Profesor Sutan Nasomal Berharap Presiden Prabowo Mau Mendengar Suara Rakyat Untuk Indonesia

- Editor

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Bidik.co.id  Indonesia Sangat Kaya dengan hasil alam bumi laut darat yang beragam macam kekayaan bahkan tongkat untuk ditancapkan di bumi Pertiwi Indonesia akan tumbuh menjadi pohon bahkan dan berbuah manis pada saatnya di tanah, Saya Yakin Program apapun yang dialokasikan oleh yth Bapak Jenderal Haji Prabowo Subianto pastinya keberpihakan dengan kepentingan negara dan bangsa selama ini besok lusa masa mendatang, mari wahai Rakyat Indonesia bangsaku kita dukung penuh dengan hati nurani lapang dada” pekerjaan besar yang sedang dilaksanakan oleh Presiden RI, papar Profesor KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonom Nasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocate Presiden Partai Oposisi Merdeka Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri di kantornya markas pusat partai oposisi Merdeka dibilangan cijantung komplek Koppasus Jakarta 28/6/2026 via telpon selulernya.

Rakyat Indonesia tidak pernah alergi dengan program pemerintah pusat dan pelaksanaannya di semua pemerintah daerah. Maka perlu dukungan besar masyarakat luas agar program tersebut dari akar sampai pucuknya bisa bermanfaat untuk Masyarakat dan Negara Indonesia.

Maka dengan lebih bijaksana lagi bila dalam pelaksanaannya program pemerintah masyarakat luas di libatkan untuk mengawasi dan di ijinkan bersuara bila ada sesuatu yang tidak patut atau tidak benar dalam pelaksanaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH sangat Bangga Indonesia sangat kaya raya dengan hasil SDA yang selama puluhan tahun dikembangkan oleh pemerintah bersama banyak perusahaan yang bermitra dengan pemerintah. Batu Bara puluhan juta ton tiap tahun di jual dan menguntungkan pemerintah bersama perusahaan mitra pemerintah.

Apakah masyarakat asli daerah yang didalam tanahnya di bongkar dan di jual BATU BARANYA puluhan juta ton ikut kaya dan sejahtera. Atau Tetap miskin dan semakin miskin.

Apakah ada yang mendengar aduan masyarakat bahwa hutannya habis di babat untuk pertambangan BATU BARA. Padahal ratusan tahun hutan tersebut adalah harta yang tak ternilai harganya dan menghidupi masyarakat daerah tersebut. Sehingga di masa lalu ada kabar musim panen berlimpah ruah rakyat bisa menabung di daerah dalam bentuk membeli emas atau membeli mesin untuk membajak sawah serta mobil truk untuk membawa hasil pertanian yang berlimpah dari desa ke kota. Saat ini sudah tak ada lagi.

Suara anak daerah yang meminta hak hidup dan meminta di jaga Hutannya, Tanahnya, Sumber airnya, Apakah ada yang mendengar dan memperhatikan baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Dampak kerusakan ekosistem alam akibat pertambangan BATU BARA apakah di perbaiki setelah di exploitasi habis habisan dan puluhan juta ton tiap tahun di jual menguntungkan negara dan para pengusaha mitra pemerintah. Alangkah baiknya suara masyarakat yang mencintai daerahnya di dengar oleh pemerintah pusat.

Negara yang memanfaatkan SDA dengan besar jumlahnya harusnya tidak membiarkan masyarakat daerah semakin miskin dan susah untuk cari uang atau bisa bekerja. Jalan jalan menuju pedesaan di banyak kabupaten masih tanah yang sulit dilewati kendaraan apapun masih banyak dan daerah yang belum ada penerangan listrik juga masih banyak.

Baca Juga:  Operasi Ketupat 2025: Lonjakan Kendaraan, Rekayasa Lalu Lintas One Way dan Contraflow Diterapkan

“Mengapa daerah yang dihisap kekayaannya oleh banyak kepentingan pemerintah pusat dan mitra perusahaannya tidak mampu memperkaya daerah tersebut sehingga sangat sejahtera rakyatnya. Itulah pertanyaan dasarnya !!!

Sekitar 369.356 hektare hutan di Indonesia hilang akibat pertambangan. Apakah ada yang memperbaikinya !!!

Selama 30 tahun terakhir, Indonesia kehilangan jutaan hektare hutan akibat alih fungsi lahan (sawit dan tambang) serta kebakaran. Laju deforestasi mencapai rekor tertinggi pada periode 1990-2000-an dan melonjak saat kebakaran hutan ekstrem. Saat ini, luas lahan berhutan di Indonesia tercatat sekitar 95,5 juta hektare.

Puluhan juta hektare yang selama ini memberikan hasil dan memakmurkan masyarakat daerah kini sudah tidak ada. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTB, NTT, Papua, Hanya catatan usang yang tersisa dan kenangan para orang tua yang lanjut usia bahwa dulu daerahnya sangat berlimpah ruah hasil buah buahan dan hasil hutan serta pertanian. Saat ini hanya debu yang berterbangan yang tersisa dengan lahan lahan yang telah di kuasai oleh bukan putra daerah tersebut.

Sangat menyedihkan hutan habis untuk di exploitasi di ambil dan di jual oleh Pemerintah seperti puluhan juta kayu dari hutan hutan yang selama ini menjadi rumah jutaan air, kini banyak yang gersang, kemudian hasil penambangan Nikel, Biji Besi, Timah, Boxit, Emas, Aspal, Gas, Minyak Bumi di banyak di daerah tetapi kemana uangnya sehingga banyak daerah “menjadi daerah yang miskin.” Apakah para pimpinan daerah tidak mampu menjaga wilayah kerjanya.

81 tahun Indonesia Merdeka telah melewati masa Demokrasi yang panjang serta telah melewati ke 8 kali pemilu serta berganti Presiden RI bersama wakilnya dari putra putri terbaik Indonesia dan berkembang kedewasaan berdemokrasi yang sangat maju, kerja keras dilaksanakan oleh tiap tiap pemerintahan untuk pembangunan dan kemajuan, mengapa masyarakat semakin luas yang miskin dan sangat heran membaca catatan yang sangat pahit karena Negara Indonesia memiliki hutang hampir menyentuh 10.000 Trilyun yang di buka secara umum dan entah berapa sebenarnya. Jadi kemanakah hasil penjualan SDA selama puluhan tahun ini. Apakah Rakyat harus terus di bungkam !!!

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media, bahwa sangat pentingnya masyarakat bersuara agar di daerah lebih diperhatikan oleh pemerintahnya dan apapun pemanfaatan SDA serta dampaknya akibat exploitasi harus ada keterbukaan, adakah manfaatnya untuk daerah tersebut juga harus ada keterbukaan. Jangan hanya di dengar saja penghasilan penjualan SDA menghasilnya ratusan Trilyun tetapi masyarakat didaerah tersebut tetap miskin.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH melihat Presiden RI Prabowo Subianto yang sedang bekerja keras pasti akan bisa memperbaiki sistem yang salah di semua daerah dan membuka seluas luasnya kesempatan untuk masyarakat untuk mendengar suara rakyat serta melaksanakan harapan rakyatnya.

Narasumber Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Asssotion Of Young Indonesian Advocate Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Dorong Pendidikan Advokat Muda, PAMID Buka Program Rumah Hukum
Indonesia Hanya Jadi Penonton, Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Bangun Roadmap Sepak Bola Agar Indonesia Tak Terus Tertinggal
Profesor Minta Presiden RI Perintahkan Semua Aparatur Negara Di Seluruh Indonesia Tertibkan bendera luntur kusam dan Pasang Bendera Bercahaya Mewarnai Indonesia Merdeka !!!
Prof. Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Polri Berbenah, Soroti Dugaan Kisruh di Polres Batu Bara
Prof. Dr. Sutan Nasomal Penindakan PETI Harus Menyasar Aktor Utama, Bukan Hanya Operator
Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk
Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Ultimatum Hukuman MATI Bagi Pejabat Negara Korupsi Dan Di MISKINKAN. Rakyat Menunggu Putusan !!!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Pasca Kebakaran Pasar Jagong Jeget, Polisi dan Warga Bahu Membahu Bersihkan Puing

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Polres Aceh Tengah dan Polsek Jajaran Laksanakan Bakti Sosial di Tempat Ibadah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Merah Putih Berkibar di Tanah Gayo, Masyarakat Bersatu Dukung Pembangunan Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Polsek Jagong Jeget Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran Pasar

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Polsek Silih Nara Bersama Damkar dan Warga Berjibaku Padamkan Kebakaran Tiga Rumah

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sosial dan Bakti Kesehatan Pada Warga Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Wakapolres Aceh Tengah Hadiri dan Saksikan Karnaval Pawai Budaya HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Polsek Jagong Jeget Bersama Damkar dan Masyarakat Bahu Membahu Padamkan Kebakaran di Pasar Jagong Jeget

Berita Terbaru