Santri, UMKM, dan Ekonomi Syariah: Tiga Kekuatan yang Bisa Mengguncang Masa Depan Ekonomi Indonesia

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adhifatra Agussalim

Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pengusaha muda dan penggerak ekonomi bangsa. Jika kekuatan santri dipadukan dengan UMKM dan ekonomi syariah, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berdaya saing.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri perlu dibekali keterampilan kewirausahaan, literasi keuangan, pemasaran digital, dan kecerdasan buatan (AI). Pesantren dapat menjadi pusat lahirnya wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat harus didorong naik kelas melalui akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, sertifikasi halal, dan perluasan pasar. Sementara itu, ekonomi syariah harus hadir bukan sekadar sebagai label, melainkan sebagai sistem yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, amanah, dan kebermanfaatan.

Baca Juga:  Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Kapolda Aceh Tuntaskan Dugaan Penganiayaan dan Mafia Tanah Transmigrasi Longkib

Sebagai Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh, saya melihat peluang besar untuk menghubungkan pesantren, UMKM, dan lembaga keuangan syariah dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat. Aceh memiliki modal sosial, tradisi keislaman, dan potensi produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

Namun, semua itu membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, pesantren, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan generasi muda. Kita tidak boleh berhenti pada seremoni dan pelatihan, tetapi harus memastikan lahirnya usaha produktif, lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Santri harus berani berwirausaha, UMKM harus berani bertransformasi, dan ekonomi syariah harus mampu memberikan manfaat nyata.

Jika ketiganya bergerak bersama, bukan mustahil mereka menjadi kekuatan besar yang mengubah masa depan ekonomi Indonesia, dimulai dari daerah hingga tingkat nasional.

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Penanggungnawab Timpas Indonesia Minta Kapolri Perintahkan Kapolda Aceh Sidik PT..Alis!!
Adhifatra Agussalim Luncurkan Buku “Model Tata Kelola BUMD Modern”, Hadirkan Panduan Komprehensif GCG
Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Kapolda Aceh Tuntaskan Dugaan Penganiayaan dan Mafia Tanah Transmigrasi Longkib
Medco E&P Malaka Pererat Harmoni Lewat Program Ramadan Terpadu
Warga Korban Banjir Blang Seunong Mulai Tempati Huntara, Harapan Baru Pascabencana
Bisnis Jalan Sendiri Pakai AI?Kjangan Dibahas Di Webinar GAMIES
Rutan Klas llB Bener Meriah: Lebih sekedar Ngopi Bareng, Pertemuan Singkat Penuh Pesan dan Makna
PAW Anggota DPRK Aceh Tamiang Dari Partai Golkar, Akan Terlaksana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Gunakan LPG 3 Kg Subsidi dan Cuci Ompreng Sembarangan, SPPG Sibaruang Siabu Diduga Tabrak Aturan BGN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Skandal 48 Ton Pupuk Subsidi diduga “Raib”. Plt Kadis Pertanian Madina Didesak Copot Izin Kios UD Rizki Roburan.

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Diduga 48 Ton Pupuk Urea Subsidi Belum Diterima Petani Roburan Lombang, Kadis Pertanian segera panggil pemilik Kios UD Rizki

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Dihadiri Sekejen Pusat, Musda JATMAN Sumut Tetapkan TGB Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA sebagai Mudir 2026-2031

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Gerakan SIGAP Digelorakan, Dewan Pendidikan Deli Serdang Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Ultimatum LSM KCBI: Berantas Judi di Jl. Veteran atau Copot Kapolsek Berastagi!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dana Desa Huta Damai 2025 Diduga Sarat KKN dan Mark-Up Fantastis, Kepala Desa Pilih Bungkam!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Aroma KKN Menyengat, Realisasi Dana Desa Kampung Baru Disorot Tajam. Kepala Desa Memilih “Bungkam”

Berita Terbaru