DEADLOCK! Mantan Ketua Panitia Temu Karya IV, Rezeki Aramiko, Bongkar Borok Panitia Temu Karya V Karang Taruna Aceh Tengah: Tidak Netral, Amatiran, dan Ada Mandat Ganda

- Editor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — ACEH TENGAH —

Pelaksanaan Temu Karya V Karang Taruna Kabupaten Aceh Tengah Periode 2026-2031 resmi deadlock. Penyebabnya bukan dinamika, melainkan kecerobohan, ketidaknetralan, dan dugaan adanya mandat ganda yang sengaja dibiarkan oleh panitia.

Hal itu ditegaskan oleh Calon Ketua Karang Taruna, Rezeki Aramiko – yang bukan orang baru. Ia adalah Ketua Panitia Temu Karya IV dan Pengurus Aktif Karang Taruna Kabupaten Aceh Tengah dua periode, 2017-2021 dan 2021-2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tahu betul aturan mainnya. Panitia sekarang bukan wasit, tapi sudah jadi tim sukses. Ini amatiran dan memalukan,” tegas Rezeki.

Kronologi Kebobrokan Panitia:

1. Standar Ganda. Daftar 5 Oktober dibuka, 6 Oktober ia mendaftar dan dipersulit dengan alasan surat rekomendasi Bupati belum ada. Sore harinya pukul 16.00 WIB, calon lain lolos meski syarat sama belum lengkap. Berkasnya baru diterima pukul 19.20 WIB setelah protes.

2. Teror dan Intimidasi. Pada 7 Oktober pukul 08.23 WIB, ia diteror via WhatsApp oleh oknum mengaku panitia yang menuduhnya akan menggagalkan acara dengan bahasa tidak layak. Sempat terjadi gesekan di lokasi acara.

Baca Juga:  TIDAK ADA TOLERANSI! 4 OKNUM WARTAWAN SERBU RUMAH REDAKSI GPNews.com, ISTRI DAN ANAK DITEROR SAAT PIMPINAN SEDANG TIDAK ADA DI TEMPAT

3. Intervensi KNPI. Forum internal Karang Taruna tiba-tiba disusupi dengan hanya mengundang KNPI Aceh Tengah. “Ada kepentingan apa? Kenapa hanya KNPI?” tanyanya.

PUNCAK DEADLOCK: MANDAT GANDA DAN BUPATI DIAM

Paling fatal, menurut Rezeki, adalah adanya mandat ganda dari tingkat kecamatan yang menjadi pemicu utama deadlock. Persoalan serius ini seharusnya diselesaikan panitia secara profesional, namun justru dibiarkan menjadi bom waktu.

Yang lebih disayangkan, hingga detik ini organisasi Karang Taruna yang notabene adalah organisasi plat merah, yang mana Bupati Aceh Tengah sebagai Pembina Umum, belum memberikan tanggapan apapun terkait kisruh mandat ganda tersebut.

“Ini organisasi plat merah, binaan langsung Bupati. Masa Bupati sebagai Pembina Umum diam saja melihat forum pemuda tertinggi di daerahnya carut-marut karena mandat ganda? Kemana tanggung jawab pembinaan? Jangan biarkan Karang Taruna Aceh Tengah hancur karena pembiaran,” kecam Rezeki.

Ia mendesak Bupati Aceh Tengah untuk segera turun tangan, tidak cuci tangan, dan mengevaluasi total panitia Temu Karya V yang telah gagal menjalankan tugas.

Bidik.co.id

Jauhari M Yunus S.E. CFLE. C.JI. C.L.WI

Berita Terkait

Satreskrim Polres Aceh Tengah Ungkap Judi Online di Pegasing, Satu Pelaku Ditangkap
Suling Bambu, Kapolres Aceh Tengah Ajak Jamaah Bersama Bangun Kamtibmas dan Promosikan Wisata Takengon
Sanjung Masyarakat, Kapolres Aceh Tengah Hadir Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan
Jaga Rasa Aman, Satreskrim Aceh Tengah Patroli Malam di Titik Rawan
Polres Aceh Tengah Kawal MBG, Sat Samapta Pastikan Aman Sampai Sekolah
HUT TNI ke-81, Polres Aceh Tengah Beri Surprise untuk Kodim 0106 Usai Upacara
Polisi Hadir ke Sekolah, Polres Aceh Tengah Bentengi Pelajar dari Narkoba, Perundungan dan Kenakalan Remaja
Satria: Untuk Haili Yoga Renungan Sebelum Shalat Shubuh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Pemilik SPBU Simangambat Siabu Didesak Angkat Bicara Terkait Mafia Solar Subsidi. APH Didesak Turun Tangan.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:50 WIB

Elemen Masyarakat Madina Kecam Statemen Wabup Atika Soal PETI Kotanopan: “Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Mencuat, Video Viral Pengisian BBM Tangki Modifikasi Over Kapasitas di SPBU Simangambat Siabu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Gercep Tindak Aduan Narkoba, Polresta Deli Serdang Kena “Prank” di Dua Lokasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Aktivis Madina: Pembakaran Tiga Ekskavator PETI Dinilai Simbol Runtuhnya Wibawa Satgas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Pasca Pembakaran Tiga Ekskavator PETI di Kotanopan, Bupati dan Kapolres Madina Disorot karena Belum Buka Suara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:43 WIB

HMI Madina Kecam Penikaman Anggota DPRD, Desak Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kandang Ayam Berdempetan, Dapur Dinilai Kecil Untuk Ribuan Porsi MBG: SPPG Klambir Lima DISOROT!

Berita Terbaru