Yayasan Asuransi Bakti Bhayangkara Bagikan Ratusan Takjil

Tampak suasana Pembagian takjil oleh karyawan PT ABB di jalan Indrapura Surabaya. (eno)

SURABAYA|BIDIK – Ratusan pengendara motor di kawasan Indrapura, utamanya depan gedung DPRD Jatim, Sabtu (17 Juni) lalu, menghentikan perjalanan sesaat.    Mereka menghentikan motor untuk menerima bingkisan takjil dari karyawan PT Asuransi Bakti Bhayangkara (ABB) Surabaya.
Dalam waktu sekejap saja, ratusan takjil yg dibagikan karyawan ABB ludes. Banyak pengendara motor yg tak kebagian, terpaksa hanya melintas kecewa.
“Koyoke bingkisannya enak2 isinya. Lumayan buat buka puasa di jalan,” komentar Parman, salah satu pengendara motor yg tak kebagian.
“Kami mohon maaf bila hanya sedikit yg dapat kami bagikan sore ini. Mudah2an di kesempatan yg lain kami bisa berbagi dalam jumlah lebih besar,” terang Romi, mewakili karyawan  PT ANB di Surabaya.

IMG_2628
Seperti diketahui, Asuransi Bakti Bhayangkara adalah asuransi yang mempelopori dan mengenalkan konsep asuransi di kartu SIM (Surat Izin Mengemudi) dan pentingnya memiliki asuransi tersebut.
“Sifat asuransi itu adalah usaha preventif pemilik SIM agar mendapatkan perlindungan di kala mendapat musibah di jalan,” terang Romi lagi.
Menurutnya, yayasan ABB sejak tahun 70 -an telah mempelopori asuransi di bidang lalu lintas, utamanya SIM dan pemilik kendaraan yakni asuransi STNK. Di kemudian hari, Yayasan ABB sendiri kemudian ber-metamorfosis mnjd PT ABB dan hanya menangani asuransi SIM saja.

Romi (kiri) dan Doni, salah satu annggota kepolisian yang ikut hadir dalam pembagian takjil.
Romi (kiri) dan Doni, salah satu annggota kepolisian yang ikut hadir dalam pembagian takjil.

Walau tidak sebesar asuransi di STNK, pemilik SIM juga berhak mengajukan klaim bila mengikuti asuransi dgn premi Rp 30 rb tiap 5 tahun bagi pemilik SIM A/B maupun C. Pemilik SIM C berhak mendapat klaim senilai Rp 2 jt bila mengalami cacat atau meninggal dan Rp 200 rb untuk rawat. Pemilik sim A atau B berhak atas klaim Rp 4 jt bagi yg meninggal atau cacat serta 400 rb untuk yg rawat jalan.
“Saya  sih tetap ambil asuransi juga untuk jaga2. Kita tidak minta dapat musibah ya, tapi yg namanya hidup di jalan pasti ada resiko. Lagipula dgn premi lima tahunan senilai 30 rb rupiah kan ndak mahal mas untuk SIM A,” ujar Dwi saat ditemui wartawan di Colombo kala memperpanjang sim A miliknya.
Pengajuan klaim yang tak rumit karena persyaratan yg sama dgn klaim asuransi Jasa Rahardja (satu langkah pengurusan) membuat asuransi SIM jadi lbih mudah. “Klaim bisa diajukan di tiap kantor asuransi bakti bhayangkara di setiap Samsat SIM yang tersebar di seluruh wilayah,” pungkas Romi. (eno)

Be the first to comment

Leave a Reply