Bidik.co id, — ACEH TENGAH —
Borok Karang Taruna (KT) Aceh mulai terkuak. Biang kerok deadlock-nya Temu Karya V Karang Taruna Aceh Tengah disebut-sebut adalah ulah Bustami Cs, pengurus KT Aceh.
Ironisnya, Bustami yang diketahui juga sebagai pengurus KT Pidie dan IPSM Pidie yang organisasinya jalan di tempat dan mati suri, kini justru datang mengobok-obok dan memecah belah Karang Taruna Aceh Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bustami seharusnya jadi contoh, bukan jadi provokator yang memecah belah Karang Taruna di kabupaten. KT Pidie saja tidak becus diurus, IPSM Pidie jalan di tempat, kok sekarang sok jago mengacak-acak Aceh Tengah,” ujar sumber internal Karang Taruna Aceh Tengah yang muak dengan manuver tersebut.
TEMU KARYA DADAKAN & PENGHINAAN TERHADAP PENGURUS ACEH TENGAH
Pada Temu Karya Karang Taruna Aceh Tengah, Bustami Cs terkesan menggelar Temu Karya dadakan dan secara sengaja tidak berkoordinasi dengan pengurus KT Aceh Tengah yang sah.
Ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap eksistensi pengurus Karang Taruna Kabupaten Aceh Tengah.
“Ini penghinaan! KT Aceh hanya berkoordinasi dengan panitia temu karya abal-abal buatannya sendiri, tanpa melibatkan pengurus kabupaten. Ini temu karya apa? Temu karya siluman? Ada apa dengan Bustami?” kecam sumber tersebut.
KEJANGGALAN & KETIDAKNETRALAN YANG TELANJANG
Dalam setiap tahapan temu karya, kejanggalan yang merugikan calon ketua lain begitu jelas terbaca. Ketidaknetralan KT Aceh dan panitia bentukan Bustami Cs dipertontonkan secara telanjang.
Akibat kecerobohan Bustami Cs, forum tertinggi pemuda itu deadlock dan tidak kondusif.
Fakta di lapangan, pengurus KT Aceh saat ini dikabarkan sedang tidak baik-baik saja. Bahkan pengurus KT Aceh yang membidangi temu karya Kabupaten Aceh Tengah justru tidak hadir.
“Tidak ada arahan, tidak ada solusi dari KT Aceh. Ini kegagalan paling fatal dan terburuk dalam sejarah Karang Taruna Aceh. Tidak jelas siapa panitianya, siapa pesertanya, bagaimana tata tertibnya, kenapa OKP seperti KNPI diundang dalam forum internal Karang Taruna. Ini kebodohan yang dipertontonkan KT Aceh dan panitia Bustami,” tegasnya.
MANDAT GANDA DIBIARKAN, BUPATI SEBAGAI PEMBINA UMUM DIAM
Hingga berita ini diturunkan, Karang Taruna Aceh Tengah yang notabene adalah organisasi plat merah dengan Bupati sebagai Pembina Umum, masih bungkam terkait adanya mandat ganda yang menjadi pemicu deadlock.
Publik kini bertanya, ada kepentingan apa Bustami Cs memaksakan temu karya yang cacat prosedur ini di Aceh Tengah?
Bidik.co.id
Jauhari M Yunus S.E. CFLE. C.JI.C.L.WI


























