Prof DR Sutan Nasomal : Ini Bencana Nasional. Masyarakat Indonesia Meminta Bantuan PBB dan Negara Manapun Menghentikan Kebakaran Hutan

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

JAKARTA ,24-10-2026, — BIDIK.CO.ID

Protes Masyarakat dari kebakaran hutan di banyak tempat yang mengancam kesehatan dan nyawa masyarakat karena sudah lebih 5 bulan tidak juga bisa di atasi oleh Pemerintah Daerah dan Pusat.

Sesak nafas akibat asap mengganggu nafas penduduk dewasa dan anak anak. Api yang telah mendekati rumah penduduk di Kal-Sel Barito Kuala adalah salah satu peristiwa yang jelas mengancam nyawa manusia harta benda dan apa saja yang di miliki masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan bantuan PBB dan Negara Manapun di sampaikan masyarakat karena sangat takutnya kobaran api menghancurkan wilayah penduduk dan menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH juga mengatakan hal yang sama agar secepatnya bantuan diturunkan dari PBB dan Negara Manapun.

Indonesia masih mengalami musim kemarau dampak El Nino yang akan mengancam kebakaran di banyak tempat. Situasi seperti ini tiap menit banyak lahan menjadi sumber api dan menghancurkan perkebunan dan hutan. Juga mendekati perumahan masyarakat.

Perlu teknologi tinggi untuk menghentikan kebakaran hutan saat ini yang di miliki oleh negara negara maju. Juga perlu diperhatikan dampak kebakaran akan menyisakan kehancuran atau kemiskinan di masyarakat. Maka perlu di hadirkan team kesehatan International dan ketersediaan obat serta makanan.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menghimbau pihak pihak pemangku pemerintahan agar membuka pintu agar hadir bantuan dari International. Ada ratusan ribu satwa yang perlu di selamatkan agar tidak mati hangus terbakar.

Kebakaran Hutan Tercatat belum padam
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan yang belum padam paling besar, yakni 389,39 ha dari total target penanganan 452,49 ha. Sementara itu, di Sumatera Selatan, masih terdapat 108,50 ha lahan yang belum padam dari total 401,67 ha.

Di Jambi, lahan yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan mencapai 64,50 ha dari total 96,50 ha. Adapun di Kalimantan Selatan, masih tersisa 7,50 ha dari target penanganan 58,45 ha.

Baca Juga:  Putri Nabila Damayanti, SH Ucapkan Selamat dan Sampaikan Harapan ke KAPOLRI yang Baru Komjen Pol Suyudi Ario Seto

Sementara itu, di Kalimantan Barat, luas lahan yang belum padam tersisa 0,19 ha dari total 11,92 ha. Adapun seluruh lahan terdampak karhutla seluas 3,30 ha di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Di Jawa Tengah, kebakaran melanda kawasan lereng terjal dan curam di Kabupaten Karanganyar dengan luas sekitar 230 ha. Penanganan di lokasi tersebut terkendala angin besar yang berubah-ubah.

Karhutla juga tercatat di Maluku Utara dengan luas sekitar 179,13 ha, Kalimantan Timur dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar 97,77 ha, serta Taman Nasional Way Kambas di Lampung seluas 31 ha.

Di Sulawesi Barat, kebakaran di Kabupaten Mamuju mencapai sekitar 20 ha. Separuh dari luas tersebut telah dipadamkan, sementara sekitar 10 ha di Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo, masih dalam penanganan.

Adapun di Sulawesi Utara, kebakaran di Kabupaten Minahasa Utara mencapai sekitar 5 ha. Kebakaran di TPA Sumompo, Manado, seluas sekitar 3 ha juga masih menyisakan 1 ha yang belum padam.

Kebakaran turut dilaporkan terjadi di TPA Pasir Bajing, Garut, Jawa Barat, seluas sekitar 4 ha dan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sekitar 3 ha.

Semoga kebijaksanaan Pemerintah Daerah dan Pusat dapat memberikan izin agar Negara Negara sahabat dapat membantu situasi yang sangat berbahaya dampak kebakaran hutan di sumatera Kalimantan Jawa dan daerah lainnya.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates Rektor UBNB Rektor STIA STIH STIK Pronass.

BIDIK.CO.ID

WARTAWAN NASIONAL

JAUHARI M YUNUS S.E. CFLE. CPPJ. C.JI. C.L.WI

Berita Terkait

DUA TAHUN KEPEMIMPINAN PRABOWO SUBIANTO: ARUS PETIKEMAS PELINDO TUMBUH 6,85%, KONEKTIVITAS MARITIM NASIONAL SEMAKIN KUAT
PROF DR SUTAN NASOMAL : MENGAPA KORUPTOR WAJIB DI TEMBAK MATI. CUMA MATI YANG MAMPU MEMUTUSKAN MATA RANTAINYA
Mengenang Jasa dan Perjuangan Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. A. Kamil Razak, SH, MH: Selamat Jalan Tokoh, Guru, dan Sahabat Karib DePA-RI
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Peringati HUT ke 62, Golkar Ziarah di TMP Kalibata, Putri Nabila Damayanti, SH Hadir Bersama DPP AMPG
Karhutla Kian Parah, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH Soroti Kepunahan Satwa Dilindungi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hukum Tajam ke Bawah Saja = Bukan Hukum — Sekjen RAJAWALI: Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Sistem Bisa Melindungi Diri Sendiri? DPD RAJAWALI Batam: Mengapa Saat Dibutuhkan, Semua Tidak Berfungsi? Ketua RAJAWALI Batam: Pulihkan Seluruh Kerugian, Rp57,3 Miliar Adalah Uang Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Disiram Water Cannon Meski Tunjukkan ID Pers ? DPP RAJAWALI: Kabid Propam, Dewan Pers & Komnas HAM Diminta Turun Tangan!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Dilarang Foto, Didorong, Disiram Water Cannon? DPP RAJAWALI: Hukum Melindungi Pers, Kabid Propam Diminta Bertindak Tegas & Terbuka!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:19 WIB

DePA-RI – UNISRI Bersinergi Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:01 WIB

MAUNG Riau Apresiasi Langkah Kejati Riau Tindak Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Rokan di Rokan Hilir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:43 WIB

DPC LSM MAUNG Kubu Raya Dukung Penuh HUT ke-1 Taman Pelangi Desa Terentang Hilir!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Pemerintah Pusat Turut Bertanggungjawab Atas Anjloknya APBD Kab Siak Hampir Ro. 1 Triliyun Pendidikan Kesehatan Infrastruktur Terancam jadi Korban!!!

Berita Terbaru