Aktifis Sosial-Politik: Kasus Dugaan Keracunan MBG di Tanah Karo Harus Diselidiki Secara Terbuka

- Editor

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — TANAH KARO –

Kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan pelajar setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Karo, Sumatera Utara, mendapat perhatian dari Aktivis Sosial-Politik, Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos.

Saat ditemui wartawan, Muhammad Mas’ud Silalahi mengatakan bahwa kasus tersebut harus disikapi secara serius dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, yang paling penting saat ini bukan mencari siapa yang harus disalahkan, tetapi mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

“Saya kira kasus ini harus diselidiki secara profesional dan terbuka. Jangan langsung menyalahkan pihak tertentu sebelum hasil pemeriksaan keluar,” ujar Muhammad Mas’ud Silalahi.

Ia mengatakan, program MBG pada dasarnya merupakan program yang baik karena bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

“Programnya bagus. Kita semua tentu berharap MBG berhasil. Tetapi karena yang menerima makanan ini anak-anak, maka faktor keamanan dan kebersihan makanan harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari kejadian tersebut.

“Apakah masalahnya dari bahan makanan, penyimpanan, proses memasak, kebersihan, atau distribusi? Semua itu harus diperiksa. Jangan berdasarkan dugaan,” ujarnya.

Jangan Berhenti pada Pencopotan Kepala SPPG

Muhammad Mas’ud juga menanggapi informasi mengenai pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Ia menilai tindakan administratif boleh saja dilakukan apabila memang diperlukan, tetapi persoalan tidak boleh berhenti sampai di sana.

“Kalau memang ada kesalahan, tentu harus ada evaluasi. Tapi jangan hanya satu orang yang dicopot kemudian dianggap masalah selesai,” tegasnya.

Menurut dia, pemerintah harus melihat seluruh proses pelaksanaan MBG.

“Mulai dari bahan makanan datang, siapa yang menerima, bagaimana menyimpannya, bagaimana memasaknya, siapa yang melakukan pengecekan, bagaimana makanan dikemas dan bagaimana makanan itu sampai ke sekolah. Semua harus diperiksa,” katanya.

Ia khawatir jika hanya satu orang yang diberikan sanksi sementara kelemahan sistem tidak diperbaiki, kejadian yang sama bisa kembali terjadi.

Jangan Jadikan Dugaan Sebagai Kesimpulan

Muhammad Mas’ud juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab dugaan keracunan.

Termasuk mengenai informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan menu ikan dencis.

“Kalau masih dugaan, ya katakan dugaan. Jangan langsung disebut sebagai penyebab sebelum ada hasil laboratorium,” katanya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium harus menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kejadian.

“Kalau memang terbukti ada kontaminasi, sampaikan kepada masyarakat. Kalau ternyata penyebabnya bukan dari makanan tersebut, juga harus dijelaskan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga:  DPW FORMABES SUMUT: “Tidak Ada Alasan” Inspektorat dan Bupati Madina Diam soal Dugaan Keterlibatan Kades Sigegu dalam PETI

Orang Tua Berhak Mendapat Kepastian

Muhammad Mas’ud mengatakan, kekhawatiran para orang tua sangat wajar.

“Bayangkan orang tua mengantar anaknya ke sekolah dengan harapan anaknya mendapatkan makanan bergizi. Kemudian mendapat kabar anaknya sakit setelah makan. Tentu orang tua panik dan khawatir,” katanya.

Karena itu, menurutnya, pemerintah harus memberikan penjelasan secara terbuka.

“Jangan sampai masyarakat hanya mendengar informasi yang sepotong-sepotong. Pemerintah harus memberikan kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh pelajar yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan dengan baik.

“Yang paling utama sekarang adalah kesehatan anak-anak. Mereka harus mendapatkan pelayanan dan perhatian yang baik,” katanya.

Muhammad Mas’ud: Saya Tidak Menolak Program MBG

Muhammad Mas’ud menegaskan bahwa kritik terhadap kasus tersebut bukan berarti dirinya menolak program MBG.

“Saya bukan menolak MBG. Justru saya mendukung program ini. Saya ingin program ini berjalan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG akan mendapat kepercayaan masyarakat apabila pemerintah mampu memastikan makanan yang diberikan benar-benar aman dan bergizi.

“Jangan hanya berpikir berapa banyak makanan yang sudah dibagikan. Yang lebih penting adalah apakah makanan itu aman ketika sampai dan dimakan oleh anak-anak,” katanya.

Minta Investigasi Dilakukan Sampai Tuntas

Muhammad Mas’ud berharap pemerintah dan aparat terkait tidak berhenti pada penanganan awal saja.

Ia meminta seluruh proses diperiksa secara menyeluruh.

“Saya berharap kasus ini benar-benar diselidiki sampai tuntas. Periksa makanannya, periksa bahan bakunya, periksa dapurnya, periksa SOP-nya, periksa proses penyimpanan dan distribusinya,” katanya.

Jika nantinya ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran hukum, ia meminta agar pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai aturan.

“Tapi jangan juga menghukum seseorang hanya karena tekanan masyarakat. Kita harus berdasarkan bukti,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Muhammad Mas’ud kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan drama dalam kasus tersebut.

“Rakyat tidak membutuhkan drama. Rakyat membutuhkan kebenaran. Kalau memang ada kesalahan, katakan ada kesalahan. Kalau tidak ada, jelaskan juga kepada masyarakat. Yang penting semuanya berdasarkan fakta,” katanya.

Menurutnya, kasus Tanah Karo harus menjadi pelajaran agar pelaksanaan MBG di seluruh daerah semakin baik.

“Anak-anak kita harus menjadi prioritas. Jangan sampai niat baik sebuah program justru menimbulkan masalah karena pengawasan yang lemah. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Muhammad Mas’ud Silalahi.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

Elemen Masyarakat Madina Kecam Statemen Wabup Atika Soal PETI Kotanopan: “Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan”
Mencuat, Video Viral Pengisian BBM Tangki Modifikasi Over Kapasitas di SPBU Simangambat Siabu
Gercep Tindak Aduan Narkoba, Polresta Deli Serdang Kena “Prank” di Dua Lokasi
Aktivis Madina: Pembakaran Tiga Ekskavator PETI Dinilai Simbol Runtuhnya Wibawa Satgas
Pasca Pembakaran Tiga Ekskavator PETI di Kotanopan, Bupati dan Kapolres Madina Disorot karena Belum Buka Suara
HMI Madina Kecam Penikaman Anggota DPRD, Desak Polisi Usut Tuntas
Kandang Ayam Berdempetan, Dapur Dinilai Kecil Untuk Ribuan Porsi MBG: SPPG Klambir Lima DISOROT!
Halomoan Nasution Tegaskan Komitmen 234 SC Deli Serdang Dukung Kondusivitas dan Kamtibmas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Polisi Negehi Sekulah, Kasat Binmas Polres Bener Meriah Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Jaga Kedisiplinan

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Sinergi TNI-Polri Warnai Upacara HUT TNI ke-81 di Bener Meriah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Piala Kodim 0119/Bener Meriah Bergulir, 64 Tim Ramaikan HUT TNI ke-81

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Truk Bawa Coklat Mogok di Tanjakan Tengge Besi , Macet Panjang – Respon Cepat Kabag Ops Polres Bener Meriah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Cegah Kemacetan dan Jaga Keselamatan Pelajar, Satlantas Polres Bener Meriah Gelar Pengaturan Lalu Lintas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kesehatan, Polres Bener Meriah Rutin Periksa Kondisi Personel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Kapolres Bener Meriah Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Tokoh Masyarakat, Ulama dan Pemuda di Permata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Jumat Berkah, Polres Bener Meriah Peduli Salurkan Bansos kepada Masyarakat Kurang Mampu di Kecamatan Permata

Berita Terbaru