PROF SUTAN NASOMAL : AMERIKA PANIK SAMPAI DATANG KE CHINA KARENA IRAN MENANG PERANG

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bidik.co.id Negara Adidaya Panik mencari suaka jalinan bisnis ke negara solmetnya yaitu melalui sisen dalam situasi seperti beginilah debut
Kondisi kedatangan Presiden Amerika ke China bisa di maklumi karena kisah Amerika kalah perang bukan rahasia lagi. Kemarahan Negara Amerika di sampaikan Presiden Amerika merayu china agar membuka catatan baru berdagang serta saling menurunkan pajak atau membuka kemudahan kedua Negara tersebut bisa memulai dagang.

Tidak heran Amerika harus datang ke China agar bisa merayu sahabatnya IRAN untuk lebih lunak dan membuka selat HORMUS sehingga kembali aman di lintasi oleh kapal negara manapun.

Selama ini sekian dekade didunia Amerika Serikat terkenal dengan sebutan negara Adidaya namun akibat iran Menang perang tahun 2026 tahun ini mengabaikan predikat Negara adidaya disandang Presiden Amerika Serikat merasa sangat butuh perlu banget menggandeng negara China untuk terjalinnya hubungan bilateral dengan perdagangan yang saling menguntungkan kedua negara dengan berbagai kemudahan dimasing negara sangat lucu memang tapi itulah fatamorgana kehidupan didunia ini yah toh”, ujar Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kantornya di bilangan Cijantung Jakarta 22/5/2026 via telpon selulernya menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi Media cetak onlen dalam luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehebatan militer AMERIKA hanya kisah dongeng bagi IRAN karena sudah berjalan beberapa bulan AMERIKA bersama ISRAEL gagal melumpuhkan kekuatan militer IRAN.

*Kemudian Kedepannya Menuju Akhir Tahun 2026 Apa Yang Akan Terjadi !!!*

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH melihat bisik bisik halus antara IRAN CHINA RUSIA dan KOREA agar melumpuhkan kekuatan militer Amerika Israel sampai tak mampu lagi perang. Tetapi tak bisa di pungkiri agar perang ini bisa disingkatkan dengan memulai perang NUKLIR baik sekala menengah atau sekala besar agar Amerika Israel menjerit dalam kehancuran dalam kekalahan.

Baca Juga:  PROF SUTAN NASOMAL MEMINTA PRESIDEN RI JANGAN KECEWAKAN RAKYAT "BUBARKAN KPK AKIBAT SAKIT JIWA PARAH"

Korban perang yang terlibat telah mencapai ribuan di pihak IRAN LEBANON dan YAMAN begitu juga di pihak Amerika dan Israel.
Belanja biaya perang sampai mei 2026 diperkirakan telah menghabiskan biaya Trilyunan dengan kerugian kehancuran Ribuan Trilyun.

Negara Negara Tim-Teng telah salah membaca kemampuan IRAN mengatur kekuatan militernya tetap tangguh melawan Amerika dan Israel sehingga menjadi ancaman besar serta ketakutan banyak para orang kaya presiden dan raja raja di Tim-Teng.

Keputusan akhir untuk menguasai SDA minyak gas dll di Tim-Teng kemungkinan besar Amerika harus mengalahkan China dalam perang baru di lautan pacifik dan Rusia perang melawan Ukrarina serta eropa. Prof Sutan Nasomal memperkirakan ini adalah keputusan terburuk yang di ambil Amerika serta Israel.

 

Situasi konflik bersekala besar bisa tercipta di banyak negara Asia akibat dampak ekonomi yang sakit parah.
Banyak Negara yang tidak mampu mempertahankan Negaranya karena mahalnya harga minyak dan energi. Kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat menjadi api revolusi yang tidak sengaja di picu oleh tidak pekanya para Presiden di negara ke dua atau ke tiga.

Prof Sutan Nasomal menyampaikan kepada media : Prahara terjadi dimana mana secara cepat, dalam beberapa waktu menjawab akan kemana arah terciptanya kedamaian baru, negara negara dengan sistem atau aturan baru serta dibuangnya sistem dan aturan lama. Kejayaan ilmu dan pemahaman di masalalu kembali digunakan untuk membentuk keseimbangan kehidupan sosial hukum politik atau mendirikan jalur yang lebih kuat di semua pemegang kendali.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Call Center 087719021960.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

PROF SUTAN NASOMAL : TEMBAK MATI DAN TAK BOLEH LEPAS DARI HUKUM. INDONESIA DI SERBU MENJADI PASAR NARKOBA DARI WN MALAYSIA.
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Serukan Semangat Membangun, Mendidik, Memperjuangkan, Mengayomi dan Melindungi Rakyat
Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya
Dapat Selamat Dari Gubernur Lemhanas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Sukses Menjalani PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang.
PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT
Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam
Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 02:54 WIB

Pengamat Intelijen: Cak Imin Justru Membesarkan Gaung Alumni HMI di Tubuh NU

Selasa, 1 September 2026 - 03:40 WIB

Matangkan Rencana Pembangunan Terminal Fase 1, Manajemen BNCT Gelar Rapat Strategis di Simalem Resort

Selasa, 1 September 2026 - 03:35 WIB

BNCT Sambut Kunjungan HMM Co., Ltd., Perkuat Sinergi Logistik Maritim

Selasa, 1 September 2026 - 02:19 WIB

BNCT Kunci Posisi Tiga Besar dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Pelindo Group 2026

Selasa, 1 September 2026 - 02:16 WIB

BNCT Dukung Perlindungan Anak melalui Sinergi Bersama Kejari Belawan dan Pemko Medan

Selasa, 1 September 2026 - 02:12 WIB

Semangat Kemerdekaan di Meja Pingpong: BNCT Sabet Juara II Pertandingan Tenis Meja Pelindo Group

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:06 WIB

Pelindo Regional 1 Dukung Acara Car Free Day di Belawan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Dinilai Tendensius terhadap HMI di Muktamar NU ke-35, Pernyataan Cak Imin Tuai Sorotan Tajam Alumni HMI

Berita Terbaru