* — PIDIE, — BIDIK.CO.ID – *
Ada pemandangan yang berbeda dan penuh makna di tengah suasana tegang konferensi pers pengungkapan kasus narkotika hasil operasi gabungan di Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (23/10/2026).
Di saat aparat memamerkan barang bukti sabu dan ganja dalam jumlah besar sebagai hasil kerja keras pemberantasan narkotika, sebuah momen keteladanan justru mencuri perhatian publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tengah menyampaikan sambutan dan paparan tegas terkait komitmen Polri dalam memerangi narkoba, tiba-tiba suara adzan berkumandang dari masjid di sekitar lokasi acara.
Tanpa ragu, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu langsung menghentikan sambutannya.
*Detik-detik Khidmat yang Terekam Kamera*
Pantauan Awak Media Bidik.co.id di lokasi, begitu suara adzan terdengar jelas, Jenderal Suyudi Ario Seto langsung terdiam. Mikrofon yang tadinya aktif ia turunkan. Wajahnya menunduk khidmat, mendengarkan panggilan suci tersebut dengan penuh penghormatan.
Sikap spontan sang Kapolri itu langsung diikuti oleh seluruh pejabat dan peserta yang hadir. Mulai dari Kepala BNN Aceh Drs. Dedy Tabrani, para Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda Aceh, hingga para alim ulama dan umara yang hadir dalam acara tersebut. Semua terdiam, menghormati adzan.
Suasana yang semula formal dan tegang berubah menjadi sangat khidmat dan penuh kekhusyukan selama beberapa menit. Tidak ada yang berbicara. Hanya suara adzan yang menggema.
Setelah adzan selesai, Kapolri pun melanjutkan kembali sambutannya dengan tenang.
Momen keteladanan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menghentikan sambutan konferensi pers saat adzan berkumandang sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai agama.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai tokoh utama, didampingi Kepala BNN Aceh Drs. Dedy Tabrani, Kapolda Aceh, jajaran Polres Pidie, serta para Alim Ulama dan Umara Aceh yang turut hadir dalam konferensi pers pengungkapan narkotika hasil operasi gabungan.
Momen tersebut terjadi di tengah berlangsungnya konferensi pers pada Kamis, 23 Oktober 2026, tepat saat memasuki waktu shalat.
Di lokasi konferensi pers pengungkapan kasus narkotika hasil operasi gabungan TNI-Polri dan BNN di wilayah Kabupaten Pidie, Aceh.
Momen sederhana ini menjadi sangat penting dan viral karena memperlihatkan sisi lain seorang pemimpin tertinggi Polri.
Di tengah agenda besar dan ketegasannya dalam memberantas narkotika yang merusak generasi bangsa, beliau tetap menunjukkan kerendahan hati, adab, dan penghormatan tinggi terhadap syariat Islam. Hal ini sangat relevan dengan kultur masyarakat Aceh yang dikenal sangat religius dan menjunjung tinggi syariat Islam.
Publik menilai, inilah contoh kepemimpinan yang sesungguhnya. Kepemimpinan bukan hanya tentang ketegasan dalam bertindak dan keberanian dalam mengambil keputusan, tetapi juga tentang keteladanan dalam bersikap.
Sikap Kapolri tersebut menjadi pesan moral yang kuat bagi seluruh anggota Polri di seluruh Indonesia: Tegas dalam tugas pemberantasan kejahatan, namun tetap santun dalam sikap dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Hal ini sejalan dengan semangat *”Polisi Bersama Masyarakat.* Tegas dalam tugas, santun dalam sikap.”*
Momen ini pun langsung menuai pujian dari para alim ulama yang hadir. Mereka menilai Kapolri Suyudi Ario Seto telah memberikan contoh adab yang luar biasa.
“Ini adalah akhlak pemimpin. Ketika Allah memanggil melalui adzan, maka semua urusan dunia harus berhenti sejenak. Terima kasih Jenderal, telah menghormati adzan di Bumi Serambi Mekkah,” ujar salah seorang ulama yang hadir.
Konferensi pers pengungkapan narkotika tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dari bahaya narkoba.
* POLISI BERSAMA MASYARAKAT *
BIDIK.CO.ID
WARTAWAN NASIONAL
JAUHARI M YUNUS S.E. CFLE. CPPJ. C.JI.C.L.WI
#Kapolri #SuyudiArioSeto #Pidie #Aceh #Viral #Adzan #KeteladananPemimpin #BNN #BNN_Aceh #DedyTabrani #PolriHumanis #Bidikcoid


























