Penuhi Panggilan Polisi, Wartawan Aceh Tengah Tegaskan Fakta Dugaan BBM Oplosan di Tansaril

- Editor

Senin, 26 Mei 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon Bidik.co.id– Wartawan media lokal Aceh Tengah, Yusra Efendi, resmi memenuhi panggilan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Tengah, Senin (26/5/2025). Pemeriksaan ini berkaitan dengan laporan jurnalistiknya terkait dugaan praktik pengoplosan dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Desa Tansaril, Kecamatan Bebesen.

Pemanggilan tersebut tercantum dalam surat bernomor B/534/V/Res.1.24/2025/Reskrim, yang ditandatangani oleh Kasatreskrim IPTU Deno Wahyudi, S.E., M.Si. Yusra hadir secara kooperatif pada pukul 10.30 WIB dan menyelesaikan pemeriksaan sekitar pukul 12.31 WIB di ruang Unit II Tipidter.

Dalam keterangannya, Yusra menyampaikan bahwa dirinya hadir sebagai warga negara yang patuh terhadap hukum. Ia menegaskan bahwa berita yang ditulis berdasarkan fakta lapangan yang ditemukan secara langsung, didukung oleh dokumentasi foto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya hanya menjelaskan kronologi di lapangan saat kejadian. Berita yang saya sampaikan bersumber dari fakta dan disertai bukti visual. Saya tidak mengarang atau menyimpulkan, karena itu bukan kewenangan saya. Tugas saya adalah menyampaikan informasi kepada publik sesuai Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.

Yusra menambahkan bahwa harapannya adalah agar proses hukum berjalan secara adil dan transparan, mengingat isu ini berdampak luas terhadap masyarakat.

“Ini bukan soal saya, tapi menyangkut hak 200 ribu lebih masyarakat Aceh Tengah untuk mendapatkan BBM yang layak dan sesuai peruntukannya,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus masih berada pada tahap penyelidikan. Kasatreskrim IPTU Deno Wahyudi menjelaskan bahwa timnya telah turun ke lokasi, namun tidak menemukan barang bukti yang disebutkan dalam laporan.

Baca Juga:  Siap Tanggap, Polsek Talamau Sosialisasi Larangan Tambang Emas Ilegal Di Talamau

“Saat tim tiba di lokasi, BBM yang dimaksud sudah tidak ada. Lokasi juga baru dibuka setelah jeda waktu cukup lama. Kemungkinan besar informasi keberadaan barang bukti sudah bocor terlebih dahulu,” jelas Deno.

Polres Aceh Tengah telah memeriksa dua saksi, termasuk BR selaku pemilik gudang. BR sendiri membantah melakukan praktik pengoplosan, dan mengklaim bahwa BBM yang disimpan adalah Pertamax untuk kebutuhan perkebunan.

Namun, beberapa media yang turut melakukan peliputan saat penggerebekan sebelumnya, melaporkan keberadaan 12 drum kosong, belasan jerigen, satu gentong penampung minyak, corong, serta kain penyaring di lokasi kejadian. Temuan ini turut didokumentasikan melalui foto dan video.

Pemanggilan terhadap wartawan dalam kasus ini memicu perhatian sejumlah pihak. Sejumlah aktivis sipil meminta aparat penegak hukum untuk tetap fokus pada substansi kasus, yakni dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, bukan pada pembawa informasi.

“Kami minta aparat bekerja secara objektif dan profesional. Jangan jadikan jurnalis sebagai sasaran, padahal mereka menjalankan fungsi kontrol sosial dan publik,” ujar seorang aktivis antikorupsi di Takengon.

Yusra menutup keterangannya dengan menyatakan bahwa dirinya siap membantu penegak hukum mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Kami bukan lawan APH, kami mitra dalam menjaga transparansi dan keadilan. Selama ini jurnalis hanya ingin kebenaran bisa diakses semua pihak, termasuk aparat,” pungkasnya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak ragu menindaklanjuti temuan ini, termasuk bila ada pihak-pihak tertentu yang berperan sebagai pelindung dalam praktik BBM ilegal di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Ketua Umum Pergerakan Pemuda Pasaman Barat (PEPPASBAR) Soroti Jembatan di Jorong Rimbo Janduang Belum Diperbaiki
APEL PAGI PERANGKAT NAGARI MUARO KIAWAI HILIR: Perkuat Koordinasi dan Sinergi serta pelayanan di Masyarakat
PERISAI Sumbar Desak Transparansi dan Keadilan Layanan PDAM Padang.
Genk Motor Mulai Menganas Bakar Satu Buah Motor Terpakir Di Lapangan MTQ
Puluhan Aktivis Dan Mahasiswa Konsolidasi Geruduk Kantor PT NPM
Jalankan Tugas Jurnalistik Seorang Wartawan Senior Diancam Mau di Bunuh Saat Investigasi Di Lapangan
Siap Tanggap, Polsek Talamau Sosialisasi Larangan Tambang Emas Ilegal Di Talamau
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 05:21 WIB

“Prof Sutan Nasomal: Perang Dunia Ketiga Tak Terelakkan, Indonesia Harus Bersiap dari Sekarang”

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:09 WIB

King Naga Kecam Asda II Lebak: Pernyataan Dinilai Picu Kegaduhan, Pemerintah Diminta Introspeksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 04:22 WIB

Satgas Gulbencal Kodim 0106/Ateng Lanjutkan Pembersihan Pascanah Longsor dan Banjir Bandang di Pegasing

Senin, 12 Januari 2026 - 08:49 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SANGAT PRIHATIN DENGAN KASUS GANTUNG DIRI IBU RUMAH TANGGA MELIBATKAN ANAK “INI ADALAH KRISIS SOSIAL DESA GAGAL MELINDUNGI WARGANYA”

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:17 WIB

PROF SUTAN NASOMAL INDONESIA BOCOR NEGARA RUGI RIBUAN TRILYUN DARI PERTAMBANGAN DAN KERUSAKAN ALAM

Senin, 15 Desember 2025 - 08:23 WIB

Diduga Oknum wartawan intimidasi LSM CAPA saat jalankan Proposal disalah satu penimbun Solar

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:10 WIB

CENDIKIAWAN ANAK PAHLAWAN ( CAPA ) Membina Generasi Penerus Berkarakter Bela Negara

Selasa, 2 Desember 2025 - 04:52 WIB

Keberatan dengan Tudingan Lakukan Vaksin Fiktip Hewan, DR.drh.Kasmawati Angkat Bicara

Berita Terbaru

MEDAN

Rapat Kordinasi Bulanan Digelar BPC Perkuat Silaturahmi

Sabtu, 17 Jan 2026 - 03:06 WIB