XL Sediakan Akses Alternatif Ke Jaringan Internet Global

Dukung Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut

[17:09, 12/13/2017] Hari Bidik: (Ki-ka) Vaughan Bowen, Direktur/Chief Technology Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya, Rudiantara dan CEO Alcatel Submarine Networks, M. Phillippe Piron. (Foto : Ist) [17:46, 12/13/2017] Hari Bidik:

JAKARTA | BIDIK – XL Axiata terlibat penuh dalam pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Australia-Indonesia-Singapore yang menghubungkan Australia dengan Singapura dan melalui perairan Indonesia. Dengan Anyer di wilayah Banten sebagai titik pendaratan (landing point), SKKL ini akan menyediakan alternatif akses internet dari Indonesia ke jaringan global melalui Australia.

Hingga saat ini proses pembangunan jaringan sepanjang 4,600 km ini masih berjalan dan siap untuk beroperasi pada kuartal III/2018. Presdir & CEO XL Axiata Dian Siswarini, Chairman Vocus Group, Vaughan Bowen, CEO Alcatel Submarine Networks M. Phillippe Piron, dan Menkominfo Rudiantara bersama-sama, meresmikan pembangunan proyek infrastruktur jaringan ini di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dian Siswarini mengatakan, keberadaan SKKL Australia- Indonesia-Singapore merupakan sarana infrastruktur yang sangat strategis bagi perkembangan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia. Karena menyediakan konektifitas berkapasitas  besar ke Singapura, terutama ke Australia yang selanjutnya bisa menjadi jalur alternatif ke jaringan global.

Dengan kapasitas mencapai 30Tb untuk jalur Jakarta dan Singapore serta 20Tb antara Jakarta – Perth, SKKL  mampu menyediakan kapasitas hingga 6x lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini.

“Ketersediaan kapasitas/bandwidth yang sangat besar ini  dapat dinikmati pelanggan XL Axiata, termasuk pelanggan korporasi dan penyedia jasa layanan internet di Indonesia. Rute alternatif melalui Australia yang saat ini masih sangat terbatas, akan mengurangi ketergantungan terhadap Singapura yang merupakan jalur utama menyalurkan trafik dari Indonesia ke jaringan global dan rawan gempa bumi. Apabila jaringan internet yang melalui Singapura terjadi gangguan, maka akses Internet dari Indonesia menuju jaringan global tidak ikut terganggu. Karena tersedia pilihan untuk bisa dialihkan melalui jalur alternatif tersebut,” ujarnya.

Vaughan Bowen menabahkan, keberadaan jaringan ini sangat penting untuk mendukung perkembangan infrastruktur TIK di Indonesia. Dan ini merupakan hubingan di tengah arus trafik yang menghubungkan antara Asia dan Amerika Utara dan bukan menjadi sebuah akhir dari jaringan fiber optik yang ada di kawasan tersebut.

Dalam proyek yang dikerjakan oleh Alcatel Submarine Network (ASN) ini, XL Axiata turut serta sebagai landing partner, administrator, dan perwakilan SKKL Australia-Indonesia-Singapore di Indonesia.

Dengan bertambahnya ketersediaan kapasitas bandwidth melalui SKKL Australia-Indonesia-Singapore ini, akan berdampak signifikan, terutama dalam struktur biaya akses internasional melalui rute selatan antara Indonesia dan Australia menuju Amerika yang saat ini masih terbatas. Jalur internet global melalui Australia ini juga lebih aman dibanding melalui Luzon Strait, Filipina yang rentan dengan gempa bumi.

Selain kapasitas yang besar dan rute alternatif selain melalui Singapura, secara teknis keunggulan SKKL ini bisa dilihat dari spesifikasinya, antara lain memiliki 4Fibre Pairs yang menyediakan fleksibilitas koneksi, monitoring 24 jam, 7 hari seminggu dan DC yang menghubungkan antara Australia dan Singapore. (hari)

Be the first to comment

Leave a Reply