Satria: Untuk Haili Yoga Renungan Sebelum Shalat Shubuh

- Editor

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, —TAKENGON —

Dalam tata kelola pemerintahan, seorang pemimpin memang dituntut memiliki keberanian mengambil keputusan, keyakinan terhadap arah kebijakan, serta kemampuan memberikan kepastian kepada aparatur dan masyarakat.
Namun, ada batas yang perlu dijaga, kepercayaan diri tidak boleh berubah menjadi rasa terlalu yakin bahwa keputusan sendiri selalu benar.

Pesan ini untuk siapa pun yang memegang kekuasaan publik, termasuk Bupati Aceh Tengah Haili Yoga. Secara akademis, fenomena tersebut dikenal sebagai overconfidence, yaitu kecenderungan seseorang menilai kemampuan, pengetahuan, atau ketepatan keputusannya lebih tinggi daripada yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Literatur mengenai kepemimpinan menunjukkan bahwa kekuasaan dan posisi kepemimpinan dapat meningkatkan risiko munculnya pengambilan keputusan yang terlalu percaya diri. Karena itu, kritik terhadap kepemimpinan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai serangan politik. Kritik, perbedaan pendapat, dan masukan dari lingkungan pemerintahan justru merupakan mekanisme penting untuk mencegah kesalahan dalam pengambilan keputusan.

BAHAYANYA JIKA PEMIMPIN TERLALU PERCAYA DIRI

Dalam sebuah organisasi pemerintahan, pemimpin memiliki posisi yang sangat menentukan. Ketika pemimpin terlalu yakin terhadap penilaiannya sendiri, terdapat beberapa risiko. Pertama, informasi yang berbeda bisa dianggap sebagai gangguan. Padahal, informasi yang tidak sesuai dengan pandangan pemimpin justru dapat menjadi bahan koreksi sebelum sebuah kebijakan dilaksanakan.

Salah satu Penelitian mengenai pengambilan keputusan menunjukkan bahwa overconfidence dapat membuat pemimpin lebih rentan terhadap bias, termasuk kecenderungan mengambil kesimpulan terlalu cepat dan mengabaikan kemungkinan kesalahan dalam penilaian.

Kedua, organisasi dapat kehilangan budaya kritik. Jika bawahan merasa pendapat berbeda tidak dihargai, mereka dapat memilih diam. Dalam jangka panjang, pemimpin mungkin hanya menerima informasi yang menyenangkan atau sesuai dengan pandangannya, dalam bahasa kerenya Asal Bapak Senang (ABS)

Fenomena opinion conformity dan pemberian pujian berlebihan juga telah dikaji sebagai faktor yang dapat memperkuat rasa percaya diri pemimpin secara tidak sehat dan berujung pada pengambilan keputusan yang bias.

Ketiga, kesalahan kecil dapat berkembang menjadi persoalan organisasi. Sebuah keputusan pemerintah tidak berhenti pada meja seorang kepala daerah. Ia dapat berdampak terhadap anggaran, birokrasi, pelayanan publik, pembangunan, dunia usaha, serta kehidupan masyarakat.

Karena itu, semakin besar kewenangan seorang pemimpin, semakin besar pula kebutuhan terhadap mekanisme koreksi.

ACEH TENGAH MEMBUTUHKAN PEMIMPIN YANG KUAT SEKALIGUS TERBUKA

Baca Juga:  Sertijab Tiga Kabag, Kapolres Aceh Tengah Dorong Penguatan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri dalam berbagai publikasi resmi menekankan pentingnya pelayanan publik, kedekatan pemerintah dengan masyarakat, serta penyampaian informasi mengenai kinerja pemerintah kepada publik.

Prinsip tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap kritik.Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang selalu merasa dirinya paling benar.

Pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang mampu mengatakan:

“Saya memiliki keyakinan terhadap keputusan ini, tetapi saya tetap membuka ruang apabila ada data dan argumentasi yang menunjukkan bahwa keputusan tersebut perlu diperbaiki.”

Sikap semacam itu bukan tanda kelemahan. Justru menunjukkan adanya kapasitas reflektif dalam kepemimpinan.

JANGAN SAMPAI KEKUASAAN MEMBUAT PEMIMPIN KEHILANGAN KOREKSI

Aceh Tengah memiliki persoalan pemerintahan yang kompleks. Karena itu, Bupati membutuhkan aparatur yang berani menyampaikan fakta, akademisi yang kritis, masyarakat sipil yang aktif, serta media yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Pemimpin yang hanya dikelilingi orang-orang yang selalu mengatakan “iya” akan kehilangan salah satu instrumen terpenting dalam pengambilan keputusan informasi yang jujur.

Dalam penelitian tentang kepemimpinan, salah satu pendekatan yang disarankan untuk mengurangi risiko overconfidence adalah membangun budaya yang memungkinkan constructive dissent atau perbedaan pendapat yang konstruktif, melakukan evaluasi sebelum keputusan diambil, dan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

PESAN UNTUK BUPATI HAILI YOGA

Kritik ini bukan ajakan untuk melemahkan pemerintahan. Sebaliknya, ini merupakan pengingat bahwa kekuasaan publik harus selalu disertai mekanisme koreksi.

Haili Yoga sebagai Bupati Aceh Tengah memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah pemerintahan. Justru karena itu, setiap keputusan strategis perlu diuji melalui data, argumentasi, konsultasi, dan kritik dari berbagai pihak. Jangan terlalu percaya diri. Sebab dalam pemerintahan, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi seorang pemimpin. Yang dipertaruhkan adalah uang publik, kualitas birokrasi, kepercayaan masyarakat, dan masa depan daerah.

Pemimpin boleh yakin.
Tetapi jangan sampai keyakinan mengalahkan data, jabatan mengalahkan kritik, dan kekuasaan mengalahkan akal sehat.

Aceh Tengah membutuhkan kepemimpinan yang percaya diri, tetapi tetap rendah hati terhadap fakta dan terbuka terhadap koreksi.

Penulis
Satria Darmawan S.Kep.,Cmt Mahasiswa Pascasarjana Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Prodi Magister Administrasi Publik

Bidik.co.id

Jauhari M Yunus S.E. CFLE. C.JI. C.L.WI

Berita Terkait

Suling Bambu, Kapolres Aceh Tengah Ajak Jamaah Bersama Bangun Kamtibmas dan Promosikan Wisata Takengon
Sanjung Masyarakat, Kapolres Aceh Tengah Hadir Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan
Jaga Rasa Aman, Satreskrim Aceh Tengah Patroli Malam di Titik Rawan
Polres Aceh Tengah Kawal MBG, Sat Samapta Pastikan Aman Sampai Sekolah
HUT TNI ke-81, Polres Aceh Tengah Beri Surprise untuk Kodim 0106 Usai Upacara
Polisi Hadir ke Sekolah, Polres Aceh Tengah Bentengi Pelajar dari Narkoba, Perundungan dan Kenakalan Remaja
Kapolres Aceh Tengah: Sinergi TNI-Polri Perkuat Indonesia yang Berdaulat
*Imbauan Ketua Komite Peralihan Aceh Wilayah Aceh Tengah: Jaga Kedamaian dan Persatuan Aceh*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:54 WIB

BAK KUBANGAN KERBAU : JALAN DI DEPAN ARAH SD NEGERI 067262 KOTA CINA MARELAN WARGA MINTA BAPAK BAPAK RICO WAAS WALIKOTA MEDAN UNTUK MEMPERHATIKANNYA

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:55 WIB

BUNG ARSYAD MULIA PASARIBU KEMBALI LAGI PIMPIN DPK KNPI KECAMATAN MEDAN BELAWAN PRIODE 2026 -2029

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:48 WIB

MUBES UBKM MU BERJALAN DENGAN SUKSESTRANSFORMASI UBKM UKHWAH BERSATU BERDAYA DAN BERSINERGI MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASJID KOTA MEDAN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 01:59 WIB

Hari Pelindo ke-5, Pelindo Regional 1 Belawan Refleksikan Perjalanan dan Semangat Transformasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Regional 1 Potong Tumpeng Peringati Hari Pelindo ke-5

Rabu, 30 September 2026 - 15:26 WIB

Perkuat Budaya Continuous Improvement, BNCT Gelar Lean Training 2026 demi Wujudkan Operasional Unggul

Rabu, 30 September 2026 - 15:11 WIB

Tiga Tahun Mengabdi, BNCT Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan Efisien Berbasis Green Port

Selasa, 29 September 2026 - 07:17 WIB

Pakai Mobil Patroli Satpol PP, Puluhan Anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kunjungi Mako Damkarmat Medan

Berita Terbaru