Data Pribadi Kita Dijual? Jangan Sampai Jadi Korban Berikutnya! dibahas Di Webinar GAMIES Aceh

- Editor

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh Bidik.co.id

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, isu kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi semakin menjadi perhatian serius. Menjawab tantangan tersebut, DPW GAMIES Provinsi Aceh kembali menggelar kegiatan edukatif dalam rangkaian Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 dengan tema “Data Pribadi Kita Dijual? Mengenal Kebocoran Data dan Cara Melindungi Diri.

Webinar yang dilaksanakan pada Selasa, 03 Maret 2026, pukul 15.00–16.30 WIB secara daring ini menghadirkan Imam Gumilang, S.Tr.T, seorang Praktisi Cyber Security, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh Nurul Anita, S.I.Kom selaku moderator, serta dibuka secara resmi oleh Adhifatra Agussalim, Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh, sebagai keynote speaker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa di era digital saat ini, hampir seluruh aktivitas masyarakat meninggalkan jejak data, mulai dari transaksi belanja online, registrasi aplikasi, hingga penggunaan media sosial.

“Minimnya literasi keamanan digital membuat banyak individu dan pelaku UMKM rentan menjadi korban kebocoran dan penyalahgunaan data,” jelas Imam, Selasa (03/03/2026).

Baca Juga:  Upacara Hari Kesadaran Nasional Jadi Penguat Komitmen Polda Aceh Untuk Indonesia Asri

Webinar ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai:
Bagaimana kebocoran data dapat terjadi
Modus penjualan dan penyalahgunaan data pribadi, Strategi melindungi akun serta identitas digital, Tips keamanan digital yang aplikatif bagi individu dan pelaku UMKM.

Kegiatan ini juga memberikan berbagai manfaat bagi peserta, antara lain E-Certificate, rekaman video pembelajaran, akses ke group alumni, serta insight praktis terkait keamanan digital.

Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesadaran kolektif terhadap perlindungan data pribadi.

“Ramadhan bukan hanya momentum meningkatkan spiritualitas, tetapi juga meningkatkan literasi digital. Kita harus produktif sekaligus cerdas dan aman dalam beraktivitas di ruang digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, GAMIES Aceh berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menjaga keamanan data pribadi.

“Ramadhan Produktif, Digital Lebih Aman, Jangan tunggu data pribadi bocor baru panik,” tutup Adhifatra.

Berita Terkait

Webinar GAMIES Aceh Bahas Website dan Google Maps Jadi Mesin Cuan UMKM
Resolusi Digital 2026: UMKM Naik Kelas dengan Teknologi AI, Dibahas Tuntas Pada Webinar GAMIES Aceh
Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Semakin Hari Webinar GAMIES, Makin hangat bahas UMKM Siap Hadapi Era AI? Siapa Cepat Beradaptasi, Dialah yang Menang
Keselamatan Kerja Bukan Urusan Perusahaan Besar, GAMIES Aceh Dorong UMKM Terapkan K3
Kapolda Aceh Berbaur dengan Masyarakat di Area Masak Kuah Beulangong Jelang Khanduri Ramadhan
Produk Kamu Gitu-Gitu Aja? Saatnya UMKM Bertransformasi dengan AI, Dibahas Tuntas Pada Webinar GAMIES Aceh
UMKM Kini Bisa Punya Website Tanpa Coding, Tuntas Dibahas Webinar GAMIES
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 September 2025 - 01:29 WIB

Dari Desa untuk Keluarga: P2WKSS Hadir Memberdayakan Perempuan Bekasi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 12:37 WIB

Galang tangkas prestasi dalam jambore ke 64 Di kecamatan Setu kabupaten Bekasi

Kamis, 31 Juli 2025 - 15:57 WIB

Advokat 9 Naga Desak Dewan Pers dan Kapolres Bekasi Kota Usut Tuntas Kasus Perampasan Alat Kerja Wartawan

Sabtu, 22 Maret 2025 - 17:09 WIB

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan : “Teruslah Melayani Kasih Tak Berkesudahan

Senin, 27 Januari 2025 - 15:47 WIB

Kecam Penembakan WNI Termasuk 2 Warga Aceh di Perairan Malaysia, Anggota DPD RI: Pemerintah Harus Segera Keluarkan Sikap Resmi

Berita Terbaru