*Kapolri dan Kepala BNNP Aceh Brigjen Dedy Tabrani Sidak Pabrik Sabu 1,1 Ton di Pidie, 11 Pelaku Teridentifikasi Termasuk 2 WNA*

- Editor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

*– PIDIE  — BIDIK.CO.ID  –*

Bumi Serambi Mekkah kembali digegerkan dengan temuan fantastis. Sebuah lokasi yang diduga menjadi pabrik atau tempat produksi narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil dibongkar aparat gabungan di Gampong Beureueh Ulee Tutue, Kabupaten Pidie, Aceh.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), aparat menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang sedang dalam proses produksi dengan total berat mencapai sekitar *1,1 ton*, termasuk sabu yang sudah siap edar. Jumlah yang sangat fantastis dan menjadi ancaman serius bagi generasi muda Aceh dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan besar ini menjadi sorotan nasional hingga membuat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K..turun langsung meninjau lokasi pabrik sabu tersebut pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Kapolri didampingi langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., http://M.Si., Kapolda Aceh, serta jajaran TNI-Polri dan BNN.

Terbongkarnya lokasi pembuatan atau home industry narkotika jenis sabu dengan barang bukti sekitar 1,1 ton sabu yang sedang diproduksi dan siap edar. Ini diduga menjadi salah satu pabrik sabu terbesar yang pernah terbongkar di Aceh dalam beberapa tahun terakhir.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, Kapolda Aceh, dan tim gabungan.

Berdasarkan keterangan awal di lapangan, aparat telah mengidentifikasi 11 orang yang diduga terlibat dalam jaringan produksi ini. Dari 11 orang tersebut, 2 orang diantaranya diketahui merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang diduga memiliki peran penting dalam peracikan atau sebagai ahli kimia (chemist).

Lokasi tersebut ditinjau langsung oleh Kapolri dan Kepala BNNP Aceh pada hari Jumat, 23 Oktober 2026. Pengungkapan awal dilakukan oleh tim gabungan sehari sebelumnya.

Berlokasi di area perkebunan yang cukup tersembunyi di Gampong Beureueh Ulee Tutue, Kabupaten Pidie. Lokasi dipilih sindikat karena jauh dari pemukiman dan dianggap aman untuk aktivitas produksi ilegal.

Aceh selama ini dikenal sebagai jalur masuk narkotika jaringan internasional. Namun dengan ditemukannya pabrik produksi di Pidie, ini menunjukkan pergeseran modus. Aceh tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah dijadikan tempat produksi. Jika 1,1 ton sabu ini lolos dan beredar, maka jutaan jiwa generasi muda Indonesia bisa menjadi korban.

Dalam konferensi pers di lokasi yang dijaga ketat oleh personel bersenjata lengkap, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani menegaskan dengan nada keras bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh setengah-setengah.

Baca Juga:  Polres Pidie Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat dan Mahasiswa

Menurut Brigjen Dedy Tabrani, penindakan tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan pekerja atau penjaga pabrik di lapangan. Aparat harus membongkar tuntas jaringan tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Pemberantasan narkoba harus sampai ke akar-akarnya. Semua sisi harus ditutup. Jangan biarkan mereka memiliki tempat di Indonesia, khususnya di Aceh. Kita harus bongkar siapa pemilik modalnya, siapa pengendalinya, dari mana bahan bakunya, dan kemana jalur distribusinya,” tegas Dedy Tabrani dengan lantang di hadapan Kapolri dan awak media.

Pernyataan tegas tersebut sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang menginginkan agar Aceh tidak menjadi ruang aman bagi sindikat narkotika internasional.

* TIGA FOKUS PENGEMBANGAN BESAR :*

Saat ini, tim gabungan fokus pada tiga hal besar:

*1. Asal Bahan Baku (Prekursor):* Penyelidik masih mendalami dari mana bahan-bahan kimia untuk membuat sabu 1,1 ton itu didatangkan. Diduga kuat didatangkan melalui jalur laut dan darat secara ilegal.

*2. Jaringan Internasional:* Dengan adanya 2 WNA yang teridentifikasi, aparat menduga kuat ini adalah jaringan narkotika lintas negara (Golden Triangle / Golden Crescent) yang mencoba menjadikan Aceh sebagai basis produksi baru.

*3. Aliran Dana dan Aset:* Tim Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) akan menelusuri aliran dana yang membiayai operasional pabrik raksasa ini.

Brigjen Dedy Tabrani menambahkan, Aceh tidak boleh menjadi ruang gerak sindikat narkoba. Pengungkapan di Pidie ini harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

“Pesannya jelas: perang melawan narkoba tidak cukup dengan menangkap pelaku di lapangan. Jaringan harus dibongkar, sumber produksi dihentikan, dan seluruh mata rantai peredarannya ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tutup Dedy.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi pabrik sabu di Gampong Beureueh Ulee Tutue masih dalam penjagaan ketat aparat gabungan TNI-Polri dan BNN untuk kepentingan olah TKP lanjutan dan pengembangan perkara.

*Catatan Redaksi:* Jumlah barang bukti 1,1 ton sabu, status 11 orang teridentifikasi termasuk 2 WNA, masih berdasarkan keterangan awal di lapangan. Rincian resmi terkait status hukum para pihak dan total berat bersih narkotika menunggu rilis resmi dari Mabes Polri dan BNNP Aceh. *(*)*

* POLISI BERSAMA MASYARAKAT *

BIDIK.CO.ID

WARTAWAN NASIONAL

JAUHARI M YUNUS S.E.CFLE. CPPJ. C.JI. C.L.WI

Berita Terkait

*Adzan Berkumandang, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Langsung Hentikan Sambutan! Momen Haru di Pengungkapan Narkotika di Pidie*
Polres Pidie Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat dan Mahasiswa
Kecelakaan Tunggal Minibus di Jalan Banda Aceh–Medan, 10 Penumpang Luka-Luka
Bekal Dunia Kerja, 271 Siswa SMKN 2 Sigli Ikuti Pembekalan PKL
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Disiram Water Cannon Meski Tunjukkan ID Pers ? DPP RAJAWALI: Kabid Propam, Dewan Pers & Komnas HAM Diminta Turun Tangan!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Dilarang Foto, Didorong, Disiram Water Cannon? DPP RAJAWALI: Hukum Melindungi Pers, Kabid Propam Diminta Bertindak Tegas & Terbuka!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:19 WIB

DePA-RI – UNISRI Bersinergi Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:01 WIB

MAUNG Riau Apresiasi Langkah Kejati Riau Tindak Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Rokan di Rokan Hilir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:43 WIB

DPC LSM MAUNG Kubu Raya Dukung Penuh HUT ke-1 Taman Pelangi Desa Terentang Hilir!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Pemerintah Pusat Turut Bertanggungjawab Atas Anjloknya APBD Kab Siak Hampir Ro. 1 Triliyun Pendidikan Kesehatan Infrastruktur Terancam jadi Korban!!!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Peristiwa di Bogor Berdampak ke Purwakarta! DPD RAJAWALI: Evaluasi Tata Kelola, Pastikan Tak Ada Lagi Kekerasan!

Berita Terbaru