
*ACEH TENGAH — BIDIK.CO.ID *
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemandangan berbeda terlihat di Lapangan Musara Alun, Kampung Blangkolak I, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat pagi (23/10/2026). Jika biasanya lapangan ikonik Takengon itu dipadati aktivitas olahraga, kali ini ratusan personel kepolisian bersama masyarakat tampak kompak memungut sampah, menyapu dedaunan, hingga menanam pohon.
Inilah wujud nyata komitmen Polres Aceh Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program unggulan *Green Policing*.
Program ini bukan sekadar seremonial. Aksi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H. tersebut menjadi aksi lanjutan yang konsisten, setelah sebelumnya sukses digelar di lokasi yang sama pada Jumat (16/10/2026) lalu dengan melibatkan masyarakat, aparatur kampung, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon.




Yang dilakukan adalah Aksi Jumat Bersih dan Penghijauan dalam bingkai program Green Policing Polres Aceh Tengah. Kegiatannya sangat lengkap: dimulai dengan senam bersama untuk menjaga kebugaran, dilanjutkan dengan operasi pungut sampah (opsih), pembersihan drainase dan area lapangan, serta penanaman bibit pohon pelindung sebagai investasi jangka panjang untuk penghijauan kota.
Kapolres menegaskan, kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran dan Subsektor di wilayah hukum Polres Aceh Tengah. Sasarannya tidak hanya lapangan, tetapi juga ruang publik lainnya seperti pasar tradisional, terminal, dan tempat ibadah termasuk masjid-masjid.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Polres Aceh Tengah, AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H. Turut mendampingi Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kasi, serta para Kapolsek jajaran.
Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah keterlibatan unsur masyarakat. Hadir aparatur Kampung Blangkolak I, tokoh pemuda, ibu-ibu, dan mahasiswa yang tergabung dalam HMI. Sinergi antara Polisi dan Masyarakat benar-benar terlihat nyata di lapangan.
Aksi kemanusiaan untuk lingkungan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai. Pemilihan hari Jumat bukan tanpa alasan, karena Jumat adalah hari yang berkah untuk berbuat kebaikan, termasuk kebaikan terhadap alam.
Berpusat di Lapangan Musara Alun, Kampung Blangkolak I, Kecamatan Bebesen. Lapangan Musara Alun dipilih karena merupakan jantung kota Takengon, pusat aktivitas olahraga, upacara, dan rekreasi keluarga. Jika Musara Alun bersih, maka wajah Kota Takengon pun akan terlihat bersih dan indah.
Ada dua alasan besar. Pertama, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap isu lingkungan. Sampah plastik dan minimnya penghijauan menjadi masalah serius di banyak daerah. Polres Aceh Tengah ingin hadir sebagai pelopor.
Kedua, untuk mengedukasi masyarakat. Melalui Green Policing, Polres Aceh Tengah ingin mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru: membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah sembarangan, dan mau merawat pohon yang telah ditanam. Karena menjaga lingkungan adalah cerminan budaya dan tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri.
Pantauan Awak Media BIDIK.CO.ID, proses kegiatan berjalan sangat humanis, suasana penuh tawa dan keakraban. Tidak ada sekat antara Kapolres, perwira, bintara, dan masyarakat. Semua berbaur.
Kapolres memberikan arahan singkat. Ia mengingatkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi gaya hidup.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi kunci mewujudkan lingkungan yang bersih, asri, dan sehat. Menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tugas DLH atau petugas kebersihan, tapi tugas kita semua,” tegas AKBP Teguh Siswoyo di hadapan peserta.





Selanjutnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang bertugas memungut sampah plastik, ada yang menyapu, dan ada yang fokus menggali lubang untuk penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah jenis pohon pelindung yang cocok dengan iklim sejuk Takengon.
Aksi ini juga sejalan dengan filosofi dan tagline Polres Aceh Tengah, yaitu *”Melayani dengan HATI – Humanis, Amanah, Tegas, Inspiratif”* serta kearifan lokal Gayo *”Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat”* yang artinya bermusyawarah untuk mencapai tujuan bersama demi masyarakat.




Dengan adanya kegiatan yang berkelanjutan ini, diharapkan Lapangan Musara Alun akan semakin nyaman, teduh, dan menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Aceh Tengah untuk turut menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.
Polres Aceh Tengah membuktikan bahwa tugas polisi tidak hanya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), tetapi juga menjaga Kamtibmas Lingkungan.
* POLISI BERSAMA MASYARAKAT *
BIDIK.CO.ID
WARTAWAN NASIONAL
JAUHARI M YUNUS S E. CFLE. CPPJ. C.JI. C.L.WI


























