Prof DR Sutan Nasomal : Hidup Makin Susah Di Sampaikan Dalam Aksi Demo Itu Fakta

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

JAKARTA — BIDIK.CO.ID

Rakyat merasakan kehidupan semakin susah ekonomi morat marit selama dua tahun ini sehingga banyak yang bangkrut dan tidak bisa usaha. Semua pasar merasakan dampaknya gagalnya perekonomian di Indonesia.

Untuk sepering nasi saja masyarakat harus stres karena sulitnya mencari uang. Hukum tumpang tindih peraturan semangkin ngaco membabi buta menyasar kemana mana yang pada dasarnya memberatkan mengancam menteror rakyat baik dalam aturan maupun dalam sasaran tembak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik peningkatan pendapatan per kapita pajak seperti contoh terlambat bayar pajak ditagih dipermalukan dipaksa didatangi petugas pajak ke rumah layaknya dipermalukan verbal mental terang terangan oleh pemerintah.

Ini terungkap dalam penyampaian aspirasi mahasiswi di jakarta dalam demo damai “, Terang Prof Dr Sutan Nasomal SH Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat PAMID dibilangan Cijantung Jakarta 29/10/2026 via telpon selulernya.

Menyikapi aduan semua masyarakat bahwa hidup makin susah saat ini adalah FAKTA yang menjadi cermin dua tahun pemerintahan Indonesia berjalan 2025 dan 2026. Bukan hal Mengada Ngada atau informasi Hoax menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati masyarakat Indonesia.

Aksi di 28/10/2025 baik di bundaran HI dan seluruh daerah adalah aksi yang tidak berlebihan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang berjumlah ribuan. Sangat di sayangkan tidak hadir ketua DPR RI dan para jajarannya untuk bersama sama menerima aduan atau aspirasi saat aksi di laksanakan.

Peristiwa di Indonesia saat ini adalah hasil dari proses pemerintahan masalalu yang tidak mempertimbangkan dampak buruk luasnya bagi masyarakat dan Negara Indonesia yang dirugikan. Sehingga kerusakan hutan terbukti saat ini.

Saling lempar tanggung jawab dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat terbaca jelas sehingga dapat diserap oleh masyarakat bahwa tidak ada yang mau di salahkan ketika bencana terjadi

Daya beli masyarakat turun drastis sehingga semua pasar sayuran sepi. Tidak sedikit masyarakat untuk membeli beras hari ini harus menjual apa saja perabotan di dalam rumahnya agar bisa memasak.

Prof DR Sutan Nasomal meminta kepada pemerintah RI agar lebih peka dengan air mata masyarakat saat ini yang merasa sudah tidak sanggup lagi merasakan sangat sulitnya menderita. Pemerintah harus evaluasi selama dua tahun bekerja keras sudah sampai kerakyat bawah belum terasa manfaatnya merata. Jangan hanya sekelompok pihak saja yang merasakan manfaatnya.

Baca Juga:  Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun !!! ;

Kasus kebakaran hutan menimbulkan trauma berat dampak susahnya mencari udara bersih dan air bersih. Korban sangat banyak yang dirasakan penduduk di seluruh wilayah yang mengalami. Makanan dan obat semakin mahal. Penghasilan tidak ada.

Sulitnya mencari pekerjaan atau penghasilan untuk bisa makan hari ini sudah mendesak semua masyarakat menjual apa saja yang ada di miliki dirumah karena umumnya anak anak tidak mengerti kalau sedang krisis penghasilan dan tidak paham harus lapar.

Tuntutan mahasiswa dalam aksi demo 28/10/2026 adalah hal positif yang seharusnya pemerintah RI tanggap dan menerima
Silahkan di simak baik baik :

• Penetapan status bencana nasional dan penindakan korporasi: Menuntut pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana ekologis lainnya, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.

• Reorientasi APBN untuk rakyat dan penghentian pemborosan: Menuntut agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diprioritaskan bagi kepentingan rakyat serta menghentikan pemborosan anggaran untuk program populis yang dinilai bermuatan politis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

• Penurunan biaya pendidikan dan pemerataan layanan dasar: Menuntut penurunan biaya pendidikan yang semakin mahal, pemerataan akses layanan dasar (seperti air bersih dan fasilitas kesehatan), serta penyediaan lapangan kerja berkualitas.

• Penghentian penyalahgunaan hukum dan pemberantasan KKN: Menuntut pemerintah menghentikan penyalahgunaan hukum demi kepentingan kekuasaan serta bersikap tegas dalam memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), termasuk meninjau ulang regulasi kontroversial (seperti UU TNI, KUHP, dan UU P2SK).

 

• Kebebasan bersuara, penegakan HAM, dan penghentian militerisasi: Menuntut pengembalian kebebasan berpendapat, pengadilan bagi para pelanggar HAM, pembebasan tahanan politik, serta penghentian militerisasi di ruang sipil.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta agar Pemerintah RI lebih peka dengan air mata rakyat saat ini dan jangan ada lagi akrobat politik yang menambah masyarakat menderita.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Pendidikan Soal Kemasyarakatan Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor Dr Sutan Nasomal Rektor UBNB Guru Besar STIA STIH STIK Pronass Ketua Umum Yayasan Brigade Global Indonesia Plus(HP.BRIGIP).

BIDIK.CO.ID

WARTAWAN NASIONAL

JAUHARI M YUNUS. S.E. CFLE. CPPJ. C.JI. C.L.WI

 

Berita Terkait

Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Mengucapkan Selamat Dan Sukses Kepada Hj Lilis Tutilaswati Suganda Dilantik Sebagai Bendahara Persatuan Drum Band Indonesia DKI Jakarta
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Ahmad Husein Batu Bara, Ke 2500 Kalinya Dalam Klasifikasi Katagori,Apresiasi Dedikasi Jurnalistik dan Sosial !!!
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Bapak Jenderal H.Prabowo Subianto Perintahkan Panglima TNI Kapolri Arahkan Jajaran Jumling Ajak Warga Hindari Narkoba Tawuran Matel !!!
Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Tugaskan Panglima TNI Kapolri Perangi Penjahat dan Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan
Ketum GERMAS Ungkap Ade Julhaidir Desak DPR/MPR RI Tampung Aspirasi Masyarakat Terkait Polemik Putusan MK Dan IJASAH Gibran
Prof DR Sutan Nasomal : Ini Bencana Nasional. Masyarakat Indonesia Meminta Bantuan PBB dan Negara Manapun Menghentikan Kebakaran Hutan
DUA TAHUN KEPEMIMPINAN PRABOWO SUBIANTO: ARUS PETIKEMAS PELINDO TUMBUH 6,85%, KONEKTIVITAS MARITIM NASIONAL SEMAKIN KUAT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Perkuat Persatuan dan Patriotisme, Polres Aceh Tengah Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Ops Patuh Seulawah 2026 Tak Hanya Menindak, Satlantas Polres Aceh Tengah Edukasi Anak Sejak Dini

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:23 WIB

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98: Pemuda Hari Ini, Penentu Indonesia Esok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:22 WIB

SPBU 14-245-438 Simpang Kemili Dikeluhkan, Antrean Kendaraan Picu Kemacetan dan Pedagang Kehilangan Pelanggan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Kawal Aspirasi HMI, Polres Aceh Tengah Kedepankan Pengamanan Humanis

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:41 WIB

Dampingi Wagub di Masjid Quba, Kapolres Aceh Tengah Peringati Maulid Nabi Bersama Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:53 WIB

*TNI-POLRI SOLID! Dandim 0106 dan Kapolres Aceh Tengah Kompak Pimpin Pasukan, Buru Pelanggar Lalu Lintas di Operasi Seulawah 2026*

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ops Patuh Seulawah 2026 Dimulai, Kapolres Aceh Tengah Ajak Pengendara Tertib dan Patuhi Aturan

Berita Terbaru