Jelang Kongres HMI, Pernyataan Cak Imin dan Bara Politik Alumni HMI: Jakarta Mulai Memanas

- Editor

Jumat, 4 September 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bidik.co.id, — MEDAN  —

Menjelang Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Lampung, suhu politik di kalangan kader dan alumni HMI mulai menunjukkan tanda-tanda memanas. Mobilisasi kader dari berbagai daerah, dari Sabang hingga Merauke, mulai terlihat di Jakarta maupun Lampung.

Namun, kali ini persoalannya bukan semata-mata tentang siapa yang akan memimpin HMI. Ada bara persoalan yang lebih luas, terutama setelah munculnya pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang menyinggung soal kepemimpinan alumni HMI di lingkungan NU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di kalangan kader dan alumni HMI. Bagi sebagian kalangan, persoalan ini bukan sekadar pernyataan biasa, melainkan menyentuh wilayah sensitif: sejauh mana alumni HMI memiliki ruang dalam kepemimpinan dan dinamika organisasi keumatan seperti NU.

Aktivis Sosial-Politik Indonesia sekaligus alumni HMI di Medan, Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos, menilai munculnya polemik tersebut terjadi bersamaan dengan momentum Kongres HMI yang membuat tensi internal maupun eksternal semakin tinggi.

“Menjelang Kongres HMI di Lampung, kader dari Sabang sampai Merauke mulai bertumpuk di Jakarta dan Lampung sebagai rombongan. Tetapi sekarang muncul pertanyaan: apakah energi kader hanya terkonsentrasi pada Kongres, atau ada persoalan politik yang lebih besar yang sedang menggelinding?” ujar Mas’ud.

Menurutnya, pernyataan Cak Imin mengenai kepemimpinan alumni HMI di NU tidak bisa dilepaskan begitu saja dari konteks dinamika politik nasional. Sebab, HMI dan NU sama-sama memiliki sejarah panjang dalam membentuk elite intelektual, sosial dan politik Indonesia, sementara para alumninya kini tersebar di berbagai ruang strategis bangsa.

“Jangan heran kalau pernyataan seperti itu kemudian memantik reaksi. Alumni HMI bukan kelompok kecil yang bisa dianggap tidak punya daya politik. Mereka ada di birokrasi, kampus, dunia usaha, organisasi masyarakat dan politik. Ketika identitas dan ruang pengabdiannya disentuh, tentu akan muncul respons,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelindo Multi Terminal Grup Salurkan 90 Ekor Hewan Qurban di Sekitar Wilayah Pelabuhan

Mas’ud bahkan menyinggung munculnya slogan “ganyang Cak Imin” di Jakarta sebagai gambaran kerasnya ekspresi politik yang berkembang. Namun, ia menegaskan istilah tersebut harus ditempatkan sebagai bahasa perlawanan politik dan kritik, bukan seruan kekerasan.

“Kalau ada yang tidak setuju dengan Cak Imin, lawan dengan gagasan, argumentasi dan kekuatan politik yang demokratis. Jangan dengan kekerasan,” katanya.

Ia menilai, yang menarik justru bukan sekadar Cak Imin sebagai figur politik, tetapi pertarungan wacana mengenai posisi alumni HMI di ruang-ruang strategis keumatan dan kebangsaan.

Apalagi, Kongres HMI di Lampung menjadi momentum berkumpulnya kader dari seluruh Indonesia. Konsolidasi besar semacam ini tentu memiliki energi politik yang tidak kecil.

“Ini yang harus dibaca dengan jernih. Kongres HMI bukan hanya soal pergantian kepemimpinan organisasi. Ada ribuan kader dari berbagai daerah, ada alumni, ada jejaring sosial dan ada dinamika politik kebangsaan yang ikut mengitarinya,” jelas Mas’ud.

Karena itu, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak bermain api dengan isu yang dapat memperlebar jarak antara HMI, NU dan kelompok-kelompok alumni yang selama ini justru memiliki kontribusi besar dalam kehidupan kebangsaan.

“HMI boleh marah, alumni boleh keras, tetapi semuanya harus tetap dalam tradisi intelektual. Kalau ada pernyataan yang dianggap keliru, jawab dengan argumentasi. Kalau ada kebijakan yang dianggap salah, lawan dengan cara-cara demokratis. Jangan sampai bara politik berubah menjadi konflik yang tidak produktif,” pungkasnya.

Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Kongres HMI di Lampung hanya akan menjadi pertarungan suksesi internal, atau justru menjadi salah satu titik penting dalam membaca kembali posisi dan arah politik alumni HMI di tengah pertarungan kekuasaan dan kepemimpinan umat di Indonesia?

(Redaksi)

Bidik.co.id ( Jauhari M Yunus CFLE )

Berita Terkait

Pengamat Intelijen: Cak Imin Justru Membesarkan Gaung Alumni HMI di Tubuh NU
Matangkan Rencana Pembangunan Terminal Fase 1, Manajemen BNCT Gelar Rapat Strategis di Simalem Resort
BNCT Sambut Kunjungan HMM Co., Ltd., Perkuat Sinergi Logistik Maritim
BNCT Kunci Posisi Tiga Besar dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Pelindo Group 2026
BNCT Dukung Perlindungan Anak melalui Sinergi Bersama Kejari Belawan dan Pemko Medan
Semangat Kemerdekaan di Meja Pingpong: BNCT Sabet Juara II Pertandingan Tenis Meja Pelindo Group
Pelindo Regional 1 Dukung Acara Car Free Day di Belawan
Dinilai Tendensius terhadap HMI di Muktamar NU ke-35, Pernyataan Cak Imin Tuai Sorotan Tajam Alumni HMI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:38 WIB

Pelayanan Pagi Polsek Bintang Bantu Seberangkan Anak Sekolah dan Atur Arus Lalu Lintas

Kamis, 3 September 2026 - 15:01 WIB

Patroli Presisi Polres Aceh Tengah Sasar SPBU dan Perbankan, Kamtibmas Dijaga

Rabu, 2 September 2026 - 10:56 WIB

Cegah Karhutla, Polres Aceh Tengah Perkuat Sosialisasi hingga Pasang Spanduk

Rabu, 2 September 2026 - 10:38 WIB

Dandim 0106/Aceh Tengah Laksanakan Manunggal Subuh di Masjid Sabilillah Desa Mongal

Rabu, 2 September 2026 - 02:32 WIB

Kapolres Aceh Tengah dan PJU Silaturahmi ke Tokoh Agama, Perkuat Benteng Kamtibmas

Rabu, 2 September 2026 - 02:16 WIB

Safari Subuh Rabu Berkah, Kapolsek Bebesen Ajak Warga Perkuat Pengawasan Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 09:02 WIB

Polisi dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah di Bebesen Aceh Tengah, Cegah Api Meluas

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Cegah Api Membesar, Polisi di Aceh Tengah Pasang Imbauan Karhutla

Berita Terbaru