PRESIDEN MAHASISWA POLITEKNIK ATI PADANG MENDESAK PEMERINTAH UNTUK SEGERA MENETAPKAN STATUS BENCANA NASIONAL TERHADAP KEJADIAN YANG MENIMPA ACEH, SUMATERA UTARA DAN SUMATERA BARAT

- Editor

Senin, 15 Desember 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari elemen masyarakat sipil, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera, mulai dari banjir besar, banjir bandang, tanah longsor, galodo, hingga gempa bumi yang berdampak luas terhadap keselamatan warga, kerusakan infrastruktur, dan lumpuhnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Bencana yang terjadi di Sumatera tidak dapat lagi dipandang sebagai peristiwa lokal yang terpisah-pisah, melainkan sebagai krisis kemanusiaan dan ekologis yang bersifat sistemik. Tingginya intensitas bencana menunjukkan lemahnya mitigasi, tata kelola lingkungan yang bermasalah, serta lambannya respons kebijakan yang seharusnya berorientasi pada pencegahan dan perlindungan masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir secara penuh dan bertanggung jawab.

Saya menilai bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah tegas dengan mempertimbangkan penetapan status bencana nasional, guna memastikan percepatan penanganan, optimalisasi sumber daya, serta koordinasi lintas lembaga yang lebih terintegrasi. Penundaan atau pendekatan parsial hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat miskin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penanganan darurat, kami juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Sumatera. Bencana tidak boleh terus-menerus dianggap sebagai takdir alam semata, tetapi harus diakui sebagai akibat dari kegagalan struktural dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Saya bersama Bem politeknik ati padang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ini . Kami berdiri bersama rakyat terdampak dan mendesak negara agar bertindak cepat, transparan, dan berkeadilan, karena keselamatan rakyat bukanlah pilihan kebijakan, melainkan kewajiban negara.

Sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari elemen masyarakat sipil, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera, mulai dari banjir besar, banjir bandang, tanah longsor, galodo, hingga gempa bumi yang berdampak luas terhadap keselamatan warga, kerusakan infrastruktur, dan lumpuhnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Bencana yang terjadi di Sumatera tidak dapat lagi dipandang sebagai peristiwa lokal yang terpisah-pisah, melainkan sebagai krisis kemanusiaan dan ekologis yang bersifat sistemik. Tingginya intensitas bencana menunjukkan lemahnya mitigasi, tata kelola lingkungan yang bermasalah, serta lambannya respons kebijakan yang seharusnya berorientasi pada pencegahan dan perlindungan masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir secara penuh dan bertanggung jawab.

Saya menilai bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah tegas dengan mempertimbangkan penetapan status bencana nasional, guna memastikan percepatan penanganan, optimalisasi sumber daya, serta koordinasi lintas lembaga yang lebih terintegrasi. Penundaan atau pendekatan parsial hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat miskin.

Selain penanganan darurat, kami juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Sumatera. Bencana tidak boleh terus-menerus dianggap sebagai takdir alam semata, tetapi harus diakui sebagai akibat dari kegagalan struktural dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Saya bersama Bem politeknik ati padang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ini . Kami berdiri bersama rakyat terdampak dan mendesak negara agar bertindak cepat, transparan, dan berkeadilan, karena keselamatan rakyat bukanlah pilihan kebijakan, melainkan kewajiban negara.

Berita Terkait

PADANG DI PERSIMPANGAN ETIKA DAN BISNIS, Membaca Kontras Padang: Antara IPM Manis, Krisis Moral, dan Risiko Konflik Kepentingan yang Tragis
Ketum SWI Herry Budiman Ucapkan Selamat Terpilihnya Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat2025 – 2028
Decky H Sahputra Mendapatkan berbagai Dukungan Dari Cabor Maju Sebagai Ketum KONI Pasbar
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

HUT TNI ke-81, Polres Aceh Tengah Beri Surprise untuk Kodim 0106 Usai Upacara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Satria: Untuk Haili Yoga Renungan Sebelum Shalat Shubuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Kapolres Aceh Tengah: Sinergi TNI-Polri Perkuat Indonesia yang Berdaulat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:49 WIB

*Imbauan Ketua Komite Peralihan Aceh Wilayah Aceh Tengah: Jaga Kedamaian dan Persatuan Aceh*

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Polres Aceh Tengah Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Dua Rumah di Kemili

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Patroli Tengah Malam, Satlantas Aceh Tengah Tertibkan Knalpot Brong

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Patroli Gabungan Polres Aceh Tengah, TNI dan Satpol PP-WH Sasar Keramaian Malam di Takengon

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:42 WIB

TAKENGON MEMANAS, SUPERVISOR SPBU JLN.LEBE KEDER, JADI KORBAN PENGANIAYAAN, LAPORAN MASUK POLRES JUM’AT MALAM.

Berita Terbaru