Bidik.co.id – ACEH SELATAN – Program Bajak Sawah Gratis (BASAGA) Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mulai menjadi sorotan. Setelah pemerintah mengumumkan pelaksanaan program tersebut di tujuh kecamatan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2,5 miliar, muncul sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan hingga penggunaan anggaran.
Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber menyebut terdapat beberapa hal yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari Dinas Pertanian Aceh Selatan.
Salah satunya menyangkut jenis bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan dalam operasional program. Sumber menyebut, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) disebut mengacu pada penggunaan BBM jenis Dexlite. Namun, di lapangan muncul informasi bahwa kendaraan atau alat operasional diduga menggunakan solar bersubsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika informasi tersebut benar, muncul pertanyaan mengenai kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan dokumen anggaran, termasuk bukti pembelian BBM yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sumber juga mempertanyakan pelaksanaan kegiatan yang disebut telah berjalan, sementara perubahan DPA dikabarkan belum dilakukan.
Informasi lain yang diperoleh media ini menyebut Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masih mencantumkan mekanisme melalui pihak ketiga.
Tak hanya itu, sumber juga mengungkapkan adanya pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang dikabarkan mengundurkan diri. Namun, alasan pengunduran diri tersebut belum diketahui secara pasti dan masih memerlukan konfirmasi.
Sementara itu kepala dinas pertanian Aceh Selatan saat di konfirmasi belum memberikan keterangan resmi
“Nantik kita akan sampaikan apa yang sebenarnya. Saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE


















