Warning, Legen Palsu Beredar Di Surabaya

Dihadapan Petugas Polisi Kedua Tersangka Mempratikan Cara Membuat Legen Palsu

SURABAYA|BIDIK – Bagi Anda yang suka minuman legen, berhati hatilah saat membeli. Sebab banyak pedagang yang curang. Mereka membuat legen bukan dari buah siwalan, tapi dari citroenzuur, cuka dan sodium. Yang tentunya bisa membuat Anda diare.

Seperti yang diungkap oleh unit tindak pidana tertentu reserse kriminal Polrestabes Surabaya, Kamis (15/6/2017) lalu. Petugas berhasil mengamankan penjual legen palsu bernama Herman (43) dan Ngatmiadi (39).

Sedangkan tiga orang lain yaitu Hasyim Asy’ari (36), Lain Made Yasin (79) dan Ikhwan (46) turut diamankan. Mereka masih ada hubungan keluarga. Herman biasanya  berjualan di Jalan Undaan Kulon, Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, terungkapnya kasus ini berkat informasi dari masyarakat.

“Kami sudah lama menerima laporannya, tapi belum mengetahui rumah dan tempat pembuatannya. Setelah informasi terkumpul, kami segera menangkap mereka,” jelas Shinto.

Shinto menegaskan, legen produksi Herman tidak mengandung buah siwalan. Justru bahan kimia yang didalamnya. Ini diketahui dari pengakuan tersangka.

Shinto juga menjelaskan, Herman bisa memproduksi 200 liter legen setiap harinya. Dengan modal hanya Rp 55 ribu, Herman bisa meraup pendapatan sebanyak satu juta lebih dari berjualan sehari.

Sementara itu, Herman mengatakan, dia mendapatkan keterampilan meracik legen palsu dari orangtuanya dan kakek buyutnya.

“Saya jualan lebih dari 20 tahun. Ilmunya sudah turun temurun,” ungkapnya.

Herman juga mengaku sering meminum legen bikinannya sendiri dan tidak pernah sakit perut.

“Selama ini tidak ada yang mengeluh. Jadi saya menyangka tidak apa apa,” aku Herman.

Dalam pembuatannya, Herman cukup mencampur air PDAM dengan
cuka, citroenzuur garam asam,  sodium cyclamate, gula pasir dan susu kental. Bahan bahan ini dicampur begitu saja tanpa direbus.

Setelah itu Herman mengemas legen palsu ke dalam botol kemasan 1,5 liter dan menjualnya  dengan harga Rp 8000 perbotolnya. Sedangkan untuk pembeli yang ingin minum di tempat, Herman menjual Rp 2 ribu per gelasnya.

Bapak empat anak ini mengaku rugi jika menjual legen asli. “Mahal kalau kulak dari  Tuban atau Gresik,” akunya.

Dari para pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu unit motor Tossa nomer polisi S 9313 F, 270 liter legen palsu yang disimpan dalam sembilan jirigen, 360 botol cuka, 400 sachet citroenzuur garam asam, 40 sachet sodium cyclamate, 24 bungkus gula pasir, enam kaleng susu, satu buah ember dan corong.

Dalam kasus ini Herman dijerat dengan pasal 140 jo pasal 86 ayat ayat 1 dan pasal 90 UU RI NO 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a UU RI NO 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 378 KUHP tentang pemalsuan. Ancamannya berupa penjara selama lamanya empat tahun. (Riz)

Be the first to comment

Leave a Reply