BENER MERIAH –BIDIK.CO.ID
Kapolres Bener Meriah AKBP Ricky Nugraha, S.I.K., M.Si., bertindak sebagai pembina upacara pengibaran Bendera Merah Putih di SMA Negeri Unggul Binaan Bener Meriah. Dalam amanatnya, Kapolres mengajak para pelajar untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjauhi perilaku perundungan atau bullying, serta menjadi generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab.
Mengawali amanatnya, AKBP Ricky Nugraha memperkenalkan diri kepada para siswa, siswi, dan dewan guru. Selanjutnya, ia menekankan bahwa menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Bener Meriah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan keluarga dan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya selaku Kapolres Bener Meriah mengajak kita semua untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Bener Meriah. Hal ini membutuhkan kerja sama antara polisi dan seluruh elemen masyarakat, yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal hingga lingkungan pendidikan,” pesannya.
Kapolres juga mengingatkan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar mampu memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat. Ia meminta siswa dan siswi menjauhi perilaku yang dapat meresahkan lingkungan serta senantiasa menghormati orang tua, guru, dan sesama.
Salah satu perhatian utama dalam amanat tersebut adalah pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Kapolres menegaskan bahwa tindakan bullying, baik berupa kekerasan fisik, intimidasi, maupun penghinaan melalui media sosial, dapat menimbulkan dampak serius bagi korban.
Dampak perundungan dapat berupa gangguan kesehatan mental, kecemasan, trauma, penurunan prestasi akademik, hingga keengganan untuk datang ke sekolah. Dalam kondisi tertentu, korban juga dapat mengalami tekanan psikologis berat yang berisiko mendorong tindakan menyakiti diri sendiri.
Oleh karena itu, Kapolres mengajak seluruh pelajar untuk membangun budaya saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani menolak segala bentuk perundungan. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan perundungan dapat membawa konsekuensi hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Patuhi peraturan yang diterapkan di lingkungan sekolah, hormati bapak dan ibu guru, serta jangan melakukan perundungan terhadap teman. Jadilah pelajar yang mampu menjaga sikap dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Lebih lanjut, Kapolres berharap ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter yang diperoleh di sekolah dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang disiplin, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Selain mengingatkan bahaya perundungan, Kapolres Bener Meriah AKBP Ricky Nugraha, S.I.K., M.Si., juga mengajak para pelajar untuk senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Ia mengimbau para siswa dan siswi agar memahami pentingnya keselamatan saat berkendara, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, melengkapi persyaratan berkendara sesuai ketentuan, serta tidak melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya.
Kegiatan upacara tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Bener Meriah, Kasi Humas Polres Bener Meriah, kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa dan siswi SMA Negeri Unggul Binaan Bener Meriah.




Melalui kegiatan ini, Polres Bener Meriah terus mendorong penguatan kemitraan dengan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran hukum, mencegah perundungan, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepedulian sosial sejak dini. Dengan sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Bidik.co.id
Jauhari M Yunus S.E. CFLE. CPPJ.C.JI. C.L.WI


























