Dinilai Tendensius terhadap HMI di Muktamar NU ke-35, Pernyataan Cak Imin Tuai Sorotan Tajam Alumni HMI

- Editor

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — Medan

Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, dalam sebuah video yang belakangan viral di media sosial menuai sorotan. Pernyataan yang menyebut kondisi Nahdlatul Ulama (NU) mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir karena dipimpin oleh alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dinilai sejumlah pihak dapat menimbulkan polemik baru di tengah warga NU maupun alumni HMI.

Sorotan tajam datang dari Muhammad Mas’ud Silalahi, putra kelahiran Kota Medan, Sumatera Utara, yang juga merupakan alumni HMI. Ia menilai pernyataan tersebut terlalu tendensius karena membawa identitas organisasi tertentu dalam mengkritisi persoalan internal NU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mas’ud, kritik terhadap kepemimpinan NU merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi besar. Namun, kritik semestinya disampaikan secara arif, objektif, konstruktif, serta disertai solusi, bukan dengan mengaitkannya secara general dengan latar belakang organisasi seseorang.

“Kalau memang Cak Imin tidak senang dengan kepemimpinan NU dalam beberapa tahun terakhir, mestinya kritik itu diarahkan kepada kebijakan atau pola kepemimpinannya, sekaligus memberikan solusi yang arif dan bijaksana. Jangan kemudian membawa-bawa nama organisasi,” ujar Muhammad Mas’ud Silalahi saat dimintai keterangan oleh awak media, Minggu (30/8).

Mas’ud menegaskan bahwa HMI merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah panjang dan kader serta alumninya tersebar di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, alumni HMI tidak hanya berada di lingkungan NU, tetapi juga berkiprah di berbagai organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, termasuk Muhammadiyah, Al Washliyah, Al-Ittihadiyah, Nahdlatul Wathan dan berbagai organisasi lainnya.

“Sebagai alumni HMI, saya jelas merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut. HMI memiliki banyak kader dan alumni yang telah berkontribusi di berbagai bidang dan berada di banyak organisasi. Karena itu, jangan sampai sebuah pernyataan justru menimbulkan kesan seolah-olah ada kelompok tertentu yang menjadi penyebab persoalan sebuah organisasi,” tegasnya.

Minta Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Mas’ud meminta Cak Imin segera memberikan klarifikasi agar pernyataan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas. Ia bahkan berharap Cak Imin dapat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para alumni HMI yang merasa tersinggung.

Baca Juga:  BNCT dan BSI Kolaborasi Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Bagan Deli*

“Cak Imin harus memberikan klarifikasi dan, kalau memang pernyataan itu menyinggung perasaan alumni HMI, sebaiknya meminta maaf secara terbuka kepada seluruh alumni HMI di Indonesia,” katanya.

Ia mengingatkan, alumni HMI dan kader HMI tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan banyak yang berkiprah di berbagai negara. Karena itu, menurutnya, setiap pernyataan yang membawa-bawa identitas organisasi harus disampaikan secara hati-hati agar tidak memunculkan gesekan di tengah masyarakat.

Mas’ud juga mengingatkan agar pengalaman masa lalu yang pernah menimbulkan ketegangan antara pernyataan seorang pejabat dengan kader HMI dan KAHMI tidak kembali terjadi.

“Jangan sampai pernyataan seperti ini menyebabkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat Indonesia. Kita semua harus belajar dari berbagai peristiwa sebelumnya ketika sebuah pernyataan justru memancing kemarahan kader HMI dan KAHMI di berbagai daerah,” ujarnya.

NU Dinilai Harus Tetap Menjadi Rumah Persaudaraan

Lebih jauh, Mas’ud menekankan bahwa NU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga persatuan, kehidupan keagamaan, kebangsaan, serta kerukunan masyarakat.

Karena itu, ia berharap dinamika yang terjadi di tubuh NU tidak menyeret organisasi kemasyarakatan lain ke dalam konflik identitas.

“NU itu milik umat Islam dan bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia, bukan hanya milik segelintir orang. Cita-cita luhur pendirian NU harus dihormati dengan menjaga persaudaraan umat Islam dan seluruh umat beragama di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk para tokoh dan elite organisasi, untuk lebih mengedepankan dialog serta tabayun ketika terjadi perbedaan pandangan.

Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan cara yang santun justru dapat menjadi energi positif bagi perbaikan organisasi. Sebaliknya, pernyataan yang menggeneralisasi kelompok tertentu dikhawatirkan justru memperlebar jarak dan menimbulkan kesalahpahaman.

“NU punya ciri khas dan tradisi yang baik. Jangan kotori itu dengan perilaku atau pernyataan yang dapat memecah persaudaraan. Perbedaan pandangan boleh saja, kritik juga sah, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga,” pungkas Muhammad Mas’ud Silalahi.

Bidik.co.id ( Jauhari M Yunus CFLE )

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor, Dr. H. Sugiat Santoso Dapat Ucapan Selamat dari Pengasuh Rumah Qur’an dan Peradaban Indonesia
Dugaan Catut Nama Penyidik Narkoba Rp200 Juta, DPW A-PPI Sumut Desak Kapolda Usut Tuntas Oknum Pengacara
Jan Daniel Sitorus Sempat Ditangguhkan, Kemudian Diamankan di Pekanbaru; Berkas Nina Wati P-21
Solidaritas Transportasi Online Sumut Siap Dukung Kepolisian Ciptakan Kondusifitas Dan Minimalisir Kejahatan
Diduga “Jual Janji” Bebaskan Tahanan Narkoba Rp200 Juta, Oknum Pengacara Resmi Dipolisikan ke Polda Sumut
Ketum Gema Santri Nusa: Jadi Persatuan Dan Kekuatan Dengan Kolaborasi Antara Ulama, Umaro, Polri Dan Umat
Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:35 WIB

*Panggung Jakarta, Nasib Banda Aceh: Ketika Sorotan KKI 2026 Usai, Siapa yang Menjaga Nyala UMKM Aceh?*

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:40 WIB

PROF. DR. SUTAN NASOMAL SOROTI LEGALITAS PEMOTONGAN KAPAL DI PESISIR BITUNG

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:20 WIB

INDONESIA MENJADI TEMPAT YANG TIDAK RAMAH DAN AMAN KE SEMUA INSAN PERS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:57 WIB

*Didukung 367 Ribu Warga, Polri Raih Juara III Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-81, Usung Tema Pesona Sulawesi Utara*

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pakar Ekonomi,Waspada Pencurian Motor Keyless Terungkap di Thailand, Pemilik Kendara’an Dihimbau Waspada !!!

Berita Terbaru