDIK – Event ‘Taiwan Excellence’ ke-8 kembali digelar, Jumat – Minggu (10-12/11/2017) di Atrium Plasa Tunjungan 3 Surabaya. Kegiatan ini memamerkan 145 produk-produk handal dengan mengusung tema pemeliharaan kesehatan. Juga produk gadget yang nama brand’nya sudah dikenal masyarakat Indonesia seperti Acer, ASUS, Px dan 65 brand lainnya.

Jeffrey SC Hsiao, Director General Taipei Economic and Trade Office in Surabaya mengatakan, event ini bertujuan untuk perluasan pemasaran produk-produk dari Taiwan ke Surabaya, sekaligus memperkenalkan dan meningkatkan popularitas handal Taiwan di Indonesia.

“Dari program tersebut berimbas pada peningkatan penjualan dari produk-produk Taiwan. Di semester pertama 2017, produk Taiwan, khususnya di segmen IT saja mengalami peningkatan ekspor dari Taiwan ke Indonesia. Selain unggul, harga dari produk Taiwan ini cukup kompetitif. Hal inilah yang mendorong peningkatan penjualan tersebut,” ujar Jeffrey, Jumat (10/11/2017).

Jeffrey menambahkan, kerja sama perdagangan Taiwan dengan Indonesia sejak Januari – September 2017 dibanding 2016 cukup membuahkan hasil yang cukup gemilang. Bahkan, angka pertumbuhannya meningkat hingga 15 persen dari semua kerja sama di segala bidang.

“Jadi untuk tahun ini, nilai ekspor Taiwan ke Indonesia meningkat 13 persen, dan ekspor Indonesia ke Taiwan justru meningkat 17 persen. Hal ini menunjukkan hubungan dagang antara Indonesia dan Taiwan makin membaik dan berjalan harmonis,” ucap Jeffrey.

Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya Jamhadi yang turut hadir membuka acara tersebut menambahkan, Taiwan saat ini ingin menyempurnakan hubungan dagang di Surabaya, termasuk Jatim. Dan saat ini Taiwan merupakan termasuk 15 besar investor di Indonesia.

“Mereka memiliki produk-produk selektif, yang kebanyakan untuk kebutuhan ekspor, untuk itu mereka sangat membantu di sini. Dan produk mereka mampu memperbaiki neraca perdagangan kita. Di produksi di sini, diekspor di luar, berarti kan membantu neraca perdagangan kita,” kata Jamhadi.

Hubungan Taiwan dengan Indonesia dalam bidang ekonomi dan perdagangan jangka panjang telah terjailin Januari – Agustus 2017 telah mencapai 5,29 miiiar dolar AS, yakni naik 14,796 dibanding periode yang sama tahun Ialu.

Ia menambahkan, investasi di Jatim diharapkan total dari Rp 505 triliun untuk mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen. namun dari Rp 505 triliun tersebut terdiri pemerintah, swasta, perbankan sisanya yang baru masuk 67 persen, dan Taiwan ini berkontribusi 15 persen.

“Dari Taiwan saat ini yang banyak masuk melalui produk consumer good, makanan minuman dan hi-tech produk. Dan Jatim banyak terbantu karena Taiwan ekspor, sehingga neraca perdagangan kita juga terbantu. Angka 15 triliun tersebut bukan dari Rp 505 triliun, tapi dari Rp 58 triliun. Taiwan di East of Doing Business ini termasuk di urutan 15 dunia. Sedangkan Indonesia di 2016 lalu di urutan 91 dan tahun ini mencapai urutan ke 72 dunia,” pungkas Jamhadi. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply