Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting

- Editor

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Timur Tengah – Bidik.co.id
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Sebaiknya Perintahkan Menteri Gubernur Bupati Walikota bersama TNI Poleri Beri Pemahaman Ke Masyarakat Andai Terjadi Perang Melebar Sebaiknya di Indonesia berjaga jaga terutama Yth Jendral Haji Prabowo Subianto ada baiknya memerintahkan menteri gubernur bupati Walikota TNI Polri di seluruh Indonesia agar mengadakan Edukasi bila perang di luar negeri meluas bagaimana cara penyelamatan diri terutama anak anak atau lansia dalam penyelamatan diri situasi perang meluas diluar negeri sebulan belakangan ini perlu diwaspadai pemerintah hendaknya juga tidak ada salahnya berjaga jaga senantiasa mempersiapkan persenjataan melengkapi alat pengamanan negara disemua link darat laut udara tidak salah berjaga jaga dari segala kemungkinan tidak akan sia-sia dia ada ruginya ‘, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH menjawab materi pertanyaan para pemimpin redaksi dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di bilangan Cijantung Jakarta 2/6/2026 via telpon selulernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edukasi untuk keluarga INDONESIA adalah hal penting yang tidak di boleh diremehkan menurut pemerhati masyarakat Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH.

Selalu terjadi dan menjadi krisis bila hal ini tidak dipersiapkan jauh jauh hari. Dimana dapat terlihat bahwa ada ratusan anak anak diwilayah perang selalu terlantar dan terancam atau kelaparan serta sakit. Begitu pula para lansia.
Maka kehadiran pemahaman dan edukasi di suasana konflik perang harus diberikan kepada masyarakat mahasiswa pelajar pemuda dan anak anak.

Negara yang mengalami perang hari ini adalah sebuah fakta bahwa untuk menjaga kedamaian dan ketentraman dan kebahagiaan masyarakatnya. Bila terancam negara tersebut maka langkah exstrem harus di lakukan negara itu untuk perang. Hal yang tidak bisa di hindari.

Masyarakat perkotaan dan perdesaan harus terlatih memahami sebuah situasi yang tidak terduga sehingga menjadi sebuah resiko bahaya. Maka mempersiapkan penanggulangan ancaman apapun dari perang antar negara harus selalu di laksanakan melalui edukasi.

Baca Juga:  Pembersihan Makam Datu Merah Mege, Wujud Kepedulian TNI pada Budaya Lokal

Kehadiran Kopassus atau TNI untuk memberikan Edukasi kepada masyarakat agar bisa menyelamatkan keluarga dan dirinya adalah hal utama.

Edukasi tersebut seperti membuat team kelompok yang menjaga masyarakat atau lansia dan anak anak yang rentan terancam atau sakit. Memilih wilayah yang mudah untuk berlindung serta terhindar dari pengawasan pihak yang memerangi.

Mempersiapkan perbekalan bila harus berpindah pindah sampai benar benar mendapatkan tempat aman untuk melindungi lansia dan anak anak. Wilayah yang mudah untuk mendapatkan air dan memasak serta membuat obat obatan.

Kopassus atau TNI adalah pakarnya yang bisa memberikan edukasi tersebut agar mengecilkan korban resiko di masyarakat. Maka ruang edukasi ini harus di bangun dan disiapkan karena ini adalah salah satu bentuk KETAHANAN NEGARA. Edukasi Menyeluruh baik di semua kelurahan Pedesaan dan perkampungan.

Prof Dr Sutan Nasomal berharap Ilmu dalam gerilya dan membaca peta atau kompas dan posisi menghindari wilayah perang sangat penting di ajarkan oleh TNI untuk masyarakat. Sehingga tidak banyak korban jiwa bila perang terjadi. Mengenalkan wilayah wilayah yang mudah di serang oleh pihak yang memerangi juga sangat penting. Dari 280 juta penduduk Indonesia adalah 30% anak anak (usia dibawah 15 tahun) dan 25 % lansia (usia diatas 58 tahun)

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media : Kesadaran Masyarakat di situasi perang harus di asah dan cakap bagi para pemuda. Melihat era saat ini perang selalu menggunakan tekhnologi yang handal dan wilayah penduduk sering menjadi sasaran.

Maka ini sifatnya urgent agar masyarakat mendapatkan edukasi yang matang dari Pemerintah bersama TNI. Dengan adanya edukasi tersebut sebagian dari masyarakat bisa membantu pekerjaan penyelamatan masyarakat dan mendukung TNI mengamankan wilayah Indonesia.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

DPD LSM MAUNG RIAU: JANGAN BERHENTI PADA PEMERIKSAAN DOKUMEN, UNGKAP SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB JIKA DITEMUKAN UNSUR PIDANA!
Hukum Tajam ke Bawah Saja = Bukan Hukum — Sekjen RAJAWALI: Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu!
DEMI KEADILAN, DEMI KEBENARAN, DEMI RAKYAT: Semangat MAUNG yang Tak Pernah Padam
Sistem Bisa Melindungi Diri Sendiri? DPD RAJAWALI Batam: Mengapa Saat Dibutuhkan, Semua Tidak Berfungsi? Ketua RAJAWALI Batam: Pulihkan Seluruh Kerugian, Rp57,3 Miliar Adalah Uang Rakyat
Disiram Water Cannon Meski Tunjukkan ID Pers ? DPP RAJAWALI: Kabid Propam, Dewan Pers & Komnas HAM Diminta Turun Tangan!
Dilarang Foto, Didorong, Disiram Water Cannon? DPP RAJAWALI: Hukum Melindungi Pers, Kabid Propam Diminta Bertindak Tegas & Terbuka!
DePA-RI – UNISRI Bersinergi Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas
MAUNG Riau Apresiasi Langkah Kejati Riau Tindak Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Rokan di Rokan Hilir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobil Operasional SPPG Malintang, Diduga Sengaja Gunakan Pertalite. Aktivis Bereaksi Keras.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Grebek Rantau Panjang, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 6 Orang Pengguna Narkoba

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Gunakan LPG 3 Kg Subsidi dan Cuci Ompreng Sembarangan, SPPG Sibaruang Siabu Diduga Tabrak Aturan BGN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Skandal 48 Ton Pupuk Subsidi diduga “Raib”. Plt Kadis Pertanian Madina Didesak Copot Izin Kios UD Rizki Roburan.

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Diduga 48 Ton Pupuk Urea Subsidi Belum Diterima Petani Roburan Lombang, Kadis Pertanian segera panggil pemilik Kios UD Rizki

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Dihadiri Sekejen Pusat, Musda JATMAN Sumut Tetapkan TGB Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA sebagai Mudir 2026-2031

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Gerakan SIGAP Digelorakan, Dewan Pendidikan Deli Serdang Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Berita Terbaru