PROF DR SUTAN NASOMAL : PURBAYA HARUS BERANI POTONG BENANG KUSUT SISTEM SAAT INI

- Editor

Jumat, 14 November 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bidik.co.id – Jakarta, Sudah sangat betul bila kementerian keuangan melakukan terobosan untuk kemajuan perekonomian rakyat melalui yang namanya bantuan lunak kredit bagi pelaku ekonomi lemah menengah yang selama ini terabaikan oleh yang namanya pemerintah “, ujar Prof Dr KH Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional menjawab materi pertanyaan para pemimpin Redaksi baik. Cetak onlen dalam negeri di kantornya markas pusat partai oposisi Merdeka Jakarta 14/11/2025

Negara INDONESIA besar karena di dukung oleh ekonomi yang sehat. Inilah persoalan saat ini yang harus di perhatikan pak purbaya sebagai seorang mentri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Sutan Nasomal menyampaikan kepada media : Bank Punya Uang Tetapi tidak berani membuka jalur untuk proyek. Ada Proyek tetapi tidak ada uangnya. Padahal ada puluhan juta Masyarakat yang menunggu keberanian pemerintah INDONESIA mendorong kemajuan perekonomian dari mikro sampai makro. Ada jutaan UMKM yang mampu bekerja membangun ekonomi yang sehat.

 

Pak Purbaya harus memanggil semua pimpinan eksekutive bank. Jangan tolak kridit Masyarakat kecil yang lagi membangun usahanya atau mempersulit. Mengapa Bank hanya merangkul para pengusaha besar dan memberikan pinjaman milyaran, yang padahal jelas sering macet dan tidak disiplin.

Maukah pak purbaya memotong benang kusut di sistem saat ini. Hal Ini yang ditunggu oleh Masyarakat luas.

Benang Kusut yang menjadikan kasus merugikan negara akibat di dukung oleh para oknum petugas di Pemerintahan yang bermain dua kaki, hal ini sudah bukan rahasia lagi. Contoh temuan sidak purbaya ke beu cukai Tanjung Perak Surabaya waktu yang lalu.

Baca Juga:  Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal. S.H,.M.H. Pertanyakan Keterlambatan Gaji ke-13 ASN Inhu: "Ada Apa dengan Pemda?

Banyak hal tidak normal ditemui. Artinya lemah pengawasan.

Belum lagi membanjirnya barang barang dari luar negri dengan nilai tidak normal bila ditelusuri. Berdampaknya hancurnya pada kawasan industri nasional INDONESIA.

Tutupnya banyak pabrik dan pindah ke negara lain. Akhirnya PHK dimana mana dan sangat menyakitkan kenyataan ini “penjelasan dari Prof DR KH Sutan Nasomal SE,SH,MH kepada media.”

Ada jutaan Masyarakat yang lapar akibat permainan benang kusut pada sistem yang tidak sehat.

Setelah berantakannya ekonomi seperti saat ini maka pihak pihak yang bermain dua kaki di banyak sektor harusnya di buang. Sistem benang kusut ini gunting. Oknum pejabat pemerintah dan oknum kepala daerah yang nakal tangkap.

Agar sistem yang sehat bisa merubah dan bekerja dengan benar. Agar sistem yang sehat ini berjalan dan Masyarakat kecil tertolong.

Jangan mencari hal yang sudah tenggelam. Ciptakan yang baru untuk mendorong kekuatan ekonomi Masyarakat dan penegakkan hukum harus ketat.

Waktu sudah menjawab bahwa kondisi global ekonomi saat ini tidak sehat. Hanya pemerintah dan Masyarakat yang membangun sistem yang sehat yang tetap kuat berjalan di tengah persaingan perang dagang.

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal SE,SH,MH

Berita Terkait

Keluarga Besar Aliansi Wartawan Gayo (AWG) Ucapkan Selamat & Sukses untuk Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal Sebagai Danrem 011/Lilawangsa
Belajar dari Batam — Sekjen RAJAWALI: Yakin, Fokus, Solid, dan Hargai Waktu yang Tak Bisa Diulang
Hibah ke Instansi Vertikal? DPD MAUNG Lampung: Bukan Sekadar Administrasi, Masyarakat Berhak Tahu Hasil Penyelidikan Secara Terbuka!
Kekurangan Volume & Spesifikasi Tidak Sesuai? DPD MAUNG Lampung: KPK Diminta Awasi Penyelidikan Secara Terbuka dan Akuntabel!
Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!
DPD LSM MAUNG RIAU BUKA PINTU BAGI MASYARAKAT! WAN ADE SYAHPUTRA AJAK MASYARAKAT RIAU BERGABUNG, BERSATU KAWAL TRANSPARANSI DAN KEADILAN
Karhutla Terus Berulang, Ketum Maung&Raajwali Hadysa Prana: Jangan Biarkan Keuntungan Sesaat Menghancurkan Masa Depan Bangsa!
DPC MAUNG Bengkulu Utara: 52 Saksi Sudah Diperiksa Terkait Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Usut Juga Siapa yang Menandatangani Pencairan Dana!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Keluarga Besar Aliansi Wartawan Gayo (AWG) Ucapkan Selamat & Sukses untuk Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal Sebagai Danrem 011/Lilawangsa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Belajar dari Batam — Sekjen RAJAWALI: Yakin, Fokus, Solid, dan Hargai Waktu yang Tak Bisa Diulang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Hibah ke Instansi Vertikal? DPD MAUNG Lampung: Bukan Sekadar Administrasi, Masyarakat Berhak Tahu Hasil Penyelidikan Secara Terbuka!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Kekurangan Volume & Spesifikasi Tidak Sesuai? DPD MAUNG Lampung: KPK Diminta Awasi Penyelidikan Secara Terbuka dan Akuntabel!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

DPD LSM MAUNG RIAU BUKA PINTU BAGI MASYARAKAT! WAN ADE SYAHPUTRA AJAK MASYARAKAT RIAU BERGABUNG, BERSATU KAWAL TRANSPARANSI DAN KEADILAN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Karhutla Terus Berulang, Ketum Maung&Raajwali Hadysa Prana: Jangan Biarkan Keuntungan Sesaat Menghancurkan Masa Depan Bangsa!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:11 WIB

DPC MAUNG Bengkulu Utara: 52 Saksi Sudah Diperiksa Terkait Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Usut Juga Siapa yang Menandatangani Pencairan Dana!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Gudang & Sawmill di Kubu Raya Rawan Barang Ilegal — DPC MAUNG: Tertibkan, Jangan Dibiarkan Berulang!

Berita Terbaru