Tragis, 9 Tahun ABG Ini Jadi Budak Seks Ayah dan Paman Tirinya

Kedua tersangka saat di Mapolrestabes Surabaya. (foto: Rizchi)

SURABAYA, BIDIK.CO.ID – Tragis, berikut istilah yang pas untuk ditujukan terhadap Bunga (17), bukan nama sebenarnya. Betapa tidak, 9 tahun lamanya, ia terpaksa merelakan dirinya dijadikan budak seks ayah tirinya, Priodar Yanto alias Yanto (45).

Kejadian ini berawal dari tahun 2008, saat Bunga masih berumur 8 tahun dan duduk sebagai siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

Bunga dipaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya itu, karena Yanto beralasan tidak puas dengan permainan ranjang ibu kandung Bunga.

Peristiwa bejat ini, setiap kali dilakukan ayah tiri korban di rumah kontrakan mereka. Mulai mereka mengontrak di Gubeng Jaya hingga di jalan Kedung Tarukan Surabaya.

Selain iming-iming uang, korban terpaksa melayani nafsu bejat pelaku, juga karena dibawah ancaman Yanto.

“Diam saja, nanti kamu saya beri uang. Dan ingat, jangan bilang siapa-siapa,” ujar Yanto kepada korban.

Tertekan dengan apa tang dilakukan ayah tirinya, akhirnya Bunga mencoba mencari perlindungan. Ia menceritakan apa yang dialaminya selama ini, kepada Andi Suparmadi alias Andik (36), adik kandung Yanto, yang tak bukan paman tiri korban.

Nasib tragis kembali harus ditelan Bunga, bukan perlindungan yang ia dapat, malah oleh Andik yang berprofesi sebagai guru ini, korban malah dipaksa melayani nafsu beringasnya.

Hal itu terjadi pada pertemgahan Agustus 2016 lalu di rumah pelaku yang terletak di jalan Gubeng Jaya Surabaya.

“Awalnya saya disuruh menginap, karena alasan sudah malam dan saya percaya saja. Lalu sekitar pukul 02.30 WIB, paman saya itu masuk ke kamar, meraba-raba dan mencumbui saya, tak selang lama ia memaksa saya untuk berhubungan badan,” terang korban.

Atas kejadian tersebut, akhirnya Bunga mengadu kepada ibu kandungnya. Tak terima dengan ulah para pelaku, akhirnya ibu kandung korban melaporkan hal ini kepada aparat.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sinto BG Silitonga.

“Berbekal laporan dari ibu kandung korban, unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bergerak cepat dan berhasil menangkap kedua pelaku,” ujarnya, Senin (5/9).

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini diamankan di balik jeruji tahanan Polrestabes Surabaya, dan dijerat pasal 81 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 35 tahun 2002, tentang perlindungan anak,dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. riz