Warga Desa Sukorejo Demo Nutup Jakan Terkait Galian Pipa Gas

Warga menutup jalan dengan pipa dan balok kayu

GRESIK.  BIDIK.  Sedikitnya 300 warga Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, turun melakukan aksi blokade jalan Mayjend Sungkono, sekutar se jam, pasalnya pipa PDAM yang terkena Proyek pipa gas, sehingga aluran ke Desa Sukorejo macet total lebih dari seminggu.

Sekitar jam 16.30 rombongan warga Desa Sukorejo dengan dipimpin oleh Kepala Desa Fathur Rahman berjalan dari balaidesa, dan menuju jalan raya dengan membawa poster tulisan tangan, termasuk membawa anak balita,
Begitu ada alat berat ( exavator) maka sang kades lantas naik dan memberikan orasi, yang intinya dampak dari penanaman pipa gas dan mengenai pipa PDAM menyebabkan 400 rumah dari warga Desa Sukorejo tidak ter aliri air dari PDAM,
” Sudah seminggu ini, kami membeli air untuk kebutuhan mandi dan cuci piring, tanpa cuci baju, itu dalam seminggu habis 100 ribu,  pihak Pwrtagas, atau kontraktir yang memasang pipa harus mengganti biaya beli air yangbkemarin, dan sampai air kembali mancur di rumah kami,” tegas  Hadi salah seorang orator.

Kerumunan warga Desa Sukorejo yang betdemo itu, dalam waktu sekejab langsung menutup jalan dengan menggulingkannpipa ukuran diameter 70 cm ketengah jalan, dan termasuk beberapa balok kayu yang menjadi tumpuan pipa.

Sekitar jam 17.10 para pendemo ini membubarkan diri dengan pulang ke rumah mading mading, namunkepala desa, beserta perwakilan beberapa warga desa berunding dengan PDAM, dan pihak main kontraktor KWRK.
Dalam musyawarah itu warga meminta kepada proyek pemasangan pipa untuk mengganti kerugian masyarakat terkait air PDAM yang tidak keluar karena terjena proyek penggalian untuk pips, dan termasuk segera menyelesaikan dan mengembalikan jalan raya seperti semula, dan tambah kuat, bujan tambah lembek, biar lalu lintas lancar,
Dan juga berharap agar PDAM memberi aliran air yang cukup bagi warga Desa Sukorejo, dan tefmasuk mau dalam berkordinadi dengan pihak KWRK maupun kobtraktor yang dilapangan.

Karena yang hafir dipertemuan tersebut hanya sekelas mandor, maka hasil pertemuan itu di catat oleh notulen
” Harapan kami, tuntutan warga kami di penuhi oleh satu pihak atau tanggung renteng,  kalau tidak ada kejelasan maka kami akan turun lagi dengan membawa massa yang lebih banyak lagi, karena sejak awal sudah jami ingatkan agar jangan mengganggu kepentingan warga,” jelas Fathur Rahman di hadapan PDAM, kontaraktor dari KWRK,  dan DKP tetmasuk warganya yang ikut musyawarah. ( ali)

Be the first to comment

Leave a Reply