Tidak Hanya Jago Demo, Buruh Jatim Juga Peduli Bencana Pacitan

FSP Rokok Tembakau dan SPSI Jatim

Rombongan tim dari FSP Rokok Tembakau dan SPSI Jatim saat foto bersama usai penyerahan bantuan. (Foto : Ist)

PACITAN | BIDIK – Banjir Pacitan yang hampir menenggelamkan seluruh Kab Pacitan membuat para buruh Jatim yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok Tembakau, Makanan dan Minumam (RTMM) -Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim tergerak untuk membantu sesama.

Penggalangan dana yang dimotori Ir Purnomo, sekaligus ketua PD FSP RTMM-SPSI Jatim ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 128,4 juta yang langsung didonasikan kepada korban banjir.

Santoso, Ketua panitia pelaksana mengatakan, para buruh tersebut bergerak ke Pacitan sejak Rabu 6 Desember 2017, yang diikuti oleh puluhan relawan. Ditempat tersebut, selain menyerahkan bantuan dana segar dari para anggota buruh, juga menyalurkan sembako, pakaian layak pakai, makanan, minuman serta obat-obatan.

“Kami ingin membuktikan bahwa para buruh Jatim tidak hanya bisa demo, namun kami juga punya rasa empati dan peduli kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tutur Santoso, Kamis (7/12/2017).

Menurut Santoso, ada sekitar 40 nama perusahaan yang menjadi donatur yang tersebar di Jatim,  Jateng dan Janar, di antaranya MPS Pekalongan Jateng, MPS Cepiring Jateng, MPS Depok, MPS Sragen, MPS Salatiga, Ibu-ibu Pengajian Depok. Sedangkan perusahaan dari Jatim adalah dari Malang, Pasuruan, Jombang, Sidoarjo, Nganjuk, Surabaya, Mojokerto, Gresik, Bojonegoro, Ngawi dan lain-lain.

Seperti diketahui, banjir yang melanda di kab Pacitan telah menghanyutkan 25 orang. Bahkan sebagian orang masih belum ditemukan. Bantuan pun terus mengalir, baik dari pemerintah maupun CSR Perusahaan. Sebagian warga yang terdampak bencana banjir sulit untuk menempati rumahnya yang hanyut. Mereka akhirnya ditampung di sebuah tempat penampungan, ada juga yang menumpang di rumah sanak saudaranya yang tidak terkena dampak banjir.

Distribusi bantuan menuju dua desa itu terkendala akses transportasi darat masih tertutup material longsor. Kendaraan bermotor roda dua maupun mobil kesulitan menjangkaunya. Pengiriman logistik dari pusat kota ke Desa Penggung dilakukan dengan menggunakan helikopter pada Sabtu, 2 Desember 2017.

Selain banjir, Pacitan juga dilanda tanah longsor dahsyat, akhir November 2017. Tujuh kecamatan, yakni Tegalombo, Arjosari, Nawangan, Pacitan, Kebonagung, Tulakan, dan Ngadirojo terkena dampaknya. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, peristiwa itu mengakibatkan 25 orang tewas lantaran tertimbun longsor dan terseret arus air bah. (zainul)

Be the first to comment

Leave a Reply