Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas

- Editor

Senin, 13 Juli 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bidik.co.id  MEMPAWAH –13- Juli -2026 Penanganan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang disebut menyebabkan potensi kerugian negara sebesar Rp32,4 miliar itu dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas, sehingga memicu desakan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bebersih Wujudkan Sanksi Hukum Penyimpangan APBN Di Kab Mempawah Kalbar Wujudkan Hukum!!! Permasalahan dugaan penyimpangan anggaran pembangunan proyek Balai Pendidikan dan Pelatiahan Transportasi Darat sangat mudah. Banget pengingkapannya dengan hanya kata pasti. Terungkap

Prof DR Sutan Nasomal Menyampaikan kepada media : Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan perkembangan penyidikan setelah perkara tersebut ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Hingga kini, publik menilai belum ada kepastian mengenai tahapan penanganan perkara, termasuk kapan berkas perkara akan dilimpahkan kepada pihak kejaksaan. Prof Sutan Nasomal meminta Presiden RI Prabowo Subianto agar perintahkan APH untuk menuntaskan terkait kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

Perhatian masyarakat juga tertuju pada pihak-pihak yang telah diproses hukum. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan pihak lain apabila memang didukung alat bukti yang cukup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Mempawah, Andi Kamaludin, menyampaikan harapannya agar proses penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan profesional.

“Kami meminta aparat penegak hukum membuka perkembangan penanganan perkara ini kepada masyarakat. Jika masih ada pihak lain yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti, kami berharap semuanya diproses tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada kesan hukum hanya menyentuh sebagian pihak,” ujarnya.

Baca Juga:  Dr. Fachrul Razi: Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Stop Tipu-Tipu Aceh!

Selain masyarakat, sejumlah organisasi seperti Center for Budget Analysis (CBA) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga disebut turut mendorong agar penanganan kasus dilakukan secara transparan serta tidak berhenti pada pihak tertentu saja. Prof DR Sutan Nasomal mendukung adanya transparansi sesuai permintaan masyarakat.

Mereka meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum. Apabila dalam prosesnya ditemukan hambatan, mereka berharap koordinasi dengan lembaga penegak hukum lain dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Prof DR Sutan Nasomal bersama Masyarakat juga berharap pengawasan terhadap penanganan perkara dilakukan oleh lembaga terkait agar proses hukum berjalan objektif, profesional, dan memberikan kepastian hukum.

Kasus dugaan korupsi proyek BP2TD Mempawah kini menjadi perhatian luas karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar. Publik berharap aparat penegak hukum dapat segera memberikan perkembangan resmi mengenai proses penyidikan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari Polda Kalimantan Barat terkait perkembangan penyidikan maupun jadwal pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan.

Pemerhati Masyarakat dan Guru Besar Ilmu Hukum International
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

Jangan Pandang Bulu! Kejati Jatim Didorong Sita Aset Agunan Fiktif Debitur Kakap Bank Jatim
Matangkan Persiapan Festival Kampung Literasi 2026, Lembaga Tepak Sirih Gelar Rapat Koordinasi
Polda Papua Barat Daya menggelar kegiatan memperkuat kemitraan dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas)
Profesor Sutan Nasomal Sesalkan Tatip SPMB Di Provinsi Kepri Tidak Semestinya Terjadi!! ;
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Kementerian Gubernur Walikota Bupati Rawat Dan Bangun Pantai Sebagus Bagusnya !!
PWM Sulawesi Tengah Audiensi dengan Wali Kota Palu, Matangkan Persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026
Dua Tahun Jadi Tersangka Kasus Dana Hibah, Kader Gerindra Tetap Menikmati Gaji dan Fasilitas Negara
POLRESTA SORONG KOTA BERHASIL UNGKAP SEJUMLAH KASUS 3C , KOMITMEN BERANTAS KEJAHATAN JALANAN.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:56 WIB

Cegah Penyimpangan Distribusi BBM, Polsek Silih Nara Intensifkan Pengawasan SPBU dan Pertashop

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:04 WIB

Patroli Humanis Satlantas Polres Aceh Tengah Tertibkan 25 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Dicegah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:41 WIB

Polri Hadir di Tengah Musibah, Polsek Kute Panang Bersama Warga Gotong Royong di Rumah Korban Kebakaran

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:56 WIB

Polri Peduli, Polres Aceh Tengah Salurkan Sembako untuk Warga Lelumu Kecamatan Pegasing

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:06 WIB

Terus Asah Kemampuan, Polres Aceh Tengah Rutin Latihan Pengendalian Massa

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:41 WIB

Semarak Penutupan Belang Gele Cup II: Matador FC Sabet Gelar Juara, Ajang Sportivitas Pemuda Aceh Tengah

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:58 WIB

Safari Subuh, Kabag Ren Polres Aceh Tengah Ajak Orang Tua Awasi Anak dan Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:43 WIB

Patroli Perintis Presisi Intensif Digelar, Sat Samapta Polres Aceh Tengah Perkuat Keamanan di Titik Rawan

Berita Terbaru