Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang.

- Editor

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

Bidik.co.id, —Jakarta, 30 – 8 – 2026 —

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menganalisa bahwa Jutaan Pedagang Dengan modal kecil mengalami krisis dan bangkrut dampak dari sebuah kebijakan program Pemerintah RI di sektor ekonomi lumpuh.

Mas No pedagang bakso mengkisahkan pengalaman pahit getirnya setelah Program MBG di laksanakan. Omsetnya menurun 80% akibat menurunnya daya beli masyarakat. Dari tahun 1994 berdagang bakso solo di kabupaten Bogor sampai tahun 2024 tidak pernah mengalami penurunan daya beli pelanggan sampai 80%.

Menurut Mas No. Ribuan warung makanan dan pedagang didekat sekolah juga mengalami kebangkrutan. Sumber pendapatan orang kecil padam dan hilang. Menjadi ruang luas terbuka jutaan penduduk menjadi pengangguran serta semakin miskin. Yang menikmati Program MBG hanya pengusaha bermodal besar. Karena untuk bisa bermitra membangun dapur SPPG itu harus ada modal diatas 2 milyar

Merasa semakin tergerus modal kecilnya mas no tidak lama lagi tidak bisa usaha dagang bakso lagi, dampak situasi usaha semakin sepi. Dagang bakso dengan mengontrak kios pertahun 35 juta ukuran 5 meter x 10 meter di dekat pasar cikreteg caringin Bogor selama 24 tahun ini telah di tekuni mas no.

Begitu juga dengan jutaan masyarakat pemodal kecil lainnya seluruh Indonesia. Merasakan menurunnya daya beli masyarakat saat ini, sehingga di ambang krisis besar atau di ambang kebangkrutan.
Para pedagang gorengan tempe tahu juga menyampaikan hal yang sama bahwa daya beli masyarakat sangat menurun drastis selama setahun lebih.

Persoalan ini menjadi perhatian Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Kemiskinan semakin meluas di masyarakat Indonesia. Mencari penghasilan untuk menopang kehidupan agar bisa punya uang empat juta perbulan saja sudah tidak mungkin. Setiap keluarga yang kurang mampu umumnya mengontrak rumah petakan dengan nilai satu juta lima ratus ribu atau dua juta perbulan. Biaya untuk makan sehari hari saat ini hanya seketemunya. Yang penting bisa masak nasi setiap hari dari dua liter beras yang di masak.

Baca Juga:  Profesor Sutan Nasomal Dukung BPJPH: Label Halal Wajib Dicantumkan, Pelaku Usaha Jangan Abaikan Aturan

Kondisi masyarakat saat ini tidak sedikit yang harus makan sehari hanya sekali karena tidak ada biaya untuk membeli. Juga banyak masyarakat yang bisa makan dengan melakukan pekerjaan mengemis. Kalau tidak begitu pada kelaparan.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta Presiden RI Prabowo Subianto mencopot para menterinya yang tidak becus bekerja atau tidak paham bahwa rakyat sudah mulai tidak bisa makan. Masyarakat tidak ada penghasilan dampak turunnya daya beli.

Presiden RI harus tegas kepada semua menterinya karena rakyat kalau kelaparan dan kebangkrutan dimana mana terjadi. Pasti mati kelaparan rakyat Indonesia. Maka nama baik Presiden yang menjadi buruk. Kepercayaan dan dukungan masyarakat hilang kepada Presiden. Bisa prahara perang terjadi.

Begitu sedihnya masyarakat karena merasakan semakin sulitnya mendapatkan penghasilan untuk makan sehari hari. Tidak semua orang bisa bertahan dengan situasi ekonomi parah seperti ini. Hal ini disampaikan Prof DR Sutan Nasomal SH,MH kepada para awak media. Ini sudah darurat lapar.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menilai laporan yang datang di meja Presiden RI dari para mentrinya tidak sesuai dengan fakta di masyarakat. Sehingga tidak ada gebrakan mengenai ekonomi agar masyarakat pemodal kecil bisa merasakan manfaatnya dan mampu bertahan untuk kehidupannya.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada awak media. Majunya sebuah negara bisa di lihat dari masyarakat pemodal kecil bisa mendapatkan penghasilan yang sehat dan mampu bertahan guna mencukupi kebutuhannya. Bila semakin banyak yang bangkrut maka negara tersebut sakit parah akibat banyak oknum tidak waras menduduki jabatan di pemerintahan. Hanya memperkaya diri dan para kelompoknya saja dan tidak perduli dengan nasib masyarakat.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum, Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor s
Sutan Nasomal SH MH Rektor Univ STIA STIH Probass Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Bidik.co.id ( Jauhari M Yunus CFLE )

Berita Terkait

DUA TAHUN KEPEMIMPINAN PRABOWO SUBIANTO: ARUS PETIKEMAS PELINDO TUMBUH 6,85%, KONEKTIVITAS MARITIM NASIONAL SEMAKIN KUAT
PROF DR SUTAN NASOMAL : MENGAPA KORUPTOR WAJIB DI TEMBAK MATI. CUMA MATI YANG MAMPU MEMUTUSKAN MATA RANTAINYA
Mengenang Jasa dan Perjuangan Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. A. Kamil Razak, SH, MH: Selamat Jalan Tokoh, Guru, dan Sahabat Karib DePA-RI
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Peringati HUT ke 62, Golkar Ziarah di TMP Kalibata, Putri Nabila Damayanti, SH Hadir Bersama DPP AMPG
Karhutla Kian Parah, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH Soroti Kepunahan Satwa Dilindungi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Di duga Miliki Aset Rp 58 Miliar, Dinas Koperasi Dan UMKM Sumut Sebut Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Modifikasi (CUM) Merupakan Aktifitas Illegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal, Perlu Kolaborasi Lintas Sektoral Cegah Paham Radikal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Joint Operation Ungkap 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapolri Apresiasi Kapolda dan Jajaran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Kuasa Hukum Korban Akan Laporkan Polsek Tamora Ke Poldasu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:23 WIB

Pelindo Regional 1 Audiensi dengan Kejati Sumut, Perkuat Sinergi dan Dukung Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

BNCT dan Mitra Strategis Letakkan Fondasi Pendidikan bagi Generasi Muda Belawan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Pelindo, DP World Foundation, dan Pemkot Medan Berkolaborasi Bangun Sekolah untuk Anak-anak Belawan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda

Berita Terbaru