Lokakarya di UNTAD, Ini Kata PT. CPM di Depan Para Guru Besar dan Aktivis Sulteng

- Editor

Minggu, 27 September 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — PALU  —

PT Citra Palu Minerals (CPM) menyampaikan langsung penjelasan mengenai aktivitas pertambangan dan isu sosial-lingkungan dalam Lokakarya Forum Multi-Stakeholder Universitas Tadulako (Untad) bersama Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Kamis, 24 September 2026, di Palu.

Materi dari PT CPM disampaikan oleh General Manager (GM) External Affairs and Security PT Citra Palu Minerals, Amran Amier, di hadapan para guru besar, akademisi, aktivis, organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kehadiran PT CPM dalam forum tersebut menjadi bagian penting dari diskusi yang secara khusus membahas berbagai hambatan sosial dan lingkungan dalam agenda hilirisasi, sekaligus bagaimana manfaat industri pertambangan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

 

Amran Amier menyampaikan perspektif perusahaan mengenai kegiatan PT CPM di wilayah Poboya, termasuk aspek operasional, hubungan dengan masyarakat, keamanan, serta komitmen perusahaan terhadap pengelolaan aspek sosial dan lingkungan.

 

Penjelasan tersebut disampaikan di tengah munculnya berbagai sorotan publik terhadap aktivitas pertambangan PT CPM, khususnya terkait pengembangan tambang bawah tanah di Poboya.

 

Sebelumnya, aktivis mahasiswa Muhammadiyah, Moh. Naim Muttaqin, menyoroti rencana tambang bawah tanah CPM dan meminta agar aspek keselamatan serta risiko lingkungan menjadi perhatian serius. Sorotan tersebut antara lain mempertanyakan potensi dampak kegiatan pertambangan terhadap kawasan perkotaan Palu dan masyarakat di sekitarnya.

 

Dalam konteks tersebut, forum Untad menjadi ruang pertemuan antara pihak perusahaan dengan kelompok akademisi dan masyarakat sipil untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka.

CPM Paparkan Perspektif Perusahaan

 

Dalam paparannya, Amran Amier menjelaskan posisi PT CPM sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan pertambangan mineral di Poboya dalam kerangka perizinan dan ketentuan yang berlaku.

 

Menurut perspektif perusahaan, aktivitas pertambangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi mineral, tetapi juga mencakup pengelolaan hubungan sosial, aspek keselamatan, keamanan wilayah operasi, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

 

Penjelasan itu menjadi relevan karena kegiatan pertambangan CPM berada di kawasan Poboya yang secara geografis berdekatan dengan kawasan perkotaan Palu.

Baca Juga:  Sinergi TNI dan Warga di Aceh Tengah Hasilkan Pembangunan RTLH yang Tuntas dan Tepat Sasaran

 

Pada saat yang sama, pengembangan tambang bawah tanah CPM terus berlangsung. Perkembangan proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari agenda pengembangan sumber daya mineral di Sulawesi Tengah.

 

Karena itu, forum Untad juga mempertemukan dua perspektif yang selama ini sering berjalan beriringan namun tidak selalu berada dalam ruang dialog yang sama: kepentingan investasi dan hilirisasi di satu sisi, serta kepentingan perlindungan lingkungan dan masyarakat di sisi lainnya.

Guru Besar dan Aktivis Berikan Catatan

 

Lokakarya tersebut tidak hanya menghadirkan pihak perusahaan. Sejumlah akademisi dan aktivis juga menyampaikan pandangan mengenai arah kebijakan hilirisasi di Sulawesi Tengah.

 

Persoalan lingkungan, manfaat ekonomi bagi daerah, pemberdayaan masyarakat, distribusi manfaat sumber daya alam, hingga tata kelola kebijakan menjadi bagian dari diskusi.

 

Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya transparansi data dan pengawasan terhadap kegiatan industri ekstraktif.

 

Dengan demikian, kehadiran Amran Amier mewakili PT CPM memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyampaikan perspektifnya secara langsung di hadapan kalangan akademisi dan masyarakat sipil.

 

Forum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan industri pertambangan di Sulawesi Tengah kini tidak semata-mata dibicarakan dari perspektif produksi dan investasi, tetapi juga dari sisi tanggung jawab sosial, keberlanjutan lingkungan, keselamatan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

 

Bagi PT CPM, dialog dengan perguruan tinggi dan masyarakat sipil menjadi bagian dari komunikasi publik mengenai kegiatan perusahaan.

Sedangkan bagi kalangan akademisi dan aktivis, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik dan catatan terhadap praktik hilirisasi yang sedang berlangsung di Sulawesi Tengah.

 

Diskusi di Untad akhirnya mempertemukan seluruh pihak pada satu kepentingan yang sama untuk memastikan bahwa agenda hilirisasi sumber daya alam di Sulawesi Tengah berlangsung dengan tata kelola yang transparan, memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (C)

Bidik.co.id

Jauhari M Yunus S.E. CFLE. C.JI. C.L.WI

Berita Terkait

DPD SWI Aceh Barat Raih Penghargaan Dalam Festival Literasi
LSM KCBI MURATARA Temukan Kejanggalan Fatal di SMAN Bingin Teluk: Ini Pelanggaran UU Konstruksi
Babinsa Koramil Jenar Gembleng Ketarunaan SMKN 1 Jenar, Disiplin dan Kekompakan Jadi Bekal Generasi Muda
PETI Tetap Beroperasi Massif di Kotanopan, Wabup Atika Dinilai Mandul dan Gagal Jaga Kampung Halaman
Kasus PETI Kades “GD” Memanas, Bupati Diduga Lakukan Pembohongan Publik; Jurnalis Tempuh Jalur KIP
*Kehadiran Wali Kota Palu di Konkerkab PGRI Parigi Moutong (5/9) Adalah Forum Berbagi Kebijakan Pendidikan, Bukan Politik Praktis*
Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Banten dan Lampung Diguyur Abu Vulkanik
*SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ-2026 AMANKAN DPO KASUS PENEMBAKAN DI PUNCAK*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 17:08 WIB

Lokakarya di UNTAD, Ini Kata PT. CPM di Depan Para Guru Besar dan Aktivis Sulteng

Senin, 14 September 2026 - 17:45 WIB

LSM KCBI MURATARA Temukan Kejanggalan Fatal di SMAN Bingin Teluk: Ini Pelanggaran UU Konstruksi

Jumat, 11 September 2026 - 11:15 WIB

Babinsa Koramil Jenar Gembleng Ketarunaan SMKN 1 Jenar, Disiplin dan Kekompakan Jadi Bekal Generasi Muda

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

PETI Tetap Beroperasi Massif di Kotanopan, Wabup Atika Dinilai Mandul dan Gagal Jaga Kampung Halaman

Selasa, 8 September 2026 - 17:13 WIB

Kasus PETI Kades “GD” Memanas, Bupati Diduga Lakukan Pembohongan Publik; Jurnalis Tempuh Jalur KIP

Minggu, 6 September 2026 - 18:36 WIB

*Kehadiran Wali Kota Palu di Konkerkab PGRI Parigi Moutong (5/9) Adalah Forum Berbagi Kebijakan Pendidikan, Bukan Politik Praktis*

Minggu, 6 September 2026 - 08:40 WIB

Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Banten dan Lampung Diguyur Abu Vulkanik

Sabtu, 5 September 2026 - 12:23 WIB

*SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ-2026 AMANKAN DPO KASUS PENEMBAKAN DI PUNCAK*

Berita Terbaru