DIDUGA ADA MOBILISASI ALAT BERAT KE KAWASAN PETI BATANG GADIS, SATMA AMPI MADINA: APARAT JANGAN TUNGGU VIRAL BARU BERTINDAK

- Editor

Rabu, 2 September 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — MADINA

Dugaan mobilisasi alat berat dari kawasan Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, menuju kawasan Sungai Batang Gadis di wilayah perbatasan Tapsel–Madina kembali memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat.

Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, meminta aparat penegak hukum tidak bersikap pasif terhadap informasi tersebut. Menurutnya, apabila benar terdapat alat berat yang bergerak menuju kawasan yang diduga menjadi lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI), maka hal itu semestinya dapat ditelusuri secara serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mempertanyakan, bagaimana alat berat bisa keluar-masuk menuju kawasan yang diduga menjadi lokasi PETI? Siapa pemilik alat beratnya? Siapa yang menyewa? Siapa operatornya? Dan yang paling penting, siapa yang membiayai aktivitas tersebut?” tegas Muhammad Saleh.

Ia menilai pemberantasan PETI tidak boleh hanya menyasar orang-orang yang bekerja di lapangan.

“Jangan hanya berani menyentuh pekerja kecil. Kalau memang terbukti ilegal, bongkar sampai ke pemilik alat, pemodal, pengatur operasional, dan pihak lain yang terlibat. Kalau hanya pekerja yang ditindak sementara aktor di belakangnya tidak tersentuh, pemberantasan PETI tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Muhammad Saleh juga menyoroti dugaan jalur mobilisasi alat berat menuju kawasan Sungai Batang Gadis. Ia meminta aparat terkait melakukan pengecekan langsung dan tidak sekadar mengandalkan laporan administratif.

“Jangan tunggu lokasi itu rusak parah, jangan tunggu masyarakat ramai mempersoalkan, dan jangan tunggu viral baru turun ke lapangan. Kalau informasi ini benar, segera cek. Kalau tidak benar, berikan klarifikasi resmi. Sederhana,” katanya.

MINTA KONFIRMASI RESMI APARAT
SATMA AMPI Madina secara terbuka meminta konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum dan instansi berwenang mengenai dugaan aktivitas tersebut.

Muhammad Saleh meminta beberapa hal dijelaskan kepada publik:
1.Apakah benar terdapat aktivitas pertambangan di kawasan yang dimaksud?
Apakah kegiatan tersebut memiliki perizinan yang sah?

Baca Juga:  Langkah Manajemen PMT di Kuala Tanjung: Menjaga Keselamatan, Merawat Sinergi

2.Apakah aparat mengetahui adanya mobilisasi alat berat menuju kawasan tersebut?
Siapa pemilik dan pengguna alat berat yang diduga berada di lokasi?

3.Apakah sudah pernah dilakukan pemeriksaan atau penindakan di kawasan tersebut?

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Kami meminta aparat menjawab pertanyaan masyarakat melalui pemeriksaan resmi. Kalau legal, jelaskan legalitasnya. Kalau ilegal, tegakkan hukum. Jangan abu-abu,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat dari wilayah Tapsel dan Madina berkoordinasi karena lokasi yang disorot berada di kawasan perbatasan.

“Jangan sampai persoalan kewenangan wilayah dijadikan alasan untuk saling menunggu. Tapsel dan Madina harus duduk bersama. Sungai Batang Gadis bukan milik kelompok tertentu. Ini menyangkut kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ujar Muhammad Saleh.

Menurutnya, penggunaan alat berat dalam aktivitas pertambangan yang tidak memiliki izin berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, terutama apabila aktivitas berlangsung di kawasan sungai dan hutan.

“Kalau benar ada PETI, pertanyaannya bukan lagi siapa yang tahu, tetapi siapa yang bertindak. Negara punya aparat dan kewenangan. Jangan sampai masyarakat melihat aktivitasnya, tetapi aparat justru seolah-olah tidak melihat,” katanya.

Muhammad Saleh menegaskan SATMA AMPI Madina akan terus mendorong adanya transparansi dan penegakan hukum terhadap dugaan PETI.

“Kami meminta satu hal: periksa dan buka hasilnya kepada publik. Jangan lindungi siapa pun jika memang terbukti melanggar hukum, tetapi jangan pula menuduh seseorang tanpa bukti. Hukum harus bekerja berdasarkan fakta, bukan berdasarkan siapa yang kuat atau siapa yang punya akses,” pungkasnya.
(Tim).

Bidik.co.id ( Jauhari M Yunus )

Berita Terkait

Dugaan Jaringan Sabu dalam Keluarga Terbongkar, Polisi Sita 153 Gram di Pantai Labu
Tak Ada Tempat untuk Narkoba, 403 Kasus Berhasil Diungkap Polresta Deli Serdang
Gebyar AKBAR Buntu Bedimbar Menggelegar, Karang Taruna Tampil di Garda Terdepan Sukseskan HUT RI ke-81
Kuasa Hukum Tegaskan Amri Alias Nunung Bukan Buronan, Penyebar Hoaks Terancam Dilaporkan
Sumber Daya Alam dan Hutan di Sumatera Utara: KAHMI Sumut dan Pemerintah Bersinergi
Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Terduga Bandar, Sita Sabu 20,35 Gram
*Upacara HUT ke-81 RI di PTPN I Regional 1 Berlangsung Khidmat*
Festival Merah Putih Pematangsiantar Pecah! Senam Bugar, Fun Run dan Beragam Lomba Semarakkan HUT RI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 01:56 WIB

DKM Masjid Al-Ikhlas Kp. Cikadu Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Sekaligus Peresmian Masjid

Selasa, 1 September 2026 - 07:20 WIB

220 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Segera Disalurkan untuk Abang Becak Lansia di Sumedang

Selasa, 1 September 2026 - 07:01 WIB

Proyek Jalan Rp30 Miliar di Medang Deras Retak Saat Dikerjakan, APD Tak Dipakai hingga Debu Dikeluhkan Warga: Prof Sutan Nasomal SH MH, Minta Pengawasan Diperketat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:56 WIB

TNI Di Kismantoro Sosialisasikan Bahaya Judi Online dan Narkoba kepada Remaja

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Prof Sutan Nasomal : Lapor Pak Presiden RI, Puluhan Ribu Masyarakat Meminta Tenda Makanan Minuman dan Obat di Nagekeo NTT!!

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Bupati Simeulue Kunjungi Sekolah Rakyat di Lhokseumawe, Siapkan Lahan untuk Program Serupa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Prof Sutan Nasomal SH,MH Minta Gubernur Sulut Bila Terbukti Pecat Kepsek SMAN 9,Manado provinsi Sulawesi Utara Amoral!!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:00 WIB

“Jangan Rampok Kewenangan Anggota!” LSM KCBI Muba Serukan Copot Kadiskop

Berita Terbaru