Pasca Pembakaran Tiga Ekskavator PETI di Kotanopan, Bupati dan Kapolres Madina Disorot karena Belum Buka Suara

- Editor

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — PANYABUNGAN —

Pasca-insiden pembakaran tiga unit alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu dini hari (4/10/2026), sorotan terhadap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum semakin menguat.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Madina H. Saifullah Nasution dan Kapolres Madina AKBP Bagus Priandi disebut belum memberikan keterangan terbuka terkait langkah penanganan pascainsiden maupun dugaan aktivitas PETI di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah kalangan pers serta pimpinan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait dugaan pembiaran aktivitas pertambangan ilegal dan komitmen penegakan hukum juga diklaim belum memperoleh tanggapan.

Insiden pembakaran tersebut terjadi setelah aktivitas pengerukan material menggunakan alat berat di kawasan Jambur Tarutung menjadi sorotan warga. Lokasi aktivitas disebut berada tidak jauh dari Masjid Al-Muhtadin sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan sekitar, termasuk fasilitas tempat ibadah.

Sekretaris Forum KLIK SK (Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan), Arief Azka Batubara, dalam keterangannya di Panyabungan, Minggu (4/10), mempertanyakan sejauh mana langkah pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mencegah eskalasi konflik terkait aktivitas PETI di kawasan tersebut.

Ia meminta pemerintah dan kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka mengenai keberadaan serta aktivitas Satgas PETI yang sebelumnya dibentuk untuk menangani persoalan pertambangan ilegal di Madina.

“Bupati dan Kapolres jangan terkesan diam dan tidak tahu apa-apa. Mereka harus menjelaskan kepada publik. Satgas PETI yang dibentuk itu urgensinya apa jika aktivitas seperti ini masih terjadi?” tegas Arief.

Menurutnya, aktivitas PETI yang disebut telah berlangsung cukup lama semestinya menjadi perhatian aparat karena lokasi kegiatan berada di kawasan yang relatif terbuka dan disebut tidak jauh dari sejumlah fasilitas pemerintahan maupun fasilitas keamanan.

“Kalau memang ada dugaan pembiaran atau pelanggaran, tentu harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan yang transparan. Kami akan menyampaikan persoalan ini kepada instansi yang lebih tinggi agar dapat ditindaklanjuti secara objektif,” ujarnya.

Baca Juga:  LSM KCBI Bongkar Fakta: Pompa Siogung Ogung Milik PU TA 2025, Perkim Tetap Solutif

Arief juga mendesak Polres Madina tidak hanya menangani peristiwa pembakaran alat berat sebagai tindak pidana tersendiri. Menurutnya, dugaan aktivitas PETI yang menjadi latar belakang konflik juga perlu ditelusuri.

“Kami meminta polisi mengusut seluruh rangkaian persoalannya secara profesional. Jika memang ada pengusaha atau pihak tertentu yang terbukti terlibat dalam aktivitas PETI, proses hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya informasi mengenai sosok yang disebut sebagai “pawang” atau pihak yang dianggap memiliki pengaruh kuat di balik aktivitas PETI di Kotanopan.

Arief meminta aparat tidak berhenti pada isu mengenai siapa yang melakukan pembakaran, tetapi juga menelusuri siapa saja yang mengoperasikan, membiayai, menyediakan alat berat, maupun mengambil keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal apabila unsur-unsurnya terbukti.

“Jangan hanya masyarakat yang berhadapan dengan hukum. Jika memang ada jaringan atau pihak yang mengendalikan aktivitas PETI, semuanya harus diperiksa secara objektif,” tegasnya.

Sementara itu, informasi dari lapangan menyebutkan bahwa lokasi pascainsiden telah dipasangi garis polisi. Kondisi di sekitar lokasi dilaporkan relatif kondusif, meski ketegangan masih terasa.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret kepolisian dan pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya konflik susulan, sekaligus memastikan aktivitas pertambangan ilegal tidak kembali berlangsung di lokasi tersebut.

 

Publik juga mendesak adanya penjelasan resmi mengenai langkah antisipatif yang telah dan akan dilakukan aparat, termasuk status penyelidikan terhadap pembakaran tiga unit ekskavator serta dugaan tindak pidana PETI di kawasan Jambur Tarutung.

Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Bupati Madina maupun Kapolres Madina mengenai tudingan yang disampaikan oleh Forum KLIK SK tersebut.

(Magrifatulloh)

Bidik.co.id

Jauhari M Yunus S.E. CFLE. C.JI. C.L.WI

Berita Terkait

Pemilik SPBU Simangambat Siabu Didesak Angkat Bicara Terkait Mafia Solar Subsidi. APH Didesak Turun Tangan.
Elemen Masyarakat Madina Kecam Statemen Wabup Atika Soal PETI Kotanopan: “Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan”
Mencuat, Video Viral Pengisian BBM Tangki Modifikasi Over Kapasitas di SPBU Simangambat Siabu
Gercep Tindak Aduan Narkoba, Polresta Deli Serdang Kena “Prank” di Dua Lokasi
Aktivis Madina: Pembakaran Tiga Ekskavator PETI Dinilai Simbol Runtuhnya Wibawa Satgas
HMI Madina Kecam Penikaman Anggota DPRD, Desak Polisi Usut Tuntas
Kandang Ayam Berdempetan, Dapur Dinilai Kecil Untuk Ribuan Porsi MBG: SPPG Klambir Lima DISOROT!
Halomoan Nasution Tegaskan Komitmen 234 SC Deli Serdang Dukung Kondusivitas dan Kamtibmas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:54 WIB

BAK KUBANGAN KERBAU : JALAN DI DEPAN ARAH SD NEGERI 067262 KOTA CINA MARELAN WARGA MINTA BAPAK BAPAK RICO WAAS WALIKOTA MEDAN UNTUK MEMPERHATIKANNYA

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:55 WIB

BUNG ARSYAD MULIA PASARIBU KEMBALI LAGI PIMPIN DPK KNPI KECAMATAN MEDAN BELAWAN PRIODE 2026 -2029

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:48 WIB

MUBES UBKM MU BERJALAN DENGAN SUKSESTRANSFORMASI UBKM UKHWAH BERSATU BERDAYA DAN BERSINERGI MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASJID KOTA MEDAN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 01:59 WIB

Hari Pelindo ke-5, Pelindo Regional 1 Belawan Refleksikan Perjalanan dan Semangat Transformasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Regional 1 Potong Tumpeng Peringati Hari Pelindo ke-5

Rabu, 30 September 2026 - 15:26 WIB

Perkuat Budaya Continuous Improvement, BNCT Gelar Lean Training 2026 demi Wujudkan Operasional Unggul

Rabu, 30 September 2026 - 15:11 WIB

Tiga Tahun Mengabdi, BNCT Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan Efisien Berbasis Green Port

Selasa, 29 September 2026 - 07:17 WIB

Pakai Mobil Patroli Satpol PP, Puluhan Anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kunjungi Mako Damkarmat Medan

Berita Terbaru