Kisruh Bantuan Huntara di Bener Meriah, Warga Ungkap Dugaan Salah Sasaran dan Pemotongan Dana Bantuan

- Editor

Senin, 16 Maret 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah Bidik.co.id

Penyaluran bantuan hunian sementara (Huntara), bantuan tunai sebesar Rp8 juta, hingga dana jadug di Desa Bale Keramat, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, diduga tidak tepat sasaran.

Sejumlah warga menilai terdapat ketidaksesuaian data penerima bantuan yang berpotensi merugikan masyarakat yang benar-benar terdampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan masyarakat kepada media ini, Minggu (15/03/2026), masih terdapat warga yang dinilai layak menerima bantuan namun justru tidak masuk dalam daftar penerima.

“Masih ada masyarakat yang rumahnya terdampak bencana tetapi tidak mendapatkan bantuan sama sekali,” ungkap salah seorang warga Desa Bale Keramat.

Selain itu, jumlah penerima bantuan Huntara juga menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah penerima disebut mencapai 67 Kepala Keluarga (KK).

Namun, hasil penelusuran sementara di lapangan menunjukkan hanya sekitar 47 KK yang terdata.

Warga juga menyebutkan, berdasarkan kondisi riil di lapangan, rumah yang benar-benar mengalami kerusakan akibat bencana hanya sekitar 4 unit.

Ditambah sekitar 5 unit rumah yang berada di bantaran sungai dan dinilai berisiko serta layak menjadi prioritas penerima Huntara.

“Kalau dilihat dari kondisi sebenarnya, rumah yang rusak sekitar empat unit. Ditambah yang berada di bantaran sungai sekitar lima unit, itu yang seharusnya menjadi prioritas,” jelas warga.

Tak hanya itu, warga juga mengaku adanya dugaan pemotongan dana bantuan tunai. Dari keterangan penerima, dana Rp8 juta yang diberikan disebut mengalami potongan dengan nominal berbeda.

“Yang rumahnya tidak terkena bencana dipotong sekitar Rp1,8 juta, sementara yang rumahnya terdampak dipotong sekitar Rp800 ribu,” ungkap salah satu warga penerima bantuan.

Baca Juga:  Kegiatan Perdana Karutan Bener Meriah, Tegaskan Komitmen Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan

Selain bantuan tunai, penyaluran dana jadug juga disorot karena dinilai tidak tepat sasaran.

Warga menyebut ada penerima yang tidak sesuai kondisi di lapangan, sementara yang lebih layak justru tidak mendapatkan bantuan.

Bahkan, masyarakat menduga terdapat perangkat desa serta warga yang tidak terdampak bencana ikut menerima bantuan tunai tersebut.

Menanggapi persoalan ini, Pakar Hukum Pidana Internasional, Prof. Sutan Nasomal SH MH, meminta agar Pemerintah Aceh segera turun tangan.

“Masalah bantuan musibah di Kabupaten Bener Meriah perlu mendapat perhatian serius.

Gubernur Aceh sebaiknya turun tangan agar tidak ada oknum yang memperkaya diri dalam penyaluran bantuan tersebut,” ujarnya, Minggu (15/03/2026).

Ia menegaskan, apabila terbukti terdapat penyimpangan atau manipulasi data dalam penyaluran bantuan, maka hal tersebut dapat masuk dalam kategori tindak pidana.

“Jika terbukti ada penyalahgunaan atau permainan data, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Atas berbagai persoalan tersebut, masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk terhadap pihak-pihak terkait di tingkat desa.

Warga juga meminta agar proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Harapan kami agar pihak berwenang segera memeriksa permasalahan ini supaya semuanya jelas dan tidak merugikan masyarakat,” tutup warga.

Sementara itu, pihak media telah berupaya mengonfirmasi kepada Kepala Desa Bale Keramat melalui sambungan telepon seluler. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

 

Berita Terkait

Kapolres Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Kecamatan Bukit
Usai Salat Jumat, Kapolres Bener Meriah Salurkan 20 Paket Sembako untuk Warga Burni Telong
Dua Tahun Diduga Kuasai Kebun Kopi dan Rumah Warga, Kades Tingkem Benyer Dilaporkan ke Polisi
Polres Bener Meriah Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kapolres dan Pejabat Kepolisian
Polisi Hadir Sejak Pagi, Strong Point Polres Bener Meriah Jaga Keselamatan Pelajar dan Kelancaran Lalu Lintas
Hari ke-125 Suling, Kapolres Bener Meriah Pamit dan Titip Pesan Kamtibmas kepada Masyarakat
Panen Lele di Rutan Bener Meriah, Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung UMKM Koperasi
Belum 24 Jam, Tim URC Sat Reskrim Polres Bener Meriah Ringkus Spesialis Pembobol Rumah Kosong
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:07 WIB

Jaga Kebugaran dan Kesiapsiagaan, Personel Polres Bener Meriah Rutin Latihan Jasmani

Jumat, 25 September 2026 - 16:58 WIB

Polres Aceh Tengah Turun ke Jalan, Kawal Pelajar dan Warga di Tengah Kesibukan Pagi

Senin, 14 September 2026 - 17:23 WIB

Pedang Pora dan Tari Guel Warnai Lepas Sambut Kapolres Aceh Tengah Khidmat dan Suasana Haru

Minggu, 13 September 2026 - 15:39 WIB

Polisi Gerak Cepat Tangani Bencana Longsor Timbun Dua Rumah di Silih Nara Aceh Tengah

Minggu, 13 September 2026 - 15:27 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Celala Aceh Tengah, Polisi Bergerak Cepat Amankan Jalur dan Koordinasikan Penanganan

Minggu, 13 September 2026 - 15:18 WIB

Longsor Tutup Jalan Takengon–Angkup Aceh Tengah, Polisi dan BPBD Bergerak Cepat Bersihkan Material Arus Lalulintas Kembali Normal

Minggu, 13 September 2026 - 15:11 WIB

Patroli Presisi Polres Aceh Tengah Bergerak Malam Hari, SPBU hingga Pusat Keramaian Dipantau

Minggu, 13 September 2026 - 15:02 WIB

Cegah Karhutla, Polres Aceh Tengah Terus Gencarkan Patroli dan Sosialisasi

Berita Terbaru