JALAN NASIONAL TAKENGON-BIREUEN DI KM 56 PINTU RIME GAYO HANCUR, OKNUM MENGAKU BPJN BANDA ACEH BERSIKAP AROGAN KEPADA WARTAWAN

- Editor

Rabu, 4 November 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

BENER MERIAH – BIDIK.CO.ID

Kerusakan parah Jalan Nasional di Desa Alur Gading, tepatnya di KM 56 Dusun Transad, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, hingga Rabu (4/11/2026) tak kunjung diperbaiki.

Pantauan Media Bidik di lapangan, badan jalan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi longsor dan banjir pada 26 November 2025 itu hancur berlubang, dipenuhi lumpur dan genangan. Kondisi ini sangat membahayakan dan mengganggu pengguna jalan, baik kendaraan maupun pejalan kaki yang melintas dari arah Takengon maupun dari arah Bireuen. [Foto kondisi terlampir]

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, saat awak media melintas dan melihat ada petugas lapangan dari BPJN yang sedang parkir di depan rumah warga, upaya konfirmasi justru mendapat respon tidak etis.

Saat ditanya soal lambatnya penanganan jalan tersebut, seorang pria yang mengaku petugas dari BPJN Banda Aceh justru balik bertanya dengan nada ketus, “Tau enggak kenapa lama pengerjaan?”

Saat awak media menjawab tidak tahu, oknum tersebut beralasan “uang untuk pengerjaannya tidak cukup” dan pengerjaan dimulai dari arah Bireuen baru ke arah Pintu Rime Gayo sambil menunjuk badan jalan yang rusak.

KEBERATAN BUKA IDENTITAS, PAMER BEKING APARAT DAN WARTAWAN

Kejanggalan berlanjut. Saat ditanya identitasnya, oknum yang mengaku dari BPJN Banda Aceh dan Kementerian Pusat itu menolak menyebutkan namanya. Yang ia sodorkan justru nama petugas lapangan lain. Nomor handphone pun menolak diberikan.

Baca Juga:  Wakapolres Bener Meriah Hadir di Tengah Masyarakat, Serap Aspirasi Warga Wonosobo melalui Program Quick Wins

Dengan gaya angkuh sambil menghisap vape, oknum tersebut justru melontarkan pernyataan yang patut dipertanyakan:

“Kami dari BPJN Banda Aceh dan dari Kementerian Pusat sudah kerja sama dengan semua wartawan, baik wartawan nasional, lokal, dengan pihak polisi, tentara. Kalau kita telepon mereka langsung bergerak dan berkumpul.”

Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya besar di benak awak media. Apakah polisi, tentara, wartawan nasional dan lokal menjadi beking BPJN sehingga alergi terhadap pertanyaan kritis dari media lapangan?

Media memiliki hak publikasi dan hak mencari informasi atas temuan di lapangan yang menyangkut kepentingan publik.

TUNTUTAN MEDIA BIDIK:

1. Mendesak Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk segera memperbaiki Jalan Nasional KM 56 Pintu Rime Gayo yang sudah hampir setahun rusak pasca bencana.

2. Mendesak Kepala BPJN Aceh mengevaluasi dan memperbaiki etika petugasnya di lapangan. Petugas yang ditugaskan untuk pelayanan publik harus memiliki etika, transparan, dan tidak antikritik apalagi bersikap arogan kepada wartawan.

3. Meminta BPJN Aceh membuka transparansi anggaran penanganan bencana jalan Takengon-Bireuen. Alasan “uang tidak cukup” bukan jawaban yang bisa diterima untuk jalan nasional yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Gayo.

Jalan rusak dibiarkan, wartawan yang bertanya malah digertak dengan nama aparat. Ini preseden buruk bagi pelayanan publik.

 

Berita Terkait

Respon Cepat, Polres Aceh Tengah Amankan Tiga Terduga Pelaku Penyekapan
Kapolres Bener Meriah Salurkan Bantuan Sembako untuk Pondok Pesantren Indonesia Madani Islamic Instruction
Kapolres Bener Meriah Kumpul Bersama Masyarakat, Warga Apresiasi Penertiban BBM Bersubsidi
Hujan dan Kabut Selimuti Bener Meriah, Kapolres AKBP Ricky Nugraha Ingatkan: Nyalakan Lampu, Jaga Nyawa – Keluarga Menunggu di Rumah
Personel Polres Bener Meriah Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Aktivitas Lalu Lintas Aman dan Lancar
Polres Bener Meriah Gelar Pemeriksaan Kesehatan Fisik bagi Personel, 215 Personel Telah Jalani Pemeriksaan
Ketua DPRK Bener Meriah Dukung Kapolres Berantas Narkoba: Sikat Habis Bandar, Lindungi Generasi Muda
Bukan Soal Asap, Ini Soal Masa Depan: Polres Bener Meriah Hentikan Total Vape dan Pod
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:55 WIB

Sat Lantas Polres Aceh Tengah Imbau Pengendara Nyalakan Lampu Kabut Saat Hujan dan Berkabut, Utamakan Keselamatan

Senin, 2 November 2026 - 14:56 WIB

Polidik (Polisi Peduli Pendidikan), Wakapolres Aceh Tengah Sampaikan 5 Hal Penting Ke Siswa di SMP 2 Takengon

Minggu, 1 November 2026 - 17:46 WIB

Anggota DPR RI Komisi III H.T. Ibrahim Dukung Kapolres Aceh Tengah Perangi Narkoba, Ajak Semua Elemen Bersatu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Dua Bulan, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Suling (Subuh Keliling), Kapolres Aceh Tengah Ajak Peduli Keamanan Lingkungan, Hindari Riba, Lawan Narkoba dan Tertib Berlalulintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Hari Keempat Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tengah Gencarkan Penertiban, 602 Leaflet Disebar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Green Policing, Lagi Polres Aceh Tengah Sinergi Bersama TNI, Instansi Terkait dan Masyarakat Pungut Sampah dan Tanam Pohon di Lapangan Musara Alun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Jumat Keliling di Baitul Marhamah, Kapolres Aceh Tengah : Hindari Riba, Jaga Kebersihan Lingkungan dan Tertib Berlalulintas

Berita Terbaru